BEI Diminta Kerja Keras Sosialisasi Pasar Modal - Jumlah Investor Melorot

NERACA

Jakarta-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pertumbuhan investor domestik pada kuartal ketiga 2012 tidak mengalami peningkatan yang signifikan. “Pertumbuhan investor domestik tidak terlalu tinggi, tapi jika dilihat dari jangka waktu panjang, pertumbuhan investor melonjak dua kali lipat dari tiga tahun terakhir.” jelas Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta (5/11).

Untuk pengembangan jumlah investor domestik di tahun 2013, lanjut Ito, pihaknya akan tetap menjalankan program yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu dengan melakukan sosialisasi dan edukasi. “Sebetulnya pengembangan investor domestik hampir sama dengan tahun lalu, tahun ini tetap difokuskan untuk sosialiasi dan edukasi,” ujarnya

Menurut Ito, dalam melakukan upaya tersebut, pihaknya akan mengoptimalkan peran pusat informasi pasar modal di kota-kota lain di luar Jakarta dan pusat-pusat bursa efek di pojok kampus. Selain itu, pihaknya juga akan mengaktifkan peran sosial media sebagai salah satu pelangkap kegiatan untuk mengembangkan jumlah investor.

Lebih lanjut Ito mengungkapkan, sampai dengan saat ini bursa saham Indonesia masih didominasi oleh keberadaan investor asing. Hal itu, kata dia ditunjukkan dari posisi kepemilikan saham investor asing yang saat ini masih berada di kisaran 60%. Meskipun demikian, dari sisi transaksi perdagangan yang terjadi di BEI saat ini mencatatkan bahwa investor domestik lebih aktif dibanding tahun sebelumnya.

Masih tingginya dana asing yang masuk ke pasar saham domestik tersebut dinilai merupakan bukti bahwa pelaku pasar saham asing tidak kehilangan kepercayaan terhadap potensi industri pasar modal Indonesia. Pengembangan jumlah investor lokal dimaksudkan untuk menyeimbangkan kondisi pasar modal, terlebih di saat terjadi pelarian dana besar-besaran secara mendadak.

Data BEI menyebutkan, akumulasi net buy asing pada kuartal III mencapai Rp14,35 triliun. Sementara pada kuartal II/2012 tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp8,198 triliun, dan pada kuartal I/2012 beli bersih asing sebesar Rp10,021 triliun.

Sebelumnya pengamat pasar modal Yanuar Rizki menilai, selama ini investor lokal masih bersikap pragmatis dan kebanyakan mereka hanya mementingkan spekulasi dan bukan fundamental yang kuat, “Untuk menarik jumlah investor, BEI harus memperhatikan perlindungan bagi investor dan memberikan efisiensi sehingga mereka menjadi nyaman untuk bermain di pasar modal,”ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, pasar modal juga dibutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan investasi. Oleh karena itu, BEI harus membangun infrastruktur baik dan harus dibuat nyaman dan aman dalam berinvestasi.

Selain itu, lanjut Yanuar, BEI juga perlu meningkatkan daya saingnya baik itu untuk emiten, perusahaan efek hingga regulatornya. Karena salah satu menarik minat investasi ke pasar modal diperlukan dukungan likuiditas transaksi. “Sebenarnya ini opportunity bagi Indonesia untuk meningkatkan likuiditas di masa depan. Pada saat investor kembali, kita punya likuiditas yang cukup,” jelasnya.

Dia menambahkan, target BEI tahun depan dinilai cukup berani padahal kinerja BEI belum berhasil dengan capaian target IPO yang belum tercapai, transaksi harian hingga penurunan dana investasi di saham. Meski demikian, dirinya menilai pasar modal dalam negeri saat ini lebih menarik dan sangat mumpuni untuk mengalami peningkatan. (lia)

BERITA TERKAIT

Menteri LHK: Program Kerja Jokowi Jadi Perhatian di Pertemuan Internasional

Menteri LHK: Program Kerja Jokowi Jadi Perhatian di Pertemuan Internasional NERACA Incheon, Korea Selatan - Berbagai langkah korektif sektor lingkungan…

Menteri LHK: Indonesia Belanda Mantapkan Kerja Sama Lingkungan Hidup

Menteri LHK: Indonesia Belanda Mantapkan Kerja Sama Lingkungan Hidup NERACA Karuizawa, Jepang - Pemantapan kerja sama bidang lingkungan hidup dilakukan…

Menteri LHK: Kerja Sama Kehutanan Indonesia – Korsel Akan Libatkan Kaum Milenial

Menteri LHK: Kerja Sama Kehutanan Indonesia – Korsel Akan Libatkan Kaum Milenial NERACA Incheon – Kerja sama bidang kehutanan dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Waskita Beton Oversubscribe 2,18 Kali

NERACA Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe untuk penawaran awal obligasi berkelanjutan I…

Mahaka Radio Bagikan Dividen Rp 7 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar…

Dividen Delta Djakarta Naik 88,3% - Pemprov DKI Jakarta Kebagian Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta – Di balik rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA),…