BKPM: Pemilu AS Takkan Pengaruhi Hubungan Ekonomi

NERACA

Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri menilai bahwa hasil pemilihan umum Amerika Serikat tidak akan memengaruhi hubungan ekonomi antara Indonesia dengan negara tersebut.

"Siapapun kandidat yang akan keluar sebagai pemenang dalam pemilihan umum AS, hubungan bisnis dengan Indonesia akan tetap berjalan seperti biasa," kata Chatib seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa (6/11).

Menurut Chatib, pemilihan umum adalah bagian dari logika politik yang bekerja secara terpisah dengan logika ekonomi yang menjadi landasan hubungan bisnis antara Indonesia dengan AS.

"Hubungan bisnis dan investasi akan tetap berjalan tanpa terpengaruh oleh kondisi politik," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pasar internasional tengah menunggu hasil pemilihan umum di AS.

Berbeda dengan Chatib, Bambang berpendapat bahwa calon presiden Mitt Romney dari Partai Republik dan Barrack Obama dari Partai Demokrat masing-masing akan membawa kebijakan ekonomi yang berbeda karena dilandasi ideologi politik yang berbeda pula.

Perbedaan tersebut menurut Bambang akan sangat berpengaruh bagi pasar Internasional.

Romney, sesuai dengan aliran ekonomi Partai Republik, dipercaya akan menerapkan ekonomi sisi penawaran (supply side economy). Model ekonomi ini berpusat pada usaha pengurangan subsidi dan pajak sampai pada level tertentu.

Model yang kerap dikritik karena dianggap berpihak pada orang kaya ini bertujuan agar pemilik modal, yang sudah diberi insentif pengurangan pajak, dapat menginvestasikan uangnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Sementara itu, Partai Demokrat yang diwakili Obama berpendapat bahwa 'supply side economy' hanya akan menambah defisit anggaran karena penerimaan pajak berkurang. Demokrat juga berpandangan, kekayaan negara tidak dapat didistribusikan melalui pengurangan pajak dan subsidi (public spending) melainkan justru sebaliknya.

Program layanan kesehatan yang dibiayai pemerintah selama masa Obama seperti Medicaid adalah contohnya.

Pemilihan umum di Amerika Serikat akan dilaksanakan pada Selasa (6/11) waktu setempat. Menjelang pesta demokrasi tersebut, Indeks Dow Jones di negara tersebut mengalami penurunan 0,2% menjadi 13.065,87. Penurunan juga terjadi pada indeks saham Jepang, Nikkei yang turun 30,89 poin atau 0,34 persen menjadi 8976.55 poin. (doko)

BERITA TERKAIT

Ekonomi Terjebak Situasi

  Oleh: Ambara Purusottama School of Business and Economic Universitas Prasetiya Mulya   Perubahan situasi global membuat hampir semua negara…

Deindustrialisasi Makin Nyata, Ekonomi Memburuk

Oleh: Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Ekonomi Indonesia 2019 semakin terpuruk. Neraca perdagangan selama empat…

Diversifikasi Ekonomi Daerah

Prediksi sejumlah ekonom bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 (yoy) sebesar 5,2%, ternyata meleset pada hanya mencapai 5,07%, atau naik tipis…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Lebaran Usai, Cashbac Tebar Promo

  NERACA   Jakarta - Usai melewati libur panjang dan kembali beraktifitas, Cashbac hadirkan beragam promo cashback yang spektakuler di…

Pupuk Hayati Dinosaurus Diklaim Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Tanaman

  NERACA   Jakarta - Dalam berbisnis agrikultur, pemilihan pupuk yang terbaik menjadi salah satu faktor terpenting untuk tanaman. Menurut…

Dompet Dhuafa Himpun Donasi Rp96 miliar Selama Ramadhan

      NERACA   Jakarta - Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa berhasil menghimpun donasi sebesar Rp96 miliar yang dikumpulkan…