Landasan Belajar Seumur Hidup - Tercapaikah Target Pemerintah di Bidang Pendidiakn?

Investasi pendidikan pada usia dini menghasilkan manfaat yang lebih baik dibandikan dengan investasi pada tingkat usia lainnya. Praktisi, pembuat kebijakan dan para ahli harus bekerjasama untuk memperkuat agenda Pendidikan Anak Usia Dini guna meraih hasil yang lebih baik.

Belum lama ini, para pakar pendidikan internasional dan pembuat kebijakan berkumpul di Jakarta untuk membahas pendidikan anak usia dini. Para pakar berpendapat bahwa pendidikan usia dini sangat penting, seperti halnya peran keluarga, masyarakat dan sekolah, untuk memastikan bahwa anak-anak prasekolah dan sekolah dasar memiliki landasan yang kokoh untuk belajar seumur hidup.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle mengatakan bahwa anak-anak yang mendapat pendidik usia dini memperlihatkan perkembangan fisik, sosio-emosional dan kognitif jauh lebih besar dari anas-anak yang tidak mendapatkan layanan tersebut.

Baik secara global maupun di negara-negara Asia dan Pasifik, kelompok yang paling rentan tidak naik kelas dan putus sekolah adalah anak-anak pada tahun-tahun pertama sekolah dasar. Oleh karena itu, lanjut dia, dengan meningkatkan akses terhadap pendidikan anak usia dini, generasi-generasi penerus Indonesia akan lebih berhasil di sekolah dan dapat meraih taraf hidup yang lebih berkualitas.

Dengan dukungan Pemerintah Kerajaan Belanda dan Bank Dunia, Pemerintah Indonesia telah meningkatkan akses pada layanan Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) bagi masyarakat berpenghasilan rendah, guna memperkuat kapasitas para murid ketika mulai sekolah. Di desa-desa yang menerima manfaat proyek ini, anak-anak menunjukkan kemampuan berbahasa dan perkembangan kognitif yang lebih baik, serta angka pendaftaran yang terus meningkat.

Melalui program berbasis masyarakat hasil kerjasama ini, dampak jangka pendek partisipasi layanan PAUD pada perkembangan anak di 50 kabupaten miskin dapat terlihat. Dengan menggunakan data evaluasi dampak secara acak yang sedang berlangsung. Evaluasi ini menggunakan pendekatan eksperimental dan non eksperimental serta memanfaatkan fakta bahwa desa-desa tersebut mulai berpartisipasi dalam proyek pada waktu yang berbeda-beda.

Dengan demikian, anak-anak dalam kelompok masyarakat yang menerima layanan proyek selama 20 bulan dapat dibandingkan dengan anak-anak dalam kelompok masyarakat yang hanya menerima layanan yang sama selama 9 bulan. Selain itu, masyarakat yang menerima proyek layanan PPAUD dapat dibandingkan dengan kelompok masyarakat yang bukan bagian dari proyek.

Temuan dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi midline yang pengumpulan data putaran terakhirnya akan dilakukan pada akhir 2013 ini memperlihatkan bahwa partisipasi anak pada layanan PPAUD meningkat setelah pemerintah memberikan pemahaman kepada masyarakat kurang sejahtera akan pentingnya pengembangan anak usia dini.

Dalam jangka pendek, proyek PPAUD hanya berdampak kecil pada perkembangan anak secara rata-rata. Namun, efek positif pada sejumlah domain yang termasuk dalam evaluasi lebih besar pada anak-anak kurang sejahtera dan anak-anak yang belum berpartisipasi dalam layanan PPAUD.

BERITA TERKAIT

Kerjasama Kartu Kredit Pemerintah

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo (kedua kanan) dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati…

Ciptakan IKM Unggul - Pemerintah Terus Dorong e-Commerce Untuk Cetak Wirausaha Baru

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya Industri Kecil Menengah (IKM) serta wirausaha baru di Tanah Air. Salah…

Pemerintah Kaji Penggunaan O-Bhan untuk Transportasi Massal - Gabungkan BRT dan LRT

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

PPDB Zonasi Banyak Dikeluhkan

      Sejumlah warganet mengeluhkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)…

Waspadai Anak Bermain Gawai Keseringan

    Dokter Spesialis Anak DR. dr. Meita Dhamayanti, Sp.A(K) mengatakan bayi di bawah umur lima tahun (balita) yang cenderung…

Merajut Jaring Literasi Baca Anak

    "Halo, perkenalkan, namaku Ceta. Aku mau ajak teman-teman di sini untuk bermain tebak-tebakan. Mulai dari kelompok perempuan dulu,…