Pasar Komputer Nasional Tumbuh 30% - Hingga Akhir 2012

NERACA

Jakarta - Hingga akhir tahun ini, pasar produk komputer nasional mengalami pertumbuhan 30% dibandingkan tahun lalu berkat harga produk yang semakin terjangkau. “Penetrasi komputer di Indonesia baru sebesar 6% terhadap populasi penduduk, sehingga potensi pembeli baru sangat besar. Sampai dengan akhir tahun ini, pasar produk komputer diproyeksikan mencapai 6,5 juta unit,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Setyo Handoyo, di Jakarta, Senin (5/11).

Pada kuartal III dan IV tahun ini, menurut Setyo, akan menjadi momen penjualan komputer terbesar. “Pasar komputer portabel jenis tablet dan ultrabook di tahun ini akan tumbuh signifikan dan menggerus pasar komputer portabel konvensional atau notebook,” ujarnya.

Sedangkan pasar ultrabook di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat pada tahun ini. Notebook yang dicirikan dengan ketipisannya ini akan menjadi tren pasar komputer personal. “Hampir semuanya arahnya ke ultrabook, dan diproyeksikan pangsa pasar ultrabook pada tahun ini bisa tumbuh 40%. Pertumbuhan pasar ultrabook didorong peningkatan penggunaan internet yang semakin canggih,” kata Director Sales Intel Indonesia, Brata Rafly.

Brata menyatakan pengguna internet kini mempunyai ragam kebutuhan, baik itu kreasi untuk kepentingan pekerjaan, akses ke sosial media maupun untuk hiburan, seperti streaming video YouTube.

“Aktivitas ini membutuhkan hardware yang semakin canggih yang bisa mendukung kebutuhan sehari-hari. Untuk pasar ultrabook menyasar konsumen yang ingin upgrade perangkat laptop dan orang-orang yang sudah punya komputer personal akan memilih memperbarui komputernya,” tandasnya.

Capai 40%

Sebelumnya Hidayat merilis data tentang pasar komputer tablet di Indonesia saat ini telah mencapai angka 40%. Jumlah itu bahkan telah mengalahkan jumlah pasar notebook di Indonesia yang saat ini berada dikisaran 20-30%. “Penyebabnya adalah harga tablet relatif murah dan lebih mudah untuk dibawa kemana-mana. (Tablet) permintaannya banyak sekali, sehingga harganya murah,” kata Hidayat.

Dia bahkan memperkirakan pasar tablet di Indonesia akan meningkat pada tahun depan. Menurut dia, tiga tahun lagi (tahun 2015) pasar tablet bisa mencapai 91%. Untuk itu, Hidayat menyerukan agar para pengusaha bisa waspada dengan kenaikan pasar tablet tersebut. Menurut dia, permintaan yang tinggi itu pasti akan membuat harga tablet di Indonesia semakin murah. “Harganya bisa turun sampai 20%, jadi para pengusaha harus jual (tablet) lebih banyak, kita harus kerja keras” kata Hidayat.

Di tempat berbeda, Vice President Business Advisor Samsung Electronics Indonesia, Andre Rompis mengungkapkan, penjualan ponsel pintar dan tablet PT Samsung Electronics Indonesia meningkat cukup signifikan. “Sampai sekarang kami masih memimpin pasar tablet di Indonesia dengan 24% pangsa pasar pada kuartal pertama 2012, sejauh ini tidak ada tanda-tanda penurunan penjualan,” kata Andre Rompis.

Andre mencontohkan, penjualan ponsel pintar terbaru Samsung Galaxy S III yang diklaim cukup mengesankan baik untuk pasar Indonesia maupun secara global yang telah melampaui 10 juta unit penjualan. “Di beberapa negara lain di luar Amerika Serikat sepertinya tidak akan terlalu berdampak,” kata Andre, meskipun menolak menyebutkan nilai penjualan maupun kuantitasnya.

Menurut Andre, pihak Samsung justru prihatin dengan keputusan yang memenangkan Apple tersebut karena berpotensi mendorong harga ponsel pintar dan tablet (terutama di Amerika Serikat) menjadi lebih mahal akibat sedikitnya variasi produk. “Selama ini kami mengedepankan pendekatan yang terus menerus kepada konsumen, yang merupakan strategi utama untuk memenangkan hati konsumen,” kata Andre.

Lebih jauh lagi Andre memaparkan pihak Apple menganggap Samsung yang bermain di pasar ponsel pintar dan tablet telah melanggar hak paten produk mereka yang bernuansa desain persegi panjang dan sudut membulat khas iPhone buatan Apple. Keputusan juri di pengadilan AS menilai raksasa elektronik Korea Selatan telah melanggar beberapa paten produk Apple dan mengganjar denda sebesar US$ 1.051 miliar.

Sebelumnya juga dikhawatirkan keputusan itu akan menunda peluncuran beberapa produk terbaru Samsung, khususnya tablet terbaru Samsung Galaxy Note 10.1 yang akan dipasarkan mulai 1 September mendatang di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Soal Tiket "Mahal" dan Nasib Maskapai Nasional

Oleh: Metta Dharmasaputra, CEO Katadata.co.id Jalur udara, tak lagi menjadi primadona arus mudik Lebaran tahun ini. Tiket pesawat yang naik…

Dominasi Impor Barang China Penuhi Pasar Domestik

      NERACA   Jakarta – Ketergantungan akan barang China tak bisa dianggap enteng. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat…

Panorama Berharap Tumbuh di Kuartal Dua

PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) menaruh asa performance kinerja keuangan di kuartal dua tahun ini bisa lebih baik. Namun demikian,…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perdagangan Domestik - Persaingan Ketat Disebut Sebab Penutupan Gerai Ritel Modern

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai penutupan beberapa gerai ritel modern Giant, yang dimiliki oleh PT…

INDEF Nilai Penurunan Harga Avtur Solusi Sesaat

NERACA Jakarta – Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menilai permintaan pemerintah kepada Pertamina…

Penyelesaian RCEP Bantu ASEAN Kelola Ketegangan Perdagangan

NERACA Jakarta – Proses negosiasi perundingan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) pada 10 negara anggota Association…