Batasan Dana Yang Ditanggung IPF Belum Diputuskan

NERACA

Jakarta– Meskipun lembaga baru perlindungan nasabah pasar modal atau investor protection fund (IPF) sudah dibentuk November tahun ini, namun untuk operasionalnya belum sepenuhnya dapat dijalankan. Pasalnya, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum bisa pastikan berapa dana investor yang dapat dicover.

Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Bapepam-LK Yuantia Linda Sari mengatakan, soal dana investor yang ditangung IPF belum bisa dibocorkan berapa nilai pasti penjaminannya, ““Belum bisa kita katakan, masih sedang didiskusikan,” katanya di Jakarta, Rabu (7/11).

Padahal, lembaga ini sudah hampir terbentuk dan tinggal menunggu waktu sebelum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbentuk. Kata Yuanita, untuk menetapkan besaran nilai penjaminan di tahap awal, nantinya pihak SRO akan mengacu dari negara lain seperti Amerika Serikat maupun negara-negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Singapura dan lain-lain.”Yang paling utama kita melihat AS bagaimana proses penentuan besarannya dan mekanismenya seperti apa,”ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito pernah bilang, pihaknya akan meresmikan lembaga baru PT Perlindungan Investor Efek Indonesia pada bulan November, “Lembaga baru ini tidak berada dibawah SRO dan ini adalah realisasi dari proyek pembentukan perlindungan investor pasar modal atau Investor Protection Funds (IPF),”ungkapnya

Ito menuturkan, sesuai target lembaga baru ini akan hadir sebagai lembaga perlindungan investor pasar modal. Namun untuk operasional, pungutan pada nasabah dan teknisnya belum bisa direalisasikan karena masih menunggu hasil kajian dari steakholder industri pasar modal.

Sementara Direktur BEI Frederica Widyasari Dewi menuturkan, nantinya modal untuk lembaga ini awalnya akan disetor dari PT Bursa Efek Indonesia dan dua self regulatory organizatioan (SRO) lain seperti PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebesar Rp 100 miliar.

Hal ini mengingat pihak perusahaan efek merasa keberatan akan biaya yang dibebankan lagi atas biaya penjaminan dari lembaga ini. “Rp15 miliar untuk untuk biaya PT-nya dan Rp85 miliar dibagi tiga,” ujarnya.

Asal tahu saja, modal awal IPF akan disetor dari BEI dan dua self regulatory organizatioan (SRO) lain seperti PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebesar Rp 100 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Berikan Payung Hukum Khusus - Pemerintah Kritik Unicorn Yang Belum IPO

NERACA Jakarta – Desakan pemerintah lewat Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara agar empat perusahaan starup…

Diversifikasi Pasar Ekspor untuk RI yang Sejahtera

  Oleh: Nurul Karuniawati, Peneliti Universitas Udayana               Setiap peluang perdagangan akan menentukan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Karena itu,…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Bakal Kembali Panggil Manajemen SOCI

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta manajemen PT Soechi Lines Tbk (SOCI) meminta penjelasan terkait dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan…

Estika Tiara Bidik Dana IPO Rp 226,11 Miliar

PT Estika Tata Tiara mengincar dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp226,11 miliar. Calon emiten distribusi makanan…

PLI Mulai Pasarkan Double Great Residence

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) mulai melakukan pembangunan hunian edukasi pertama di Serpong, Double Great Residence (dahulu K2 Park) pada…