BNI Berkomitmen Dukung MP3EI

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk menegaskan dukungannya terhadap proyek Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Perseroan akan mencoba ikut berkontribusi dalam pembangunan di wilayah Indonesia bagian Timur.

“Kita ini bank yang saham mayoritasnya dimiliki pemerintah. Mau tidak mau, maka kita akan men-support program pemerintah. Tapi, untuk membangun suatu wilayah itu perlu ada kebersamaan. Bank itu (tugasnya) hanya fasilitator, bukan motor (penggerak)," kata Direktur Utama BNI, Gatot Mudiantoro Suwondo di Jakarta, Senin (5/11).

Menurut dia, untuk mendukung MP3EI perlu ada keberanian dalam mengeksekusi suatu kebijakan. Pasalnya, tanpa ada eksekusi tersebut, BNI tidak bisa mendukung program pemerintah itu. BNI akan mendukung secara bersama-sama dengan pemerintah dan institusi terkait.

“Caranya nanti kita bisa saja dengan sindikasi, sinergi antar BUMN, memfasilitasi dengan cara pembiayaan, dan semacamnya. Tapi, nanti itu perlu diperbincangkan lagi," ujar Gatot. Dia juga menambahkan, untuk menyukseskan dukungan BNI dengan program pemerintah, maka pihaknya akan meminta masukan dari chief economist yang dimiliki BNI.

Dengan demikian, BNI akan mendapatkan informasi berharga mengenai lini bisnis yang berpotensi untuk dimasuki perseroan. “Dari (masukan) chief economist, nanti bisa memberikan informasi mengenai sektor unggulan di suatu daerah itu apa kedepannya. Memberikan informasi mengenai daerah mana yang pertumbuhan ekonominya tercepat, dan mengetahui proyek apa yang dijalankan,” paparnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti pemerintah agar bisa menarik minat para investor untuk lebih banyak berinvestasi secara langsung melalui penanaman modal asing (PMA), untuk membiayai pengadaan infrastruktur dalam menopang pertumbuhan perekonomian.

“Investasi harus lebih tinggi, ekspornya harus lebih tinggi, bisa tidak? Kalau bisa, pertumbuhan ekonomi bisa 6,8%. Artinya bisa tidakmelakukan investasi dan mengundang investasi. Bukan hanya investasi sebesar US$15 miliar tapi di atas US$20 miliar,” jelas Gubernur BI, Darmin Nasution, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, kendati telah memiliki program MP3EI dalam menggenjot pertumbuhan infrastruktur dalam negeri, pemerintah tetap perlu memastikan ketersediaan infrastruktur dasar untuk bisa menarik investor berinvestasi dalam proyek MP3EI tersebut.

“Rencana detail tata ruangnya beres, akses ruangnya beres, air bersihnya ada. Dengan begitu lebih mudah mengundang investor baik membangun untuk membangun sektor listrik maupun industri yang mengolah macam-macam bahan baku. Jadi tidak bisa kita mengharapkan investor asing maupun swasta masuk kalau infrastruktur dasarnya belum ada,” tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Gandeng IKA ITS, BNI Life Tawarkan Program Asuransi

    NERACA   Jakarta - PT BNI Life Insurance (BNI Life) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Ikatan Alumni…

HASANAH SPOT BNI SYARIAH

Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, Pemimpin Wilayah BNI Jakarta BSD, Henry Panjaitan, Direktur Kepatuhan dan Risiko…

Chandra Asri Petrochemical Dukung Penerapan Aspal Plastik di Cilegon

Chandra Asri Petrochemical Dukung Penerapan Aspal Plastik di Cilegon NERACA Jakarta – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), perusahaan petrokimia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Niaga Cetak Laba Rp3,5 Triliun

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (diaudit) sebesar Rp3,5…

BCA Jadi Mitra Distribusi Penjualan ST-003

    NERACA   Jakarta – Komitmen Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan…

Penerbitan Sukuk Global Bakal Pulih

    NERACA   Jakarta - Lembaga pemeringkat Moody's Investor Service mengatakan pada Selasa bahwa mereka memperkirakan penerbitan sukuk negara…