Alasan Kenyaman Investor, BBJ Bantah Tandingi KBI - Pembentukan Kliring Baru

NERACA

Jakarta –Tudingan bila PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) tidak lagi percaya dengan PT Kliring Berjangka Indonesia dibalik pembentukan lembaga kliring baru, dibantah langsung oleh manajamen BBJ.

Dirketur BBJ Bihar Sakti Wibowo mengatakan, pembentukan lembaga kliring baru yang berada langsung perseroan masih menjadi kajian, “Rencana pembentukan lembaga kriliring baru selain KBI masih dalam kajian dan belum beroperasi,”katanya kepada Neraca di Jakarta, Rabu (7/11).

Menurutnya, rencana pembentukan lembaga kriling baru dimaksudkan untuk memberikan alternatif bagi investor. Pasalnya, dinegara maju lembaga kriling berjangka berada dibawah bursa berjangka. “Kehadiran lembaga kliring baru tidak ada maksud lain, selain untuk memperkuat BBJ menjadi lebih baik lagi,”tegasnya.

M. Bihar menuturkan, BBJ akan terus meningkatkan kualitas serta kuantitas investor bursa berjangka di Indonesia mengingat market dan sumber daya yang sangat kaya. BBJ sendiri merupakan otorita bursa yang berkoordinasi dengan Badan Pengawas Perdaganga Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai regulatornya untuk terus mengawasi dan menjadikan transaksi bursa berjangka menjadi lebih berkualitas.

Bursa berjangka juga bekerja sama dengan lembaga kliring sebagai perantara bagi para investor untuk menempatkan modalnya serta menjadi instrumen perlindungan kepada para pelaku bursa berjangka. PT.Kliring Berjangka Indonesia ( Persero ) merupakan sebuah institusi yang dinaungi oleh negara agar proses transaksi menjadi lebih aman.

Sebelumnya, pengamat pasar bursa berjangka Ricky Ferdianto pernah bilang, hadirnya lembaga kliring baru buatan BBJ memberikan ketegasan bila BBJ sudah tidak percaya lagi dengan KBI, “Hal ini jelas mempertontonkan ketidak percayaan BBJ terhadap KBI dan kondisi ini sudah tercium lama,”tuturnya

Kata Ricky, rencana BBJ mendirikan lembaga kliring baru sudah tercium lama dan hal ini di karena KBI dinilai lambat dalam mencatatkan kliring transaksi para investor bursa berjangka. Kendatipun demikian, dirinya tidak menapik dibalik pembentukan lembaga kliring baru adalah untuk efisiensi biaya, “Kemungkinan BBJ membuat lembaga kliring tersendiri adalah untuk memudahkan investor dan lebih mengefisiensikan biaya,”tandasnya.

Selama ini setiap transaksi kliring di bursa berjangka Jakarta dicatatkan di PT Kliring Berjangka Indonesia. Tentunya, kehadiran KBI tidak hanya diperuntukkan bagi investor BBJ, tetapi juga investor Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI), “Kliring Berjangka Indonesia juga bisa untuk masuk bekerja sama dengan BKDI,”jelasnya

Dia pun menambahkan, dengan adanya dua bursa komoditas Indonesia akan semakin menarik, mengingat potensi investor di bursa berjangka dan derivatif masih sangat besar. Kemudian menyinggung soal BBJ belum melakukan sosialisasi lembaga kliring di bawahnya, lanjut Ricky, hal tersebut kemungkinan karena belum ada kesepakatan antara BBJ dengan KBI. Tentu dengan hal tersebut akan timbul kejelasan sehingga dapat menimbulkan pertumbuhan positif bagi investor untuk menjadikan bursa berjangka alternatif berinvestasi. (manda)

BERITA TERKAIT

Kemenkes Bantah Ada Wabah Japanese Encephalitis di Bali

Kementerian Kesehatan membantah penyakit Japanese Encephalitis (JE) telah mewabah di Bali. Menurut Kemenkes, ada kesalahan informasi tentang situasi penyakit JE…

Sulap Ponsel Android Lama jadi Baru

Tak dimungkiri, permasalahan yang dihadapi pengguna smartphone Android adalah adopsi sistem operasi yang tidak merata. Sejumlah vendor smartphone kerap kesulitan…

Siap Beri Kenyamanan Berbelanja di Era Serba Terkoneksi - Hadirnya Logo Baru di HUT Electronic City

Siap Beri Kenyamanan Berbelanja di Era Serba Terkoneksi Hadirnya Logo Baru di HUT Electronic City NERACA Jakarta – Perjalanan bisnis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…