Target Penjualan JMCS 2012 Meleset

Ajang pameran Jakarta Motorcyle Show (JMCS) yang berakhir 4 november kemarin di Jakarta Convention Center, masyarakat terlihat begitu antusias menyaksikan pameran. Bisa terlihat dari hasil penjualan sepeda motor secara total sejak hari pertama yang mencapai 1.244 unit dengan nilai transaksi sebesar lebih dari Rp33 miliar. Namun, angka tersebut masih jauh dari apa yang ditargetkan, karena JMCS kali ini menargetkan transaksi sebesar Rp150 miliar.

NERACA

Penjualan motor pada JMCS 2012 mengalami penurunan jika dibandingkan ajang serupa tahun lalu, alhasil target Rp150 miliar yang digadang-gadang pun meleset. Terlepas dari menurunnya penjualan motor di JMCS tahun ini, banyak kalangan tetap percaya pameran kali ini akan menjadi pendorong pertumbuhan industri sepeda motor tanah air.

JMCS 2012 kali ini diikuti 4 produsen motor AISI dan 6 produsen motor non-AISI yang menampilkan berbagai motor besar dan kecil.Sementara itu jumlah pengunjung JMCS kali ini cukup tinggi. Kondisi ini karena antusiasme para pelaku industri otomotif dan juga masyarakat umum yang turut berpartisipasi mendukung JMCS 2012.

Penjualan roda dua JMCS 2012 bila dibandingkan dengan Pekan Raya Jakarta memang masih kalah jauh. "Kan JMCS hanya 5 hari sedangkan PRJ itu kan 30 hari," tambah Gunadi dari AISI.

Namun, penjualan kendaraan roda dua di tanah air, tidak akan mengalami peningkatan penjualan yang signifikan. Untuk itu,diharapkan acara JMCS 2012 bisa menjadi referensi bagi masyarakat mengenai perkembangan industri sepeda motor di tanah air.

Sejumlah merek sepeda motornya yang hadir di JMCS antara lain Honda, Suzuki, Yamaha, Kawasaki, Ducati, Husqvarna dan BMW, KTM, dan Victory selain sejumlah sepeda motor asing yang dipamerkan beberapa importir seperti Aprilia dan Lambretta.

Sementara itu, industri pendukung sepeda motor yang turut hadir di pameran itu antara lain Pertamina, ban sepeda motor TDR, Motoritz, helm BMC, KYT, NHK, oli BM1, Federal Oil dan sejumlah komponen pendukung lain."Kami berharap, melalui JMCS 2012 kita bisa menunjukkan pada masyarakat optimisme para pelaku produsen sepeda motor Indonesia untuk terus bisa meningkatkan industri ini demi kemajuan bersama,” tegas Gunadi.

Tantangan penurunan daya beli masyarakat yang dihadapi saat ini, tidak serta merta menyurutkan langkah para pelaku industri ini untuk melakukan inovasi dan mengembangkan produk-produk sepeda motor ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Industri sepeda motor juga masih tetap memberikan kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dukungan pada bangkitnya industri sepeda motor tanah air juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, Budi Darmadi, baginya, pemerintah khususnya Kementrian Perindustrian kini ingin memfokuskan dan memprioritaskan pengembangan industri kendaraan sepeda motor dalam negeri, diharapkan dengan kebijakan baru tersebut dapat dimanfaatkan membangkitkan motivasi dan inovasi para produsen kendaraan untuk mewujudkan upaya pengembangan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat.

"Pameran ini saya nilai sangat penting artinya, karena melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku industri kendaraan bermotor roda dua dan indutri pendukungnya di Indonesia, dapat lebih memahami perkembangan desain, teknologi dan juga permintaan pasar," tuturnya.

Dengan demikian, semakin tingginya tuntutan konsumen terhadap kebutuhan akan berbagai aspek kualitas dengan harga terjangkau. Nah, hadirnya pameran JMCS 2012 untuk kalangan masyarakat luas, menjadi kesempatan untuk melihat dan mengenal lebih jauh berbagai produk kendaraan roda dua dengan teknologi terkini yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sedangkan penurunan angka penjualan JMCS tahun ini, akan menjadi acuan perbaikan do segala sisi. Ujung-ujungnya, para pelaku industri sepeda motor optimis kalau penjualannya pada tahun-tahun berikut akan mengalami peningkatan.

BERITA TERKAIT

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Bisnis Semen Masih Lesu - Semester Satu, Penjualan SMGR Turun 4,86%

NERACA Jakarta- Lesunya penjualan semen di semester pertama 2019, dirasakan betul bagi produsen semen. Salah satunya PT Semen Indonesia (Persero)…

Berkah Proyek MRT - Intiland Optimis Penjualan Capai Rp2,53 Triliun

NERACA Jakarta – Keberadaan transportasi massal mass rapid transportation (MRT) menjadi sentimen positif untuk mendongkrak penjualan properti milik PT Intiland…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

GR Supra GT4 Diperuntukkan Bagi Pecinta Kendaraan Sport

Toyota Gazoo Racing telah menginformasikan bahwa mereka akan segera meluncurkan GR Supra GT4, sebuah mobil balap yang dikhususkan bagi pelanggan…

Carfix Resmikan Jaringan Bengkel ke-14 di Indonesia

Carfix membuka jaringan yang ke-14 di Indonesia dengan meresmikan outlet bengkel di Pondok Indah, Jakarta Selatan, guna menjawab tingginya kebutuhan…

Yamaha Vega Hadir Kembali, Tampilannya Lebih Sporty

Sejak peluncuran terakhir model sepeda motor bebek 110cc pada awal 2016, Yamaha Indonesia menghadirkan penyegaran produk Yamaha Vega dengan perubahan…