Tonggak Ekonomi Indonesia Untuk Masa Depan Yang Lebih Cerah - Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini

Bekerjasama dengan Bank Dunia dan Pemerintah Kerajaan Hindia Belanda, pemerintah Indonesia terus melakukan upaya untuk meningkatkan pendidikan anak usia dini melalui peningkatan akses pelayanan agar terjangkau masyarakat miskin.

NERACA

Selama satu dekade terakhir perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif, penurunan angka kemiskinan, dan kemajuan dalam banyak Sasaran Pembangunan Millenium (MDGs). Meskipun kemajuan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan tercapai, kesenjangan akan akses layanan Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) kerap menimpa anak-anak dari keluarga kurang sejahtera di Indonesia, dimana kemiskinan merupakan tantangan dalam pengembangan holistik dan kesiapan bersekolah sebagian besar anak Indonesia, dan berkontribusi pada kegagalan anak-anak kurang sejahtera untuk maju melalui sistem pendidikan.

"Kenyataanya, tidak semua anak di Indonesia mendapatkan layanan PPAUD. Meskipun tingkat partisipasi pada layanan PPAUD kini telah meningkat, kelompok bermain dan taman kanak-kanak, telah meningkat di Indonesia, kemungkinan anak-anak kurang sejahtera untuk berpartisipasi tetap jauh lebih kecil," Kata Education Specialist, Rosfita Roesli.

Padahal, pada rentang usia sejak lahir sampai 6 tahun, anak-anak mengembangkan kompetensi dan ketrampilan yang penting dalam setiap perkembangan. Anak-anak yang mendapat layanan PPAUD menunjukkan perkembangan fisik, kognitif, sosial-emosional yang jauh lebih baik dibandingkan anak-anak yang tidak mendapat layanan tersebut.

Rosfita mengungkapkan, sekitar 7 dari 31 juta anak usia dini di Indonesia mendapat layanan PPAUD yang setengahnya (50%) adalah perempuan. Sisanya, semua anak usia 0-6 tahun tidak terlayani. Tak hanya itu, kesempatan bagi anak dari kelompok sejahtera untuk mendapatkan akses layanan PPAUD empat kali lebih besar dari rekan-rekan mereka dari kelompok tidak mampu.

Berpijak dari kondisi di atas, dalam rangka mendukung peningkatan akses dan mutu layanan PAUD pada tahun 2012, sebuah program berbasis masyarakat hasil kerjasama dengan Bank Dunia, telah didirikan oleh pemerintah.

Pemerintah bersama dengan Bank Dunia dan pemerintah Kerajaan Hindia Belanda telah mengalokasi anggaran dalam bentuk dana bantuan untuk penyediaan sarana, prasarana dan fasilitas PAUD di 50 kabupaten miskin. Dana yang diinvestasikan untuk program PPAUD ini berasal dari Bank Dunia sebesar US$67 juta dan pemerintah Indonesia sebesar US$30 Juta, serta dana hibah kontribusi Pemerintah Belanda sebesar US$25 juta.

Program ini merupakan perhatian yang mendalam terhadap pentingnya pendidikan ditingkat awal. Pendidikan dan dukungan dari berbagai pihak pada fase ini dibutuhkan untuk membantu anak-anak mengembangkan pondasi yang kuat untuk proses pendidikannya sepanjang hidup mereka.Program ini membuka akses bagi anak-anak usia dini di desa-desa miskin untuk mendapatkan pendidikan dan program pengembangan anak.

Melalui program berbasis masyarakat hasil kerjasama tersebut, pemerintah telah mendirikan 6000 layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di 50 kabupaten miskin dan menjangkau 500 ribu anak usia dini serta melatih 12 ribu warga desa menjadi tenaga pendidik PAUD.

Kegiatan proyek di desa-desa tersebut dilaksanakan secara bertahap. Langkah pertama proyek ini adalah memberikan fasilitas kepada masyarakat – menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya PPAUD. langkah kedua adalah menyalurkan dana hibah dan langkah ketiga mengadakan pelatihan untuk pendidik sebelum mendirikan lembaga PPAUD baru.

Elemen Utama

Berdasarkan studi intervensi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) oleh Bank Dunia yang dilakukan di salah satu dari dua ekstrem demografis, di negara kaya atau di negara dengan tingkat kemiskinan yang jauh lebih tinggi dari Indonesia disimpulkan bahwa, penggunaan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat pada layanan PPAUD terbukti menjadi elemen utama untuk mencapai kesuksesan.

Penelitian telah menunjukkan manfaat layanan PPAUD pada kesehatan dan perkembangan anak dalam jangka pendek dan jangka panjang, serta manfaat ekonomi investasi PPAUD bagi masyarakat. Selain itu, layanan Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini dapat memperbaiki hasil perkembangan pada semua anak, terutama bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Kerajaan Hindia Belanda dan Bank Dunia sejak 2007 silam dalam memperluas program PAUD, melalui program"Early Child Education and Development"(ECED).

Untuk membantu pemerintah Indonesia meningkatkan pelaksanaan pendidikan dasar yang terdesentralisasi, pemerintah Belanda dan Uni Eropa telah memberikan hibah Basic Educational Capacity Trust Fund (BEC-TF).Dalam kaitan pengelolaan oleh Bank Dunia, BEC-TF juga membantu usaha analisis dan dialog tematis dalam bidang pendidikan antara pemerintah dan para mitra pembangunan di tingkat nasional.Pada tingkat pemerintah daerah, BEC-TF membantu pembangunan kapasitas dan memperkuat sistem untuk perencanaan, anggaran, pengelolaan keuangan dan informasi dalam sektor pendidikan.

BERITA TERKAIT

Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi - Kondisi Ekonomi Masih Baik

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Indika Energy Bikin Anak Usaha Bidang Jasa

Kembangkan ekspansi bisnis, PT Indika Energy Tbk. (INDY) mendirikan anak perusahaan baru bernama PT Indika Digital Teknologi (IDT). IDT memiliki…

Siapapun yang Menang Pilpres 2019 : Tugas Berat Menantinya

  Oleh : Dedi Syaifullah Kurniadi Jamil, Pengamat Ekonomi Politik Kubu Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin maupun kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Jack Ma Kembali Ke Dunia Pendidikan

  Usai Daniel Zhang diumumkan sebagai pimpinan Alibaba yang akan mulai bertugas pada 2019 nanti, Jack Ma mengungkap bahwa dirinya…

5 Kegiatan Belajar untuk Perkembangan Emosi Anak

  Awal tumbuh kembang, anak menjalin hubungan timbal balik dengan orang-orang yang mengasuhnya. Interaksi anak dengan orang terdekat memengaruhi optimalitas…

Jumlah Publikasi Ilmiah Meningkat

      Jumlah publikasi ilmiah di Indonesia, baik dalam bentuk arikel jurnal maupun prosiding konferensi, yang tercatat dalam jurnal…