Ekspansi Usaha, Astra Agro Garap Binis Karet di Kalsel - Siapkan Lahan 2000 Hektar

NERACA

Jakarta – Ketatnya persaingan industri crude palm oil (CPO) atau sawit, menjadi tuntutan bagi PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) untuk melakukan inovasi dan meningkatkan produksi. Selain itu, guna meningkatkan kontribusi pendapatan konsolidasi induk usahanya PT Astra Internasional Tbk (ASII), Astra Agro Lestari bakal ekspansi ke bisnis gula dan karet.

Direktur Keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Santosa mengatakan, perseroan berencana ekspansi bisnis ke produksi karet dan gula. Oleh karena itu, untuk produksi karet perseroan akan menyediakan lahan seluas 2000 hektar, “Luas lahan 2000 hektar untuk bisnis karet sangat efektif dan rencanakan sudah bisa ditanam tahun depan,”katanya di Bandung kemarin.

Untuk lokasinya sendiri, anak perusahaan Astra Internasional ini telah menyediakan lahan di Kalimantan Selatan. Soal investasi, perusahaan belum bisa memastikan angkanya karena saat ini masih dalam tahap pematangan jenis bibit yang sesuai untuk produksi tanaman karet. "Investasi lagi dihitung sebab jenis bibit kita belum tahu karena jenis bibit itu ada dua yang harus dipastikan," ungkapnya.

Kata Santosa, dua jenis bibit yang digunakan perusahaan itu ada dua, yaitu yang berusia 5 tahun dan 7 tahun dari masa produksi penanaman. Sehingga untuk hal tersebut perusahaan tidak ingin main-main untuk menentukan jenis bibit karena menentuka kualitas dan bisnis produksi karet, “Dulu kita pakai yang 7 tahun (untuk sawit), apakah yang 5 tahun bisa dipakai untuk produksi itu, takutnya ternyata 7 tahun. Yang baru ada yang jenis 5 tahun atau mungkin kita perlu kombinasi biar tidak ada resiko,”ungkapnya.

Kemudian untuk pembebasan lahan sendiri di Kalimantan, lanjut Santosa, saat ini progresnya cukup positif dan masih dalam proses dan diharapkan bisa dilihat hasilnya pada tahun depan. Selain itu, perseroan juga mengalokasikan belanja modal tahun 2013 akan lebih besar ketimbang tahun ini.

Belanja Modal

Santosa memperkirakan, belanja modal ditaksir sebesar Rp 50 juta hingga Rp 90 juta per hektarenya, “Kira-kira akan lebih besar capex tahun depan untuk pembebasan lanhan dan ini tergantung lokasi berapa biaya per hektarenya,”ujar Santosa.

Untuk pendanaan capex sendiri, perusahaan akan mencari lagi pendanaan pinjaman dari luar selain dari kas internal. Hal ini berdasarkan pengalaman capex tahun ini dan saat ini yang sudah commited dengan pinjaman bank sebesar US$200 juta, sedangkan yang uncommited dari sisanya hanya fiftyy-fifty, “Kalau harganya masih kayak gini kita mesti cari lagi pendanaan, sebab tergantung capex yang fleksibilitas di harga, kalau capexnya sudah tahu bisa kita prediksikan (berapa pinjamannya),"jelasnya.

Sementara terkait pinjaman yang uncommited, Santosa menyatakan pinjaman tersebut bisa ditarik jika tiba-tiba harga CPO turun. Sebagai informasi, Astra Agro Lestari telah merealisasikan belanja modal perusahaan sampai September sebesar US$200 juta atau senilai Rp1,9 triliun dari total capex sebesar US$250 juta.

Angka ini meningkat 39,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1,36 triliun. Realisasi belanja modal kebanyakan digunakan untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit di tiga lokasi area.

Selain itu, perusahaan juga sudah merealisasikan 269 ribu hektar lahan perkebunan untuk produksi kelapa sawit yang berada di Sulawesi 18,2%, Kalimantan 42,0% dan Sumatera 39,8%. ”Sampai September 2012, kita sudah menghasilkan 1.035 tons kelapa sawit, dan ini meningkat cukup signifikan sebesar 11,2% dari tahun lalu dengan harga Rp7.739 per kilo,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…

Gandeng Kerjasama Gojek - Astra Bikin Perusahaan Patungan GoFleet

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis, PT Astra International Tbk (ASII) bersama Gojek membentuk perusahaan patungan yang diberi nama GoFleet…

Pemkot Palembang Dorong UMKM Urus Izin Usaha

Pemkot Palembang Dorong UMKM Urus Izin Usaha   NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan mendorong pelaku usaha mikro,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…