Kementerian PU Dorong Kota Hijau dan Kota Pusaka

NERACA

Jakarta – Sebanyak 85 kabupaten/kota diberi edukasi tentang tata cara membangun kota hijau tahun ini. Semua kabupaten/kota diajari bagaimana membangun kota hijau. Jadi tahun depan sudah bisa jalan. Pertama mungkin akan dibuat taman dulu. Nanti baru drainase," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam konferensi pers Sarasehan dan Penandatanganan Kesepakatan Kota Hijau dan Kota Pusaka untuk Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, di Jakarta, Kamis (8/11).

Menurut dia, dengan perwujudan kota hijau, kabupaten dan kota di tiap provinsi dapat melestarikan kekayaan aset sosial dan budaya kota di daerahnya masing-masing.

"Saat ini sudah ada 52 kabupaten/kota yang bertransformasi menjadi kota hijau," ujar dia.

Dia mengatakan untuk membangun kota hijau, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi selain menyediakan ruang terbuka hijau sebanyak 30 persen dari luas wilayah.

"Syarat tersebut adalah permasalahan sanitasi, sistem transportasi yang baik, dan perilaku masyarakat mengenai buang air besar, bangunan hijau, hemat energi dan airnya bisa didaur ulang, sanitasi terkelola dengan baik serta drainasenya baik yaitu tidak ada genangan" kata dia.

Menurut dia, untuk meningkatkan ruang terbuka hijau itu mudah. Tapi, membuat transportasi baik serta mengurangi kemacetan dan emisi itu sulit.

"Pembangunan kota hijau ini tidaklah memakan waktu yang sebentar sehingga dibutuhkan keseriusan dari semua pihak terkait untuk mewujudkan kota yang yang ramah lingkungan serta perwujudan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan," ujar dia.

Ia mengatakan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Penataan Ruang secara aktif terus mendorong pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan kota hijau yang berkelanjutan melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH).

"Prakarsa Perwujudan Kota Hijau melalui P2KH merupakan tahapan yang lebih maju dalam siklus pelaksanaan penataan ruang, yang tidak berhenti pada tataran perencanaan, namun telah bergulir pada tataran impelementasi rencana," kata dia.

Ia menambahkan untuk mendorong masyarakat mengetahui betapa besar manfaatnya taman maka dibuat Program Taman Langsat.

"Kita punya Program Taman Langsat bertujuan mendorong masyarakat umtuk mengetahui betapa besar manfaatnya taman. Taman kota bisa dimanfaatkan banyak hal seperti rekreasi, diskusi, belajar dan bermain musik. Semoga ke depan ada akses internet gratis di taman," ujar dia.

Haritaru

Dorongan pemerintah itu dilakukan bertepatan dengan peringatan World Town Planning Day yang dirayakan setiap 8 November. Indonesia merayakannya dengan membuat Peringatan Haritaru atau Hari Tata Ruang.

Acara tersebut adalah agenda dari Kementerian PU yang sudah dilakukan selama lima kali sejak 2008. “Haritura diperingati serempak hari ini di 32 provinsi,” kata Djoko.

Penyebaran dogma untuk peduli tata ruang semacam ini disambut baik oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Seperti yang disampaikan oleh Deputi V Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Luky Eko Wuryanto, peringatan Haritaru adalah salah satu instrumen kampanye publik tentang pentingnya penataan ruang sebagai basis legal kebijakan spasial pembangunan kota dan wilayah.

Sejalan dengan itu, pimpinan Komisi V DPR RI Mulyadi juga memberikan apresiasi terhadap dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dalam upaya merespon permasalahan kota.

Bersamaan dengan peringatan tersebut, Wakil Menteri PU Achmad Hermanto Dardak menyematkan Icon Kota Pusaka kepada 10 kota di Indonesia, yaitu Banjarmasin, Bau Bau, Karangasem, Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Bogor, Palembang, Sawahlunto, dan Banda Aceh.

Para pimpinan 10 kota tersebut berkumpul di Kementerian PU untuk menandatangani Piagam Komitmen Kota Pusaka untuk menjalankan Rencana Aksi Kota Pusaka.

Kesepuluh kota itu akan dipersiapkan untuk menjadi World Heritage City dan akan mendapat fasilitasi untuk inventarisasi dan dokumentasi aset pusaka.

Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin mengatakan, tidak perlu ada langkah yang besar untuk menjalankan Rencana Aksi Kota Pusaka. “Karena kita sejak awal sudah komitmen menjadikan Banda Aceh sebagai kota pusaka.”

Nurdin berjanji akan merawat semua pusaka dengan baik. Dia mencontohkan toko-toko China di Peunayong yang merupakan sebuah desa di Banda Aceh).

Untuk memenuhi ruang terbuka hijau sebesar 30%, Nurdin mengatakan tidak ada industri yang harus dikorbankan, karena memang tidak ada industri berat di Banda Aceh.

“Yang ada hanya industri ringan seperti pengalengan dan pengeringan ikan,” jelas Nurdin.

Selain mengangkat tentang kota pusaka, Djoko juga menjelaskan tentang keberadaan kota hijau di Indonesia. “Sekarang sudah ada 112 kota yang berkomitmen menjadi kota hijau,” ujar Djoko.

Kota-kota tersebut akan diberikan bantuan teknis. “Jika kekurangan anggaran, kami akan berikan insentif, tapi tidak banyak,” tutur dia.

Kota hijau bukanlah hanya berupa kota yang banyak hutannya, jelas Djoko, tetapi juga bagaimana agar kota tersebut mempunyai drainase yang baik dan transportasinya ramah lingkungan. (iqbal)

BERITA TERKAIT

Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Ketersediaan Hunian Layak MBR

Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Ketersediaan Hunian Layak MBR   NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan…

Peduli Korban Banjir di Sultra - Kementerian Pertanian Salurkan Bantuan Rp 15 Miliar

Musibah banjir yang terjadi di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi derita bagi bangsa Indonesia, maka berangkat dari upaya meringankan beban…

SHARP Bersedekah Berbagi Kebahagiaan dan Ilmu

Selalu hadir berbagi di tengah masyarakat adalah komitmen yang dilakukan PT Sharp Electronics Indonesia. Kali ini perseroan melalui kegiatan tanggung…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Lebaran Usai, Cashbac Tebar Promo

  NERACA   Jakarta - Usai melewati libur panjang dan kembali beraktifitas, Cashbac hadirkan beragam promo cashback yang spektakuler di…

Pupuk Hayati Dinosaurus Diklaim Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Tanaman

  NERACA   Jakarta - Dalam berbisnis agrikultur, pemilihan pupuk yang terbaik menjadi salah satu faktor terpenting untuk tanaman. Menurut…

Dompet Dhuafa Himpun Donasi Rp96 miliar Selama Ramadhan

      NERACA   Jakarta - Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa berhasil menghimpun donasi sebesar Rp96 miliar yang dikumpulkan…