Wika Realty dan Angkasa Pura Properti Sinergi Bangun Kondotel di Bali

NERACA

Jakarta - PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Angkasa Pura Properti, anak usaha PT Angkasa Pura I (Persero) bersinergi membangun kondominium hotel (kondotel) di Bali.

“Pembangunan kondotel ini adalah perwujudan dari sinergi BUMN. Anak usaha Angkasa Pura I yang bergerak di bidang property development dan anak usaha Wijaya Karya bekerjasama mengembangkan kondotel,” ujar Budi Saddewa, Direktur Utama PT Wika Realty, usia menandatangani naskah kerjasama bersama Direktur Utama PT Angkasa Pura Properti IGK Mangku, di Jakarta, Jumat (2/11).

Menurut Dirut Angkasa Pura Properti IGK Mangku, pengembangan proyek tersebut merupakan salah satu upaya dari pendayagunaan aktiva tetap sesuai Peraturan Kementerian BUMN No PER 06/MBU/2011 tentang pendayagunaan aktiva tetap berupa lahan yang tidak atau kurang optimal sehingga akan memberikan hasil yang positif bagi perusahaan.

Dia menyebut, pengembangan proyek kondotel Bali karena melihat potensi pasar wisatawan di Bali yang terus meningkat, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. Sehingga dibutuhkan sarana akomodasi yang memadai bagi para wisatawan tersebut.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagai daerah tujuan wisata no satu di Indonesia, Bali juga merupakan salah satu tujuan investasi properti yang sangat menjanjikan,” kata Budi Saddewa.

Lokasi kondotel yang akan dikembangkan berada di lahan milik Angkasa Pura I seluas 1,2 Hektar ini terletak di Sunset Road, Kelurahan Kuta, sebelah barat laut patung Dewa Ruci, Simpang Siur. Properti komersial ini terdiri dari 4 lantai dan hanya single building. Ada 180 kamar dengan 2 type yang ditawarkan yaitu tipe studio seluas 32 m2 dan tipe family seluas 55 m2, dengan harga berkisar Rp1 – 2 miliar. Pembayarannya ada 3 cara yang dapat digunakan yaitu cash keras, cash bertahap dan menggunakan fasilitas Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA).

“Lokasi kondotel yang terletak di Sunset Road, Kuta merupakan kawasan ‘prime area’ dan kawasan bisnis yang berkembang pesat di Bali. Selain itu letaknya yang cukup dekat dengan Kawasan Wisata Kuta, yang kurang lebih dapat dicapai sekitar 15 menit dari kondotel ini, hingga apabila dilihat dari hukum properti bahwa lokasi merupakan pertimbangan utama dalam berinvestasi maka kondotel ini sangat prospektif untuk berinvestasi,” ujar Budi.

Konsep desain bangunan kondotel ini adalah ‘Dynamic & Iconic with Local Identities’ yaitu sebuah konsep arsitektural yang dinamis dan kondotel diharapkan dapat menjadi ‘icon’ kawasan Sunset Road tetapi tetap dengan nuansa tradisional Bali yang kuat. Sehingga bangunan ini merupakan sebuah karya seni yang difungsikan menjadi kondotel.

“Selain itu pada kondotel ini juga diimplementasikan konsep ‘green architecture’ yaitu integrasi antara lingkungan dengan bangunan. Dalam implementasinya kondotel ini mengoptimalisasi greenery dan unsur air pada lansekap yang digunakan untuk menjaga humidity pada bangunan kondotel dan juga menjadi point of interest pada kondotel ini,” papar IGK Mangku.

Untuk operator, sampai saat ini belum ditentukan. Sedangkan untuk ke depannya kondotel ini akan dioperasikan sebagai hotel bintang 4. Total investasi yang digunakan untuk pembangunan kondotel ini sebesar Rp150 miliar dengan target penjualan sebesar Rp235 miliar. Rental guarantee yang diberikan adalah sebesar 8 % per tahun selama 2 tahun.

“Occupancy ditargetkan mencapai 50 % - 60 % untuk tahun pertama dan diharapkan dapat mencapai 80 % di tahun-tahun berikutnya,” kata Budi Saddewa seraya mengatakan untuk target investor, sesuai konsep pengembangan kondotel ini yaitu pasar ‘high end’.

Budi mengungkap, dari statistik yang ada, dapat dilihat bahwa pertumbuhan kedatangan turis di Bali mencapai 7,6% dalam 5 tahun, sepanjang 2006-2010. Sementara jenis hotel berbintang empat dan lima menjadi favorit menginap para wisatawan. Dan pada tahun 2010, hotel bintang mencapai 21.666 kamar, naik 45 % dan kenaikan tertinggi pada hotel bintang empat sebesar 1,36%.

“Oleh karena itu Wika Realty dan Angkasa Pura Properti tetap optimis bahwa kondotel yang akan dikembangkan ini akan mendapat respon yang positif dari para investor,” ujar Budi Saddewa.

Proyek kondotel ini rencananya mulai dipasarkan pada akhir tahun 2012, dan ditargetkan terjual habis sebelum masa pembangunan berakhir. Pembangunan proyek rencananya mulai diawal tahun 2013 dan diserahterimakan di tahun 2014.

BERITA TERKAIT

OJK Tetapkan Bali United Sebagai Efek Syariah

NERACA Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk atau Bali United sebagai efek syariah. Penetapan…

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi - Menteri LHK

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi Menteri LHK NERACA Karuizawa, Jepang - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,…

AKIBAT PERANG DAGANG DAN FAKTOR POLITIK - Asumsi Makro 2019 Diprediksi Meleset dari Target

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 tidak sesuai target. Penyebabnya faktor…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Minerba - Pabrik Pengolahan Nikel 230.000 Ton Ditargetkan Beroperasi 2021

NERACA Jakarta – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…

Akuakultur - Penerapan Prinsip Berkelanjutan di Budidaya Tilapia Diapresiasi

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapresiasi komitmen penerapan budidaya berkelanjutan dalam meningkatkan produksi ikan nila nasional oleh…

Dunia Usaha - Revitalisasi Pabrik Gula Harus Didukung Inovasi Teknologi

NERACA Jakarta – Revitalisasi pabrik gula di Indonesia harus didukung adanya inovasi dalam teknologi. Pemerintah perlu membangun dan mengembangkan ekosistem…