Laris Manis Penjualan BSD Picu Laba Tumbuh 31.25% - Catatkan Laba Capai Rp 901,58 Miliar

NERACA

Jakarta – Besarnya permintaan pasar properti seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi dalam negeri memberikan dampak pada kinerja perusahaan properti dan salah satunya PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Anak usaha dari Sinarmas Land ini berhasil mencatatkan prestasi kinerja melebih target.

PT Bumi Serpong Damai Tbk membukukan laba bersih Rp 901,58 miliar di triwulan III-2012. Laba ini naik 31,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 686,9 miliar. Laba bersih perseroan ini telah melampaui perolehan laba di akhir 2011 lalu yaitu sebesar Rp 840,78 miliar, “Laba perseroan ditopang oleh naiknya pendapatan yang mencapai Rp 2,631 triliun atau tumbuh 26,75% ketimbang periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 2,075 triliun, “kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSDE Hermawan Wijaya dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (5/11).

Selain itu, dia juga menuturkan rasio laba juga tumbuh 31,25% menjadi Rp 51,53 per saham dibandingkan kuartal III-2011 sebesar Rp39,26. Kata Hermawan Wijaya, meningkatnya harga tanah dan properti di kawasan BSD City di kisaran 20-30% per tahun menjadikan kawasan BSD City sebagai salah-satu incaran konsumen di daerah Serpong.

Pada akhir tahun 2012 nanti, pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia itu berharap bisa meraup laba lebih dari Rp 1 triliun. Salah satunya melalui penjualan properti kelas premium. Angka penjualan dari segmen residensial menjadi kontributor terbesar pendapatan BSDE yakni sebesar 46% atau mencapai Rp 1,2 triliun dari total pendapatan. Angka ini tumbuh 34% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2011.

Sementara penjualan terbesar kedua dikontribusikan oleh penjualan kavling tanah sebesar 28% atau setara Rp 727 miliar. Segmen ini berhasil tumbuh 26% pada periode sembilan bulan pertama 2012 dibandingkan periode yang sama tahun 2011.

Kinerja Keuangan

Sepanjang sembilan bulan pertama 2012 anggota kelompok Sinar Mas Land tersebut berhasil menekan laju beban pokok penjualan daripada tingkat kenaikan pendapatan yakni, hanya tumbuh 22% sementara penjualan berhasil tumbuh 27%.

Beban usaha pun naik lebih rendah ketimbang kenaikan Pendapatan yakni 15,13%. Pencapaian tersebut membuat laba kotor perusahaan tumbuh 29% menjadi Rp 1,714 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,327 triliun. Bahkan laba usaha naik signifikan 41,45% menjadi Rp 1,005 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 710,174 miliar.

Sebagai informasi, BSD City merupakan proyek kota mandiri terbesar Sinar Mas Land yang menempati area seluas 5.950 ha. Kawasan kota mandiri ini terdiri dari kawasan perumahan, komersial dan industri ringan. BSD City saat ini memberikan kontribusi pendapatan terbesar yakni sebesar 53% dari total pendapatan konsolidasi perseroan.

Sedangkan tier kedua terbesar ditunjang oleh anak usaha, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) sebesar 44% yang terdiri dari proyek residential dan komersial seperti perkantoran dan ITC yang tersebar di Jabodetabek dan Surabaya."Prospek properti di Indonesia sangat baik. Dengan tingkat BI Rate terendah sepanjang sejarah dan daya beli kalangan menengah terus membaik. Hal tersebut membuat produk-produk properti yang ditawarkan terus mengalami kenaikan permintaan seperti yang kami alami,”tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

BALI Catatkan Pendapatan Rp 300 Miliar

PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menyampaikan optimistis target pendapatan Rp600 miliar akan dapat tercapai pada akhir 2019. Pasalnya, sampai…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 4,6 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Mei 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah mengantongi kontrak baru senilai Rp4,6 triliun.…

Momentum Lebaran Kerek Penjualan Mega Perintis

NERACA Jakarta – Berkah momentum Ramadhan dan Lebaran kemarin, menjadi keyakinan bagi PT Mega Perintis Tbk (ZONE) bahwa penjualan perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indonesian Tobacco Patok IPO Rp219 Persaham

NERACA Jakarta - Perusahaan pengolahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk menawarkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp219 per…

Tridomain Tawarkan Bunga Obligasi 10,75%

PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) menawarkan obligasi II tahun 2019 senilai Rp400 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perseroan di…

Saham LUCK Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini perdagangan saham PT Sentra Mitra…