Tak Terpengaruh LTV, Kredit KPR Permata Dipatok Rp15 T

NERACA

Jakarta - PT Bank Permata Tbk mematok kucuran kredit pemilikan rumah (KPR) bisa mencapai Rp15 triliun di akhir tahun ini. Adapun per September 2012, outstanding KPR sudah mencapai Rp14 triliun. “KPR naik lebih dari 50% dari tahun lalu. Di akhir tahun bisa Rp15 triliun. Sekarang sudah sudah Rp14 triliun, jadi tinggal sedikit lagi,” tutur Direktur Retail Banking Bank Permata, Lauren Sulistiawati di Jakarta, Selasa (6/11).

Menurut dia, aturan LTV atau loan to value (besaran pinjaman terhadap aset) sebesar 70% yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) pada 15 Maret, dan efektif berlaku pada 15 Juni lalu, tidak terlalu berpengaruh terhadap bisnis KPR, yang selama ini sudah menerapkan LTV 70-80%.

“Kita tidak ada perlambatan. Kita kerjasama dengan developer premium, sebelumnya LTV kita rata-rata 70-80% jadi aturan ini pengaruhnya tidak terlalu besar.” tukasnya. Dia juga menambahkan, kebanyakan nasabah KPR perseroan sendiri membeli rumah untuk ditinggali, walaupun ada juga yang untuk investasi.

Harga rumah yang dibiayai pun berkisar antara Rp500 juta sampai Rp1 miliar, meskipun perseroan tidak menetapkan batas atas dari harga rumah yang dibiayai. Ke depan, perseroan menilai bisnis KPR masih akan tetap berkembang seiring dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia, dan kenyataan suplai dari perumahan di Indonesia sendiri masih kurang.

“Tahun depan, kebutuhan rumah di Indonesia, terutama di kota-kota besar masih sangat banyak sekali, sedangkan suplainya terbatas. Jadi ke depan, potensi masih sangat tinggi sekali. Target tahun depan KPR bisa tumbuh 25%,” tukasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Cara Mengetahui Kanker yang Tak Bisa Dideteksi Dini

Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh. Namun, sayangnya tak semua jenis kanker bisa dideteksi dini. Tercatat, hanya…

Indonesia Tak Ingin Perang Dagang dengan China

NERACA Jakarta – Indonesia tidak menginginkan ada perang dagang dengan China sehingga diharapkan kedua negara sama-sama adil dalam memberlakukan komoditas…

RUU Ekonomi Kreatif Tak Batasi Kreativitas

      NERACA   Bali - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menegaskan bahwa rancangan undang-undang (RUU) Ekonomi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK "Lepas Tangan" Bunga P2P Lending

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa regulator tidak mengatur secara spesifik besaran bunga…

Generasi Milenial Potensial Pasar Asuransi

    NERACA   Jakarta - Perusahaan asuransi dan manajemen aset AXA Indonesia (AXA Group) menyatakan generasi milenial (penduduk Indonesia…

The Fed akan Naikkan Bunga Bertahap

      NERACA   Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Hal…