Koleksi Saham Perbankan Masih "Seksi" - Investasi Jangka Panjang

NERACA

Jakarta- Maraknya saham-saham perbankan mencatatkan kinerja keuangan yang positif, ditambah fundamental perseroan yang baik menjadi incaran para pelaku pasar untuk terus mengkoleksi saham-saham perbankan. Apalagi, sebagian besar saham perbankan masuk dalam saham-saham blue chip.

Oleh karena itu, menurut Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, saham perbankan dinilai layak untuk dikoleksi investor pasar modal untuk jangka panjang, “Jadi, jika melihat dari sudut pandang sebagai investor berorientasi jangka panjang, maka saham perbankan akan memberikan nilai positif,"katanya di Jakarta, Rabu (7/11).

Menurutnya, sepanjang perekonomian Indonesia masih tumbuh akan mendorong saham sektor perbankan membukukan kinerja positif. Asal tahu saja, kinerja saham sektor keuangan dan perbankan yang tercatat di pasar modal Indonesia cukup positif yang tercermin dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI.

Dia menambahkan, prospek industri perbankan di dalam negeri juga akan positif setelah Bank Indonesia (BI) merencanakan untuk mewajibkan cabang perbankan asing memiliki badan hukum di Indonesia atau berbentuk perseroan terbatas."Untuk menawarkan opsi penawaran umum saham perdana (IPO) kepada perbankan asing, kami akan melihat prospek itu setelah BI merealisasikan rencananya menjadi sebuah aturan,"ujarnya.

Sementara, Direktur Utama PT Schroeder Asset Management, Michael Tjoajadi mengatakan, ruang bisnis perbankan nasional melakukan ekspansi masih besar sehingga akan mendorong untuk mencari pendapatan dari sisi lain demi mempertahankan pertumbuhan laba bersih agar sahamnya tetap likuid di pasar modal, “Salah satunya dengan meningkatkan pendapatan operasional non bunga (fee based income) sehingga bisnis perbankan di 2013 masih dapat tumbuh 14 persen,"jelasnya.

Jamsostek Pilih Saham Bank

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Elvyn G Masassya mengatakan, dari total dana kelolaan seluruh nasabah per Oktober 2012 yang sebesar Rp134 triliun, pihaknya memiliki pengelolaan investasi yang cukup agresif pada portofolio saham.

Kata Elvyn, investasi dalam bentuk saham itu salah satunya di sektor perbankan. Sektor perbankan dinilai sebagai sektor yang sensitif terhadap perekonomian. Meski demikian tidak semua saham emiten perbankan layak dikoleksi investor.

Lanjutnya, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan seperti waktu investasi (timing), kapitalisasi, tata kelola perusahaan (good corporate governance), dan aspek keunikan bisnis yang dimilikinya, “Aspek terakhir kami nilai penting agar perbankan dapat terus tumbuh karena telah memiliki karakter dan pangsa pasar tersendiri,"ungkapnya.

Secara fundamental, dikemukakan dia, dalam lima tahun terakhir tingkat imbal hasil (return) indeks saham perbankan selalu "out performed" dari tingkat pertumbuhan IHSG. Sehingga selaku investor, saham sektoral perbankan dan keuangan merupakan sektor yang harus dipertimbangkan."Saya memperkirakan dalam 5-10 tahun ke depan akan terjadi perubahan 'style' di industri perbankan, dimana kompetisi akan terjadi tidak hanya antar industri perbankan tapi antar perbankan dengan industri non perbankan,"tandasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

OJK Dorong Perbankan Di Bali Optimalkan Penyaluran Kredit Pariwisata

    NERACA   Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan di Bali untuk mengoptimalkan penyaluran kredit sektor pariwisata…

Investasi, Divestasi, Privatisasi

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Mekanisme bisnis di bidang apa saja akan berjalan melalui proses yang umumnya…

Minat Investasi di Pasar Modal - Jumlah Investor di Kepri Tumbuh 58.86%

NERACA Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investasi sektor pasar modal semakin diminati masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Dimana hal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…