Prospek Cerah, MI Perkuat Produk Reksa Dana Syariah - Minat Masih Tinggi

NERACA

Jakarta-Meskipun industri pasar modal masih diwarnai fluktuasi pergerakan harga saham seiring dengan sentimen negatif krisis ekonomi global, rupanya tidak tidak membuat prospek pasar reksa dana syariah bakal terpukul. Sebaliknya, pasar reksa dana syariah masih berpeluang tumbuh lantaran pasarnya yang masih luas.

Direktur Utama PT Samuel Asset Management, Agus B. Yanuar mengatakan, optimistis reksa dana masih tetap tumbuh meskipun tidak signifikan. Pihaknya menargetkan untuk dana kelola reksadana syariah diperkirakan akan mencapai Rp800 miliar. “Saat ini ada sekitar Rp700 miliar dan banyak terjadi redemption (nilai pencairan) sehingga mungkin dana kelola untuk tahun 2012 ada sekitar Rp800 miliar,”katanya di Jakarta, Rabu (7/11).

Menurutnya, terjadinya redemption disebabkan saham syariah saat ini dalam kondisi bagus sehingga investor banyak yang memilih untuk menarik dananya. Sejauh ini, kategori investor untuk saham-saham syariah, yaitu investor yang hanya melihat sisi kesyariahan karena menilai lebih etis dan sehat.

Selain itu, ada juga investor yang ingin mendapatkan return yang tinggi. Meskipun masih mencatatkan pertumbuhan yang tidak terlalu tinggi, yaitu jika dana kelolaan sekitar 1 triliun, maka untuk saham syariah hanya mencatatkan di kisaran Rp600 miliar rupanya tidak menyurutkan niat perusahaan untuk kembali menerbitkan produk baru saham shariah equity fund pada Desember 2012.

Dari produk baru tersebut, kata Agus diproyeksikan dapat memperoleh dana kelola sebesar Rp100 miliar, “Saat ini sedang diproses di Bapepam-LK, kemungkinan bisa terbit pertengahan Desember dengan target dana kelola di tahun depan sekitar Rp100 miliar.”ungkapnya.

Kembangkan Produk Syariah

Sementara Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia, Michael Tjoajadi mengatakan, dana kelolaan dari produk reksa dana campuran syariah yaitu reksa dana Schroder Syariah Balanced Fund ditargetkan bisa mencapai Rp1 triliun pada akhir tahun 2012, “Hingga Oktober 2012, dana kelolaan sudah mencapai Rp 750 miliar dan diharapkan bisa mencapai Rp 1 triliun sampai akhir tahun,” ujarnya.

Berbeda dengan pihak Samuel Asset Management, pihaknya lebih memilih untuk fokus mengembangkan produk-produk yang telah ada termasuk reksa dana berbasis syariah, dibanding harus meluncurkan produk baru.

Selain peluncuran produk baru tersebut membutuhkan biaya, menurut Michael, di tahun 2012 pihaknya juga sedang berada dalam masa konsolidasi untuk mengefisienkan kinerjanya dari organisasi bawah ke organisasi atas.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, saham syariah saat ini menujukkan perkembangan yang positif. Hal tersebut ditujukkan dari masih besarnya minat investor terhadap saham syariah yang diperdagangkan di BEI, “Investor memiliki minat yang tinggi terhadap saham syariah, hal itu dibuktikan dari saham syariah yang diperdagangkan mencapai lebih dari 50% dari total saham yang ada.” jelasnya.

Menurut Ito, perkembangan saham syariah tersebut memiliki pengaruh yang sangat baik bagi investor dan pasar modal. Untuk perkembangan pasar saham ke depan, lanjut Ito hal itu akan dipengaruhi oleh kinerja emiten. Sementara untuk saham syariah sendiri, kata dia juga ditentukan oleh upaya pihak Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ikut bertanggung jawab terhadap perkembangan unit dan instrumen syariah. (lia)

BERITA TERKAIT

Ini Penjelasan Harga Cabai Merah Stabil Tinggi

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat harga cabai merah keriting dan cabai merah besar di sejumlah pasar tradisional menunjukkan peningkatan…

Anak Usaha Lippo Group Siap Perkuat Lini Usaha Logistik

Anak Usaha Lippo Group Siap Perkuat Lini Usaha Logistik NERACA Jakarta - Lippo Group menggandeng Sumitomo Corporation untuk memperkuat bisnis…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…