Peran Ibu Dalam PAUD

Peran seorang ibu dalam mendidik anak bahkan tidak dapat dibandingkan dengan seorang ayah meski secara fisik lebih kuat, karena dalam beberapa hal seorang ibu lebih memiliki kemampuan dibanding seorang ayah (laki-laki), khususnya dalammendidik anak.

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pendidikan bagi anak di usia dini merupakan basis penentu pembentukan karakter manusia Indonesia di dalam kehidupan berbangsa.Pentingnya pendidikan pada masa ini sehingga sering disebut dengan masa usia emas(the golden age). Dalam masa periode emas anak, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peranan penting dalam meletakkan pendidikan selanjutnya.

Dalam budaya kita, pendidikan anak dini usia adalah kewajiban ibu, lagipula, pendidikan anak ini berlangsung di rumah. Di tangan ibu, keberhasilan pendidikan anak-anaknya, walau tentunya keikutsertaan bapak, tidak dapat diabaikan begitu saja. Seorang ibu memegang peranan penting dalam proses tumbuh kembang dari seorang anak.Oleh karena itu, seorang ibu harus memberikan perhatian penuh dalam proses tumbuh kembang anaknya.

Perkembangan terjadi secara simultan dengan pertumbuhan, dimana perkembangan awal menentukan perkembangan selanjutnya. Seperti halnya pertumbuhan, perkembangan berlangsung dalam kecepatan yang berbeda-beda. Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembanganpun demikian, terjadi peningkatan mental, ingatan, daya nalar, asosiasi dan lain-lain.

Pada masa tumbuh kembang anak, masa yang paling menentukan adalah masa di dalam kandungan ibunya dan kira-kira dua tahun sesudahnya. Pada masa ini sel otak sedang tumbuh dan menyempurnakan diri secara pesat sekali kemudian bertambah lambat sedikit demi sedikit sampai anak berumur lima tahun.

Jika ditinjau dari segi neurologis, Bayi Baru Lahir (BBL) sudah menunjukkan reaksi emosi, bahkan janin yang masih berusia 7 bulan dalam kandungan sudah dapat bereaksi terhadap rangsangan dari luar.

Pada masa-masa ini orang tua, khususnya ibu harus menyadari pentingnya memberikan stimulasi bagi perkembangan anak, yakni dengan memberikan perangsangan dan latihan-latihan terhadap kepandaian anak yang datangnya dari lingkungan di luar anak.Seperti bermain dan bercanda dengan anak. Melalui aktifitas ini setiap individu dapat menggunakan proses mentalnya untuk mengembangkan imajinasinya serta memberikan ekspresi terhadap pemikiran kreatif.

Stimulasi adalah perangsangan yang datangnya dari lingkungan di luar individu anak. Anak yang banyak mendapatkan stimulasi akan lebih cepat berkembang daripada anak yang kurang atau bahkan tidak mendapatkan stimulasi. "Memberikan stimulasi yang berulang dan terus menerus pada setiap aspek perkembangan anak berarti telah memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal," kata Soetjiningsih di sebuah buku.

BERITA TERKAIT

Hut KPR Ke-42 - BTN Ajak Milenial Mengambil Peran

NERACA Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  merayakan hari ulang tahun (HUT) KPR ke 42 yang jatuh pada…

Dukung Rumah Terjangkau MBR - BTN Siap Ambil Peran Pembiayaan Rumah

NERACA Bali - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap menjadi integrator dalam menggerakkan sektor riil melalui pembiayaan perumahan di…

DHE Wajib Simpan di Dalam Negeri, Investor Lari?

Oleh: Pril Huseno Dalam waktu dekat pemerintah akan mengeluarkan beleid Peraturan Pemerintah (PP) tentang kewajiban bagi para pengusaha (atau eksportir)…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Film "Prasangka" Juarai Lomba Film Pendek Koperasi

Tiga film pendek terbaik berhasil memenangkan Lomba Film Pendek Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Oktober 2018.  Ketiga film…

Pegawai Kemenkop dan UKM Lakukan Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana

Pegawai Kementerian Koperasi dan UKM melakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.…

Presiden Setujui Pendirian Universitas Persis

      Presiden Joko Widodo menyetujui pendirian Universitas Persis sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar…