Tingkatkan Pengawasan, OJK Kaji Produk Investasi

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji produk-produk investasi yang dapat dilakukan secara global, agar bisa diawasi di masa mendatang. Adapun penawaran saham lintas negara (cross border offering) merupakan salah satu investasi yang akan diawasi serta coba untuk diterapkan di pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif bidang Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan, kemunculan OJK sendiri memang diharapkan bisa meningkatkan kontrol pengawasan industri keuangan demi terjaganya stabilitas sistem keuangan. Dengan semakin canggihnya perkembangan keuangan saat ini, mau tidak mau otoritas harus bisa mengawasi semua jenis produk yang ditawarkan lembaga jasa keuangan.

“Bisa saja kami melakukan pengawasan bersama dengan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi Indonesia) karena ada produk derivatif dan indeks global yang diperdagangkan di sana,” tutur Nurhaida di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pengawasan produk derivatif sendiri perlu dilakukan, namun pada kenyataannya Bappebti tidak masuk ke dalam struktur OJK. Demikian perlu koordinasi untuk menyinergikan pengawasan. Nurhaida menambahkan, OJK nantinya juga dapat melakukan pengawasan jika rencana penerapan cross border offering di Indonesia direlisasikan. Sehingga penawaran saham lintas negara tidak merugikan investor di Indonesia.

Kelanjutan rencana menerapkan cross border offering itu sendiri saat ini sudah sangat sering dibahas dalam forum antar negara-negara kawasan Asia Tenggara (Asean). Regulator pasar modal di negara kawasan Asia Tenggara ini juga sudah membuat standarisasi jika rencana tersebut ingin direalisasikan.

“Akan tetapi untuk penerapannya di Indonesia sendiri saat ini masih terbentur dengan beberapa aturan, khususnya terkait bank kustodian sebagai pihak yang menerbitkan Sertifikat Penitipan Efek Indonesia (SPEI). Sebab saat ini fungsi bank kustodian hanya sebagai tempat menyimpan efek dan bukan sebagai penerbit,” jelas Nurhaida.

Saat ini regulator pasar modal sedang dalam tahap mencari bentuk SPEI sebelum dapat merealisasikan rencana menerapkan cross border offering. Aturan terkait SPEI ini sendiri rencananya akan dibahas dan direalisasikan di 2013 yang dimasukkan ke dalam aturan OJK.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) bersama bank sentral se-Asia Tenggara juga tengah mengkaji bank-bank mana saja yang memenuhi standar menjadi bank dengan kualifikasi Asean (Qualified ASEAN Bank). Bank-bank ini akan beroperasi lintas batas di Asia Tenggara menyambut Masyarakat Ekonomi Asean pada 2015 mendatang.

"Ini sudah sepakati dalam ASEAN Banking Integration Framework. Nanti akan dibawa ke dalam Rapat Dewan Gubernur tahun 2013, dan akan diumumkan ke masyarakat dan diajukan bank-bank mana yang bisa sebagai Qualified ASEAN Bank, yang sudah di bawah kendali OJK," kata Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan Bank, Halim Alamsyah di Jakarta, awal November lalu.

Bank yang dipilih harus memiliki kredibilitas dan kapabilitas mumpuni untuk menjalankan aktivitas bisnis lintas batas negara berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria tersebut masih dibahas oleh otoritas jasa keuangan di negara Asean.

"Kami juga harus siap-siap di tahun 2020 untuk menerima bank-bank tidak saja dari bank dari Asean. Tapi saya kira juga banyak bank-bank dari negara lain. Sekarang kebetulan masih ditangani oleh BI dan nanti OJK," jelas Halim. [ardi]

BERITA TERKAIT

OJK Raih WTP dari BPK

    NERACA   Jakarta - Laporan keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari…

OJK Dorong BPD Lakukan Spin Off Unit Syariahnya

    NERACA   Pontianak - Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, sampai saat…

Marketing Bagian Penting Pemasaran Produk KUKM

Marketing Bagian Penting Pemasaran Produk KUKM NERACA Solo - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menekankan bahwa marketing merupakan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Group Jaring Talenta Bidang Digital

  NERACA   Jakarta - CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group) menyelenggarakan CIMB 3D Conquest, kompetisi yang bertujuan mendapatkan dan…

Persiapan Pertemuan IMF – World Bank Hampir Matang

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan mengatakan persiapan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World…

Mandiri Utama Finance Luncurkan Produk Syariah

      NERACA   Jakarta – Melihat potensi pasar yang besar, PT Mandiri Utama Finance (MUF) meluncurkan produk pembiayaan…