Bunga Rendah, Tenaga Kerja Melimpah - DANA BERGULIR LPBD-KUMKM

Mengantisipasi sulitnya menjangkau permodalan dari sektor perbankan, Kementerian Koperasi dan UKM mendirikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) pada 2006. Lembaga itu mengemban misi mewujudkan program pemerintah di bidang pembiayaan usaha koperasi, usaha mikro,k ecil, dan menengah (KUMKM). Program itu merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing rakyat, menciptakan lapangan kerja, serta mengentaskan kemiskinan.

Yang terang, penyalur dana bergulir tersebut mempunyai tujuan meningkatkan kualitas koperasi sebagai instrumen lembaga keuangan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai lembaga intermediasi. U Artinya, koperasi tersebut menjadi media penyaluran pinjaman atau pembiayaan yang dilakukan oleh LPDB. Proses intermediasi tersebut tentunya juga memperkuat fungsi dan peran koperasi dan anggotanya terutama dalam upaya perluasan kesempatan permodalan, peningkatan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan.

Ada tiga kelompok utama yang menjadi sasaran penyaluran dana bergulir, yaitu melalui koperasi primer, koperasi sekunder, dan koperasi sektor riil. LPDB memberikan fasilitas bunga pinjaman yang sangat murah. Bagi pinjaman hingga Rp 1 miliar dan masa pengembalian tiga tahun, misalnya, koperasi primer dikenai bunga paling ringan, yaitu 9% per tahun. Sedangkan koperasi sekunder mendapat fasilitas bunga 3% , dan koperasi sektor riil dibebani bunga 6%.

Dari simulasi, jika pinjaman sebesar Rp 1 miliar, angsuran pokoknya sebesar Rp 27,77 juta dengan angsuran bunga Rp 2,33 juta untuk koperasi sektor riil. Angsuran pokoknya tetap, sedangkan angsuran bunganya pada bulan pertama sebanyak Rp 2.333.333 dan terus menurun hingga mencapai Rp 138.889 pada bulan ke-36.

Koperasi primer yang layak memperoleh kredit sebesar Rp 1 miliar, juga harus mengangsur pokoknya sebesar Rp 27,77 juta. Angsuran bunganya sebesar Rp 3,5 juta pada bulan pertama dan menurun hingga pada posisi Rp 208.333.

Untuk koperasi sekunder, dengan pinjaman Rp 1 miliar dengan masa pengembalian 36 bulan,angsuran pokoknya Rp 27,77 juta tetap dan angsuran bunga sebesar Rp 1,16 juta menurun hingga mencapai Rp 69.444 di bulan terakhir.

“Tahun ini LPDB menargetkan penyaluran dana sebesar R 3 triliun, yang berasal dari APBN sebesar

Rp 1,3 triliun dan dari perbankan sebanyak Rp 1,7 triliun,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial. Sejak didirikan pada 2006 hingga 2011, LPDB sudah menyalurkan dana sebesar Rp 1,7 triliun.

Dana Rp 1,3 triliun itu berasal dari dua sumber, yaitu dari APBN sebesar Rp 500 miliar dan selebihnya, Rp 800 miliar lagi dari sisa dana yang belum tersalur dan pengembalian pinjaman.

Dari dana sebesar Rp 1,3 triiun itu mampu menyerap tenaga kerja hingga 342 ribu orang. Jika LPDB menargetkan terserap pinjaman sebesar Rp 3 triliun, diharapkan tercipta lapangan kerja sebanyak 684 ribu orang, atau lebih. Bahkan, kata Danial, lembaganya menargetkan dari dana yang tersalur tahun ini, bisa tercetak sejuta lapangan kerja baru.

BERITA TERKAIT

Serapan Dana Ketahanan Pangan Sumsel Masih Rendah

Serapan Dana Ketahanan Pangan Sumsel Masih Rendah NERACA Palembang - Serapan dana ketahanan pangan di Sumatera Selatan (Sumsel) terbilang masih…

7.000 Lowongan Tersedia di Bursa Kerja Sukabumi

7.000 Lowongan Tersedia di Bursa Kerja Sukabumi NERACA Sukabumi - Sebanyak 7.000 lowongan pekerjaan tersedia di Bursa Kerja 2018 yang…

CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar - Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…