Kuasai Transportasi Jadetabek, Express Rajin Akuisisi - Saham Perdana Rp 560 Per Lembar

NERACA

Jakarta- Perusahaan taksi, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mencatatkan harga penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 560 per lembar. Dengan melakukan penawaran tersebut, perseroan diproyeksikan memperoleh dana segar Rp588 miliar dari 1,051 lembar jumlah saham yang dilepas.

Direktur Keuangan PT Express Transindo, David Santoso mengatakan, dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi regular dan penambahan modal kerja, “Rencananya, sebesar 63% dari dana yang diraih akan digunakan untuk pengembangan taksi regular, pembayaran pokok utang BCA sebesar 20% dan pembayaran penalti pembayaran utang yang dipercepat kepada BCA sebesar 0,75%, serta penambahan modal kerja sebesar 1%,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Sementara sebesar 16%, lanjut David akan digunakan untuk akuisisi 100% kepemilikan di PT Express Mulia Kencana. “Nilai investasi akuisisi perusahaan taksi PT Ekspress Mulia Kencana (EMK) diperkirakan Rp67,001 miliar untuk 2.000 unit kendaraan, dan proses akuisisi kemingkinan bisa selesai pada selesai semester I 2013,” jelasnya.

Target Perseroan

Menurut David, saat ini pihaknya memfokuskan pada pasar transportasi di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi sampai dengan tahun 2015. Meskipun demikian, perseroan juga sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan Malaysia dan Singapura. “Kemungkinan di 2015, kerja sama dalam brand dengan Malaysia dan Singapura, semacam adanya potongan harga,” paparnya.

David menambahkan, pangsa pasar perusahaan pada tahun ini diperkirakan mencapai 35% di pasar taksi nasional. Sementara hingga April 2012, kata dia, pendapatan perusahaan mencapai Rp155,5 miliar, dengan laba mencapai Rp24,8 miliar. Pihaknya optimistis, pendapatan perusahaan hingga akhir tahun berkisar Rp600 miliar-Rp700 miliar.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama PT Express Transindo Utama Tbk Daniel Podiman. Dia memproyeksikan pendapatan perseroan bisa mencapai Rp600-700 miliar. “Pendapatan perseroan per April 2012 sebesar Rp155,5 miliar, dengan net profit Rp28,4 miliar. Tahun depan akan meningkatkan pertumbuhan 100%, juga tercermin dalam net profit pada 2013,” jelasnya.

Menurut Daniel, pendapatan perusahaan terbesar, yaitu mencapai 90% berasal dari pengoperasian taksi regular. Sisanya berasal dari bisnis jasa transportasi taksi premium, bus, dan limousine. Hingga akhir tahun ini, perseroan mencatat telah memilki sekitar 8.035 unit kendaraan.

Pada kesempatan yang sama, Head of Investment Banking PT Mandiri Sekuritas, Dadang Suryanto mengatakan, prospek pencatatan IPO di sektor transportasi sejauh ini cukup baik. Meskipun demikian, lanjut dia, perkembangannya akan tergantung dari kinerja yang ditunjukkan perseroan.

Dadang menilai, dengan Express mencatatkan sahamnya di BEI, akan berdampak pada perkembangan yang baik bagi perseroan. Pihaknya mencatat, di sektor transportasi darat, kapitalisasi pasarnya tergolong besar dengan market saham sebesar 49%. (lia)

BERITA TERKAIT

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

PoliticaWave : Jokowi Kuasai Medsos Pada Debat Pertama

PoliticaWave : Jokowi Kuasai Medsos Pada Debat Pertama NERACA Jakarta - Survei media sosial PoliticaWave menyebut bahwa pasangan capres dan…

Lunasi Utang - Taksi Express Jual Tanah Rp 112,15 Miliar

NERACA Jakarta - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), melalui entitas anak usahanya, yaitu PT Ekspres Jakarta Jaya (EJJ) telah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…