Euforia Kemangan Obama, Picu Aksi Ambil Untung

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 36,159 poin (0,84%) ke level 4.350,424. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 8,361 poin (1,13%) ke level 751,009. Aksi beli yang dilakukan investor memicu indeks BEI menguat, sementar dari luar negeri datang dari kemenangan presiden Amerika Serikat Barrack Obama dalam pemilihan presiden kedua kalinya.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, pergerakan indeks BEI diwarnai oleh pemilu presiden AS yang kembali dimenangkan oleh Barack Obama, “Memasuki pemerintahannya yang kedua, presiden Obama diharapkan segera menyelesaikan kebijakan "fiscal cliff" senilai 600 miliar dolar AS. "Fiscal cliff" akan aktif secara otomatis jika di parlemen tidak ada kesepakatan tentang kompromi anggaran,”katanya di Jakarta, Rabu (7/11).

Selanjutnya, dikatakan dia, pasar finansial global juga masih menanti wacana pergantian pemimpin di China. Pasar kembali akan "wait and see" apakah pengganti PM Wen Jiabao akan memiliki arah kebijakan ekonomi yang berbeda.

Hal itu dapat dimengerti karena saat ini China merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Berikutnya, dia memproyeksikan IHSG Kamis akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.320-4.370 poin. Pada perdagangan kemarin, hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa bisa menghijau dan penguatan paling tinggi dilakukan saham-saham lapis dua di sektor industri dasar.

Satu sektor masih melemah, yaitu sektor perdagangan. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 124.640 kali pada volume 4,176 miliar lembar saham senilai Rp 4,469 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 120 saham stagnan. Sementara bursa-bursa di Asia, pada perdagangan Rabu kemarin berakhir mixed dan beberapa masih ada yang terjebak di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.300 ke Rp 14.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.050 ke Rp 47.500, Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 22.800, dan Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 26.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 800 ke Rp 7.200, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 300 ke Rp 4.400, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 275 ke Rp 2.500, dan Indosat (ISAT) turun Rp 150 ke Rp. 6.450.

Sementara pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 21,588 poin (0,50%) ke level 4.335,853. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,501 poin (0,61%) ke level 747,149. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun menghijau, lantaran investor semangat melakukan aksi beli lantaran sentimen positif atas kemenangan Obama sebagai presiden AS.

Penguatan indeks kemarin, dipimpin oleh saham-saham lapis dua di sektor industri dasar. Saham-saham unggulan berbasis komoditas juga masih menjadi incaran. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 66.051 kali pada volume 2,234 miliar lembar saham senilai Rp 1,839 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 89 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 950 ke Rp 47.400, Indocement (INTP) naik Rp 700 ke Rp 23.100, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 26.250, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 21.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 600 ke Rp 7.400, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 54.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 100 ke Rp 41.850, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 100 ke Rp 7.200.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 6,58 poin atau 0,51% ke posisi 4.320,85. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,68 poin (0,23 persen) ke level 744,33, “Bursa Asia bergerak 'mixed' dengan kecenderungan menguat. Namun, pasar masih mengantisipasi hasil pemilu AS yang telah dilakukan, dimana beberapa survey di AS menyatakan Obama unggul tipis terhadap Romney," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.\

Menurutnya, jika Obama kembali terpilih, terdapat kekhawatiran akan terjadi "fiscal cliff" di 2013 sementara jika Romney berhasil menang, terdapat risiko likuiditas karena potensi tidak dilanjutkannya program pelonggaran kuantitatf (QE) ketiga yang saat ini sedang berjalan.

Di sisi lain, lanjut dia, penguatan harga komoditas dunia termasuk harga minyak sawit mentah CPO) yang naik signifikan 4,2% menjadi sentimen naiknya IHSG. Oleh karena itu, IHSG akan bergerak menguat seiring penguatan harga komoditas dunia. Beberapa saham berbasis komoditas baik itu energi, baja ataupun CPO diperkirakan menguat.

Sementara analis Recapital Securities, Agustini Hamid menambahkan, dari sisi teknikal indeks BEI masih memiliki potensi penguatan hingga menjelang akhir pekan ini. Meski demikian, pelaku pasar juga tetap fokus pada hasil pemilu Presiden AS.

Menurut dia, jika pemilu Presiden dimenangkan oleh Mitt Romney, diperkirakan pelaku pasar menyambut positif sehingga akan memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan."Mitt Romney yang berasal dari Partai Republik lebih cenderung pro pasar keuangan dibandingkan Barack Obama," ucap dia.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 12,09 poin (0,06%) ke level 21.932,34, indeks Nikkei-225 naik 22,49 poin (0,25%) ke level 8.997,64, dan Straits Times menguat 3,61 poin (0,12%) ke level 3.022,94. (bani)

BERITA TERKAIT

Mengambil Untung dari Perang Dagang

  Oleh: Nailul Huda, Peneliti INDEF   Sudah lebih dari 3 tahun pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat…

Sektor Wisata Lesu, Malaysia Untung

Wisatawan yang sebelumnya banyak membeli paket wisata ke destinasi favorit di Jawa dan Bali mulai beralih dan memilih Malaysia. Penganten…

DKFT Targetkan Untung Rp 46,45 Miliar

NERACA Jakarta – Seiring dengan rencana pembangunan smelter, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) membidik laba bersih Rp46,45 miliar tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indonesian Tobacco Patok IPO Rp219 Persaham

NERACA Jakarta - Perusahaan pengolahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk menawarkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp219 per…

Tridomain Tawarkan Bunga Obligasi 10,75%

PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) menawarkan obligasi II tahun 2019 senilai Rp400 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perseroan di…

Saham LUCK Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini perdagangan saham PT Sentra Mitra…