MEMILIH AIR MINUM ISI ULANG - Sistem Reserve Osmosis

MEMILIH AIR MINUM ISI ULANG

Aqua, Air Gunung, atau RO

Kondisi air tanah di Jakarta sebagian besar sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Jangankan untuk minum, untuk mencuci pakaian saja terkadang sudah tak bisa karena sudah tercemar maupun terinfiltrasi air laut, terutama di kawasan Jakarta bagian utara.

Kualitas air yang tak layak dikonsumsi untuk minum kini tidak hanya di Jakarta, tapi juga berbagai kawasan hunian baru di sekitar Jakarta. Kawasan hunian baru kini banyak berlokasi di bekas empang, cekungan, atau bekas tegal dan sawah yang kualitas airnya tak layak minum karena banyak mengandung zat besi, magnesium, timbale, tembaga, dan zat beracun lainnya.

Jangankan buat minum, untk mencuci, air tanah di rumah juga tak bisa untuk mencuci pakaian, karena meninggalkan warna kekuningan. Mau tak mau banyak rumah tangga yang membeli air minum dalam kemasan (AMDK) atau lebih akrab disebut air minum isi ulang. Ada tiga alternatif membeli AMDK bermerek dengan harga di kisaran Rp 12.000/galon isi 17-19 liter. Satu galon rata-rata habis dalam waktu sekitar 3 hari untuk minum dan masak.

Dengan demikian, dalam sepekan mengonsumsi 2-3 galon atau 8-12 galon per bulan. Jadi rumah tangga tersebut harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 96.000 – Rp 144.000. Orang memilih mengonsumsi AMDK merek Aqua, misalnya, karena merasa kualitasnya paling baik di antara AMDK yang ada.

Bagi yang kantungnya cekak, tapi harus membeli air minum kemasan karena kualitas air sumurnya tak layak dikonsumsi, mereka memilih membeli AMDK air gunung. Harganya hanya Rp 3.500/galon. Jadi tiap bulan keluarga itu harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 28.000 – Rp 42.000. Namun, dari sejumlah tes dengan Total Dissolved Solid (TDS) meter menunjukkan, kualitas air minum dari pegunungan sangat rendah, bisa mencapai skala 30-70 mikron. Sedangkan pengukuran TDS Meter terhadap Aqua galon menunjukkan angka sekitar 30.

Keputusan Menteri Kesehatan No.907 Tahun 2002 tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum mensyaratkan, air layak konsumsi, dari segi fisik, tidak boleh berbau, tidak berasa, tidak berwarna, serta tidak boleh keruh. Kedua, dari segi kimiawi, air minum itu boleh mengandung cemaran logam, tetapi harus sesuai dengan kadar maksimum yang telah ditetapkan. Cemaran logam dimaksud seperti timbal (Pb); tembaga (Cu); Cadmium (Cd); Raksa (Hg); Perak (Ag) dan Cobalt (Co). Sedangkan dari segi mikrobiologinya, air minum sama sekali tidak boleh mengandung cemaran mikrobiologi.

Sistem Reserve Osmosis

Selain AMDK bermerek dan air minum pegunungan, ada satu lagi jenis air minum yang diproses melalui sistem reserve osmosis (RO) atau penyaringan. Air RO diproses dengan filter yang mampu menyaring partikel hingga 1-5 mikron.

Tingkat kejernihannya jauh di atas air Aqua. Sejumlah perusahaan memasarkan peralatan RO secara door to door. Harga per unit untuk ukuran rumah tangga, yaitu berkapasitas hingga 5 galon 19 liter/hari sekitar Rp 2,5juta hingga Rp 3,5 juta per unit. Pihak sales memberi alternatif pembelian secara cash atau kredit. Jika cash bisa diberi harga hingga Rp 2,5 juta. Sedang jika diangsur, total sebesar Rp 3,5 juta.

Bagi rumah tangga yang tertarik membeli instalasi air RO, pihak perusahaan akan mengikat mereka dengan melakukan kontrol secara periodik untuk mengganti filter. Ada tiga filter air RO. Filter pertama harus diganti tiap 6 bulan. Filter kedua diganti setahun sekali, dan filter ketiga, dua-tiga tahunan. Harga yang dipatok untuk setiap filter cukup signifikan jika kita beli sendiri di pusat perdagangan Glodok atau Harco Mangga Dua. Filter pertama dijual sekitar Rp 30 ribu, sedangkan di Glodok hanya Rp 15.000.

Ada beberapa merek mesin RO yang ada di pasaran. Di antaranya, Micron, Nesca, NLG, dan CCK. Jika ingin berbisnis air RO, mesin RO yang ditawarkan berkapasitas hingga 50 galon per hari paket yang ditawarkan Rp 20 juta – Rp 50 jutaan, sudah termasuk display/counter, tangki air dan filter berdiameter besar.

Air RO galonan dapat dijual dengan harga tengah di antara air isi ulang pegunungan dan AMDK Aqua. Di sekitar Pasar Karbela (Karet Belakang), Setiabudi, Jakarta Selatan, air RO isi ulang dijual Rp 9.000. “Sehari kami bisa menjual hingga 200 galon,” tutur Anto, pengelola usaha air RO tersebut.

Sedangkan di kawasan pinggiran, air RO bahkan dijual sama dengan harga air suling pegunungan, Rp 3.500/galon. Harga itulah yang dipatok Masjid Al Muhajirin, di Komplek Pondok Sukatani Permai,Kecamatan Tapos, Depok. “Jika diantar, ya Rp 3.500, kalau ambil sendiri Rp 3.000 saja, tutur H Hasnan, ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muhajirin, menjelaskan. Silakan pilih air minum yang sehat, hemat biaya lagi. (saksono)

BERITA TERKAIT

Larangan Makan Minum di KRL

Ada yang aneh peraturan larangan makan dan minum di KRL CommuterLine sangat tidak jelas dan cenderung petugas bertindak tanpa dasar…

DPMPTSP Kota Sukabumi Terus Bantu Pengusaha Dalam Penggunaan Sistem OSS

DPMPTSP Kota Sukabumi Terus Bantu Pengusaha Dalam Penggunaan Sistem OSS NERACA Sukabumi - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu…

Menanti Tindakan Tegas - Setelah Musibah Lion Air:

Jika pemerintah menanti hingga investigasi KNKT tuntas, masyarakat baru dapat mengetahui sanksi yang akan dijatuhkan untuk Lion Air Group sebagai…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

BUMN Diusulkan Bantu Milenial Miliki Rumah

BUMN Diusulkan Bantu Milenial Miliki Rumah NERACA Jakarta - Pengamat properti, Ali Tranghanda menyampaikan usulan agar BUMN dapat membantu generasi…

Perusahaan Properti Karawang Kembangkan Hunian Ala Jepang

Perusahaan Properti Karawang Kembangkan Hunian Ala Jepang NERACA Karawang - Perusahaan properti di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berinovasi mengembangkan hunian…

Adhi Commuter Properti Garap Pasar LRT

Adhi Commuter Properti Garap Pasar LRT NERACA Jakarta - PT Adhi Commuter Properti (ACP) anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero)…