Jam Perdagangan Baru Siap Disosialisasikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan siap melakukan sosialisasi kepada pelaku pasar modal mengenai pemajuan jam perdagangan bursa yang telah disetujui oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), “Minggu depan akan dilakukan tes sistem dan sudah mulai sosialisasi. Kami pun akan meminta feed back dari anggota bursa karena ada persoalan mengenai culture kerja yang diubah dan sistem yang juga harus disesuaikan,”kata Direktur Perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat di Jakarta, kemarin.

Samsul mengatakan, saat ini BEI sedang menunggu surat keputusan (SK) direksi mengenai rencana pemajuan jam perdagangan tersebut. Dengan dimajukan jam perdagangan bursa, lanjut dia, secara domestik tentu akan mempercepat terjadinya perdagangan saham di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Selain itu, kata Samsul, efek pun akan menjadi lebih terdistribusi di seluruh wilayah Indonesia baik wilayah Indonesia Tengah maupun Timur. Seperti diinformasikan, selain jam perdagangan yang dimajukan 30 menit, BEI juga menerapkan pre closing yaitu pukul 15.50-16.00 dan post trading pada pukul 16.05 WIB-16.15 WIB.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama BEI, Ito Warsito bahwa pihaknya siap melakukan sosialisasi pada minggu ini. Menurut dia, dimajukannya jam perdagangan bursa merupakan upaya dari pihak BEI untuk menyelaraskan jam perdagangan dengan pasar regional, seperti Hongkong dan Singapura.

Ito mengatakan, selama ini detik awal perdagangan di bursa Indonesia selalu dipengaruhi oleh kondisi pasar regional. Hal tersebut, kata dia menjadi pertimbangan bagi para manajer investasi. “Selama ini manajer investasi selalu mempertimbangkan kondisi yang terjadi pada pasar regional, dengan penyelarasan ini tentunya bisa mengurangi hal tersebut.” tandas Ito.

IPF

Selain kesiapan dimajukan jam perdagangan bursa, Ito menegaskan bahwa pihaknya juga telah siap untuk meresmikan lembaga baru PT Perlindungan Investor Efek Indonesia pada bulan depan atau November. Lembaga baru ini, kata Ito tidak berada di bawah SRO dan ini adalah realisasi dari proyek pembentukan perlindungan investor pasar modal atau Investor Protection Funds (IPF). “Tidak ada keberatan apa pun dari para pelaku pasar, mereka sudah menunggu-nunggu dibentuknya IPF. PT Perlindungan Investor ini akan kami resmikan bulan depan.” jelasnya.

Kata Ito, adanya PT Perlindungan Investor merupakan realisasi target perlindungan investor pasar modal. Namun untuk operasional, pungutan pada nasabah dan teknisnya, lanjut dia belum dapat dikemukakan karena masih menunggu hasil kajian dari stakeholder industri pasar modal. (lia)

BERITA TERKAIT

Sharp Siap Rajai Pasar Pompa Air - Perkenalkan Empat Tipe Baru

NERACA Jakarta– Sesuai komitmen yang terus dijaga PT Sharp Electronics Indonesia untuk menjadi pangsa pasar nomor satu di tanah air,…

Lagi, ICDX Bakal Luncurkan Kontrak Baru - Geliat Transaksi Bursa Komoditi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan transaksi di bursa komoditi, Indonesia Commodity & Derivative Exchange atau ICDX dalam waktu dekat bakal…

Sido Muncul Menaruh Asa Penjualan Tumbuh 10% - Perluas Pasar dan Produk Baru

NERACA Surabaya – Masih terjaganya daya beli masyarakat menjadi keyakinan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) bila…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jaga Stabilitas Harga, ROTI Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga stabilitas harga saham di pasar, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berencana melalukan pembelian kembali (buyback)…

Bangun Rumah Sakit Baru - Medikaloka Hermina Kuras Kocek Rp 312,5 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis dengan penetrasi pasar lebih luas lagi, PT Medikaloka Hermina Tbk berambisi terus menambah rumah…

PBRX Sisakan Rights Issue Rp 348,8 Miliar

NERACA Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) masih mengantongi dana senilai Rp384,8 miliar dari hasil penawaran umum terbatas (PUT)…