Peluang Usaha Katering di Pesawat Masih Terbuka Lebar - Pemain Masih Sedikit

Bepergian menggunakan pesawat mungkin bukanlah hal baru bagi sebagian warga Indonesia. Tetapi, Pernah kah terpikir akan makanan yang kita konsumsi saat berada di pesawat. Terlebih dalam hal kebersihan serta kesehatan. Ya, bagi sebagian orang yang mengedepankan kesehatan tentu menjadi sebuah masalah.

Oleh karena itu, masalah kebersihan makanan harus dijunjung tinggi perusahaan penyedia katering bagi sebuah maskapai. Nah, masalah-masalah tadi mamang menjadi konsern perusahaan penyedia makanan dalam pesawat.

Persoalan higienitas memang menjadi andalan bagi jasa catering penerbangan. Bagaimana tidak, setiap makanan siap saji harus melalui 10 tahap, mulai dari penerimaan barang, penyimpanan, pemotongan, pemasakan, pengeringan, pencucian, pengeringan kembali, dan sebagainya.

Selama proses pembuatan makanan, setiap bahan makanan harus dipastikan benar-benar steril. Karena itu, bahan makanan seperti sayuran dan daging selalu disimpan dalam kamar pendingin. Sayuran disimpan dalam kamar pendingin 4 derajat celcius dan daging dalam kamar pendingin 18 derajat celcius.

Agar tetap segar, petugas membawa makanan ke pesawat dengan dry es dalam suhu kurang dari 13 derajat celcius. Sterilisasi harus menjadi poin penting yang diutamakan. Hal itu berlaku sejak awal penerimaan bahan makanan hingga makanan disajikan pada konsumen.

Bangunan perusahaan juga harus mendukung, seperti di Aerofood misalnya, ruangan yang ada terbagi dalam beberapa ruangan. Sebelum masuk, kita harus mengenakan pakaian khusus yang menutupi seluruh tubuh dan rambut. Kalau tidak jangan harap bisa masuk ke dalamnya.

Karena itu, seluruh pegawai di sana diwajibkan memakai pakaian khusus dan penutup kepala saat bekerja, tujuannya agar produk makanan yang dihasilkan benar-benar higienis, dan tetap terjaga kesehatannya.

“Setiap karyawan masuk tempat kerja, petugas selalu mengukur suhu badan. Jika lebih dari 38 derajat celcius, maka karyawan tak diperbolehkan bekerja agar tak menulari karyawan lain atau menyebarkan penyakit melalui makanan,” ucap Anton Partono, Eksekutive Vice President Hotel & Resort Aerowisata.

Tak hanya itu, Aerofood juga mensyaratkan beberapa hal lainnya sebelum makanan sampai ke konsumen. Bahan makanan tersebut lalu dicuci dengan menggunakan larutan chlorin selama 3 menit, supaya bakteri e-coli mati. Lalu ditiriskan, dikeringkan, dibungkus plastik dan kemudian divakum agar bisa tahan lebih lama, selama kurang lebih 10 hari. Untuk menetralisir pestisida, buah-buahan dan sayuran juga dicuci dengan larutan bodrex netral cleaner dan air.

Saat ini, pemain usaha di bidang catering pesawat mamang masih sedikit. Baru ada beberapa pemain dimana salah satunya diisi perusahaan besar Aerofood ACS. Makanya, sesungguhnya peluang untuk itu kini masih terbuka lebar.

Pasalnya, perusahaan ini tidak hanya melayani kebutuhan katering untuk pesawat Garuda saja. Tapi juga 23 penerbangan asing seperti Japan Airlines, Air Asia, Emirates, Thai Airways, dan lain sebaginya.

Nah, di tengah persaingan dunia usaha penerbangan, setiap maskapai harus menawarkan layanan dengan keunikan tertentu. Layanan tersebut hanya akan mengena bagi konsumen juka disajikan dengan jaminan kualitas, entah dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga makanan. Hanya maskapai yang memiliki keunikan dan kualitas tertentu yang akan dipilih konsumen.

BERITA TERKAIT

Dikategorikan B3, Limbah Faba Masih Bisa Dimanfaatkan

      NERACA   Jakarta - Industri manufaktur berperan penting dalam implementasi konsep ekonomi berkelanjutan. Selain akan menjadi tren…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Pastikan Suspensi KIJA Masih Berlanjut

NERACA Jakarta – Meskipun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sudah memberikan penjelasan terkait potensi gagal bayar atau default atas…

Dunia Usaha - Insentif ‘Potongan Pajak Super’ Pacu Industri Gencarkan Vokasi

NERACA Jakarta – Pemerintah bertekad untuk mendorong sektor industri manufaktur agar terlibat aktif menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…