IHSG Masih Ada Ruang Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 11,326 poin (0,26%) ke level 4.314,265. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,759 poin (0,24%) ke level 742,648.

Analis Recapital Securities Agustini Hamid mengatakan, penguatan indeks BEI disebabkan faktor teknikal. Dimana saham-saham berkapitalisasi besar yang telah turun cukup signifikan masuk dalam area oversold (jenuh jual), “Dari sisi teknis, indeks BEI juga masih memiliki potensi penguatan hingga menjelang akhir pekan ini. Meski demikian, pelaku pasar juga tetap fokus pada hasil pemilu Presiden AS Rabu, “katanya di Jakarta, Selasa (6/11).

Menurut dia, jika pemilu Presiden AS dimenangkan oleh Mitt Romney, diperkirakan pelaku pasar menyambut positif sehingga akan memberikan sentimen baik bagi pasar keuangan. "Mitt Romney yang berasal dari Partai Republik lebih cenderung pro pasar keuangan dibandingkan Barack Obama," ungkap.

Berikutnya, indeks BEI Rabu diperkirakan akan bergerak di kisaran level support-resistance" 4.290-4.320 poin. Pada perdagangan kemarin, aksi beli di menit-menit terakhir berhasil membalikan arah indeks sektoral yang sebelumnya melemah langsung menguat ke zona hijau. Sehingga hanya satu sektor yang masih melemah, yaitu indeks sektor aneka industri.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 112.460 kali pada volume 3,798 miliar lembar saham senilai Rp 4,336 triliun. Sebanyak 111 saham naik, sisanya 115 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Tak banyak berubah, bursa-bursa di Asia juga ditutup dengan kompak melemah di teritori negatif. Sama seperti domestik, investor regional juga menunggu keputusan pemilu presiden AS. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 8.000 ke Rp 710.000, Indocement (INTP) naik Rp 650 ke Rp 22.400, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 300 ke Rp 7.300, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 16.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 900 ke Rp 8.000, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 600 ke Rp 13.000, Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 21.050, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 200 ke Rp 54.800.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 6,224 poin (0,14%) ke level 4.309,163. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,185 poin (0,16%) ke level 742,074. Saham-saham unggulan banyak diincar investor, aksi beli selektif pun terjadi. Tapi, saham-saham lapis dua justru banyak dilepas, membuat lima sektor terkena koreksi dan lima lainnya masih bisa menguat.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 54.773 kali pada volume 1,789 miliar lembar saham senilai Rp 1,807 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 16.450, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 200 ke Rp 20.000, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 200 ke Rp 5.250, dan (PSAB) naik Rp 200 ke Rp 5.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 1.350 ke Rp 7.550, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 21.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 46.300, dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 150 ke Rp 4.900.

Diawal perdagangan, IHSG BEI dibuka naik 2,66 poin atau 0,06% ke posisi 4.305,60. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,68 poin (0,09%) ke level 741,57, “Mayoritas bursa Asia dibuka bergerak berfluktuasi memfaktorkan sentimen negatif dari Eropa dan pasar mengantisipasi agenda politik pekan ini yakni pemilu AS dan pergantian kekuasaan di China," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Dia mengatakan, bursa Eropa ditutup melemah pada perdagangan kemarin seiring pasar kembali memfaktorkan ketidakpastian pemberian "bailout" untuk Yunani dimana pemerintahannya akan kembali mengajukan proposal pengetatan anggaran ke parlemen.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi menambahkan, melemahnya harga "crude palm oil" (CPO) melemah 3,2% bakal menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG BEI, “Saham-saham sektor 'plantation' diperkirakan mengalami tekanan seiring koreksi harga CPO," katanya.

Dirinya memperkirakan, secara teknikal indeks BEI bakal bergerak "mixed" melemah di kisaran 4.280-4.330 poin. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 127,83 poin (0,58%) ke level 21.878,57, indeks Nikkei-225 turun 26,42 poin (0,29%) ke level 8.981,02, dan Straits Times melemah 6,51 poin (0,21%) ke level 3.025,18. (bani)

BERITA TERKAIT

Tren IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan - Sentimen Transaksi Berjalan

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis (8/11) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup kembali menguat seiring dengan harapan positif…

Tidak Ada Alasan Harga Beras Naik, Stok Cukup - SATGAS PANGAN POLRI KEJAR PELAKU PENGUBAH SPESIFIKASI BERAS

Jakarta-Kementerian Pertanian mengklaim kenaikan harga beras kualitas medium merupakan anomali, karena stok beras di gudang milik Bulog maupun di Pasar Induk…

Pancasila untuk Indonesia, Tidak Ada Tempat bagi Khilafah

Oleh: Maman Harun, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan  Pertemuan antara dua ormas Islam terbesar di Indonesia telah memberikan penegasan yang kuat bagi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…