Menunggu Realisasi Jamsostek Investment Company

Omong-omong soal kesejahteraan, setujukah Anda jika saat ini kesejahteraan sosial hanya omong kosong belaka? Karena faktanya, masih banyak saudara-saudara kita yang belum menikmati artinya kesejahteraan. Padahal, sejatinya kesejahteraan sosial itu harus dirasakan merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Karena, sudah sepantasnya jika seluruh warga negara berhak mendapatkan jaminan sosial yang telah tercakup dalam UU SJSN. Dalam hal ini, program jaminan sosial yang ditetapkan mencakup jaminan kesehatan (JK), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), dan jaminan kematian (JK).

Makanya, sejak lahirnya Jamsostek diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya yang notabene para pekerja. Tetapi, apakah betul keberadaan Jamsostek mampu mewujudkan itu semua? Karena, fakta yang terjadi justru tidak seperti apa yang diharapkan.

Ya, kehadiran Jamsostek memang dirasa masih kurang dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Seharusnya Jamsostek mampu berperan lebih dalam menciptakan lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Harapan baru kini muncul, dengan transpormasi Jamsostek menjadi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Nah, dengan transpormasi ini diharapkan BPJS akan lebih kuat dari segi modal. Sehingga mampu berbuat lebih banyak lagi demi mensejahterakan rakyat Indonesia.

Apalagi PT Jamsostek (Persero) menargetkan Jamsostek Investment Company (JIC) bisa beroperasi pada akhir 2012 ini. Meski dalam pembentukan JIC Jamsostek bekerja sama dengan pihak lain, namun Jamsostek menginginkan menjadi pemegang saham mayoritas. Dengan modal awal diperkirakan mencapai Rp1 triliun.

Melihat kondisi yang ada, tentunya memungkinkan jika Jamsostek bekerjasama dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) sebagai pemegang saham di JIC. Jamsostek sendiri kini telah mengalokasikan dana sebesar Rp500 miliar lebih untuk penyertaan modal pembentukan JIC dari modal yang dibutuhkan sebesar Rp1 triliun.

Untuk itu, banyak pihak yang berharap Jamsostek nanti laiknya Temasek yang juga turut memberi andil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Singapura. Dengan demikian, tentunya angka pengangguran di Indonesia bisa ditekan, dan pastinya tujuan negara demi mensejahterakan rakyatnya akan terwujud.

Jamsostek sendiri kabarnya telah melakukan studi kelayakan untuk berinvestasi langsung di suatu bidang bisnis tertentu. Terutama pada jenis investasi langsung dan jangka panjang. Ya, Jamsostek memang diberi keleluasaan untuk pengembangan/ekspansi asalkan tetap berada pada jalur tata kelola perusahaan yang baik.

BERITA TERKAIT

Realisasi Ekspor CBU Toyota Tembus 1 Juta Unit

NERACA Jakarta - Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) , Warih Andang Tjahjono mengungkapkan secara kumulatif, volume ekspor…

Realisasi Kontrak Baru TOTL Capai Rp 2,6 Triliun

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur memberikan berkah bagi perusahaan konstruksi, termasuk PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL). Pasalnya, sampai…

Realisasi Kontrak Baru WIKA Capai 40,36%

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2018, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengantongi kontrak baru senilai Rp23,45 triliun. Pencapaian itu…

BERITA LAINNYA DI

Pemerintah Terus Berupaya Perluas Pasar Ekspor Otomotif

Pemerintah tengah berupaya menggenjot nilai ekspor produk manufaktur dalam upaya memperbaiki perekonomian nasional. Hal ini seiring implementasi peta jalan Making…

New Honda HR-V Terjual 3.445 Unit Agustus 2018

New Honda HR-V terjual sebanyak 3.445 unit pada Agustus 2018 dengan rincian sebanyak 2.925 unit berasal dari New Honda HR-V…

Empat Warna Baru Dihadirkan untuk All New Satria F150

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan penyegaran kepada motor All New Satria F150, dengan menghadirkan empat pilihan warna baru, yaitu…