Saham Perdana Adi Sarana ‘Kebanjiran’ Permintaan

NERACA

Jakarta- PT Adi Sarana Armada Tbk mematok harga penawaran umum saham perdana sebesar Rp390 per saham untuk 1,36 miliar saham biasa yang dilepas atau sekitar 40,03% dari modal yang ditempatkan.

Seperti diinformasikan dalam prospektus perseroan, nilai keseluruhan penawaran umum sebesar Rp530,4 miliar. Dari jumlah saham yang ditawarkan perseroan berencana mengalokasikan saham ke karyawan (ESA) sebanyaknya 68 juta saham atau sebesar-besarnya 5%.

Direktur Utama PT Buana Capital Benny Hardiman Setiabrata mengatakan, saham Adi Sarana mencatatkan permintaan yang cukup baik. Untuk peminat dari pihak institusi telah mengalami kelebihan permintaan hingga 4 kali namun dari sisi ritel masih belum dapat diketahui secara spesifik, “Dari pihak asing maupun lokal, permintaannya masih tinggi. Untuk ritel juga ada dalam fixed allotment tetapi tidak terlalu banyak. Porsi fixed allotment sebesar 98%, dan pooling hanya 2%.”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, dengan mempertimbangkan arus kas dan EBITDA Adi Sarana, pihaknya optimistis saham yang telah diterbitkan dapat terjual habis. “Saya rasa peminatnya akan tinggi, apalagi melihat harga terhadap arus kas itu mencapai 4,5 kali.” ujarnya.

Sementara apabila dilihat dari earning value terhadap EBITDA yang berada di kisaran 5,5 kali dan menujukkan growth yang juga sangat tinggi, bahkan bisa sampai 100% menurut Benny, juga dapat menambah daya tarik bagi investor.

Benny menambahkan, jika Adi Sarana memiliki EBITDA yang lebih besar dari laba bersihnya, sehingga valuasi ini pun jadi pertimbangan perseroan dalam menetapkan harga penawaran umum saham perdana

Target Perseroan

Sementara Direktur Keuangan PT Adi Sarana Armada Tbk, Hindra Tanujaya mengatakan, bisnis penyewaan kendaraan masih sangat berprospek dan terlebih saat ini pemain besar sewa kendaraan belum terlalu banyak. Alasannya, saat ini banyak perusahaan memilih outsourcing (menyewa) kendaraan ketimbang membeli karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan.

Di tahun depan saja, kata dia nilai kontrak baru yang sudah didapatkan perseroan sekitar Rp 200 miliar. Hingga akhir tahun ini, perseron menargetkan bisa membukukan pendapatan senilai Rp800 miliar yang berasal dari operasional rental mobil.

Sementara untuk target pendapatan di tahun 2013, pihaknya memproyeksikan sebesar Rp1,07 triliun dan laba bersih sekitar Rp138 miliar. Sepanjang semester pertama 2012, perseroan telah merealisasikan pendapatan sebesar Rp353,6 miliar dari semester pertama 2011 sebesar Rp246,7 miliar.

Laba bersih komprehensif mencapai Rp10,6 miliar hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp3,1 miliar. “Kontribusi terbesar kami masih dari rental mobil sekitar 67%, logistik sekitar 12%, dan used car sekitar 10%, serta sisanya driver services,” tandasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Rights Issue, NIPS Lepas 4,088 Miliar Saham

Emiten produsen aki kendaraan, PT Nipress Tbk (NIPS) bakal mengelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 14…

Perdana Karya Raup Untung Rp 24,70 Miliar

NERACA Jakarta – Perusahaan konstruksi, PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) membukukan laba bersih hingga kuartal III-2018 sebesar Rp 24,70 juta.…

Mantan Presdir Borneo Prima Gugat Pemegang Saham

Mantan Presdir Borneo Prima Gugat Pemegang Saham NERACA Jakarta - PT Borneo Prima Coal Indonesia dengan kedua pemegang sahamnya, Kirkham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…