Ramai Laporan Keuangan, Indeks Awal Pekan Menguat

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin ditutup menguat tipis setelah sempat berfluktuatif. Dimana indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 3,530 poin (0,08%) ke level 4.338,892. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,472 poin (0,06%) ke level 748,160.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG BEI pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat tipis. Kenaikan indeks didorong oleh menguatnya bursa regional menyusul spekulasi meningkatnya pertumbuhan ekonomi China, “Aktivitas ekonomi di beberapa kota besar juga praktis terhenti. Meski demikian investor global melihat dampak badai itu tidak terlalu signifikan," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Disisi lain, lanjut dia, investor global juga masih menanti keluarnya data "unemployment" AS. Pekan kemarin pergerakan indeks BEI diwarnai oleh bencana badai Sandy yang melanda pantai timur AS, sehingga memaksa Wall Street berhenti beroperasi beberapa hari.

Namun, menurut dia, fokus investor justru mengarah pada laporan keuangan emiten serta kekhawatiran akan isu perlambatan ekonomi global. Juga dapat dilihat, investor justru memanfaatkan momentum pengumuman laporan keuangan kuartal tiga ini untuk melakukan aksi ambil untung.

Berikutnya, Purwoko memproyeksikan indeks BEI Senin awal pekan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada kisaran 4.320-4.354 poin. Pada perdagangan kemarin, lima sektor berhasil naik, begitu juga lima sektor lainnya yang terkena koreksi. Investor masih melakukan aksi tunggu padahal sudah banyak sentimen yang beredar dari global dan regional.

Beberapa transaksi tutup sendiri alias crossing saham di pasar negosiasi membuat nilai perdagangan naik cukup signifikan. Transaksi tersebut rata-rata dilakukan oleh investor asing. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 122.251 kali pada volume 4,329 miliar lembar saham senilai Rp 4,767 triliun.

Sebanyak 123 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 116 saham stagnan. Tercatat bursa saham di Asia di akhir pekan kompak ditutup menguat di zona hijau dan pasar saham Hong Kong memimpin penguatan di regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Lionmesh (LMSH) naik Rp 1.100 ke Rp 8.100, Lion Metal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 11.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 41.950, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 16.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Fast Food (FAST) turun Rp 1.500 ke Rp 12.000, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 22.950, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 21.800, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 47.850.

Kondisi yang sama juga terjadi pada perdagangan sesi I. Dimana indeks BEI juga ditutup menguat tipis 1,374 poin (0,03%) ke level 4.333,988. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,078 poin (0,01%) ke level 747,610.

Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang sempit, posisi tertinggi indeks di 4.345,617, sedangkan terendahnya di 4.329,462. Saham-saham unggulan banyak diincar, sementara saham-saham lapis dua kena aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 72.447 kali pada volume 2,485 miliar lembar saham senilai Rp 2,604 triliun. Sebanyak 114 saham naik, sisanya 74 saham turun, dan 119 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Lionmesh (LMSH) naik Rp 1.100 ke Rp 8.100, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 10.500, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 16.400, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 55.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Fast Food (FAST) turun Rp 1.250 ke Rp 12.250, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 47.600, Indosat (ISAT) turun Rp 300 ke Rp 6.700, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 300 ke Rp 7.500.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 3,86 poin atau 0,09% ke posisi 4.339,22. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga menguat 0,98 poin (0,13%) ke level 748,67,”Beberapa pelaku pasar mengambil posisi beli terhadap beberapa saham yang nilainya belum terlalu tinggi. Secara teknikal indeks, diperkirakan akan bergerak 'mixed' di kisaran 4.310-4.366 poin hari ini," kata analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi.

Menurutnya, dirilisnya data-data ekonomi AS terutama data klaim pengangguran, kepercayaan konsumen, dan manufaktur dapat menjadi sentimen terhadap pergerakan indeks BEI. Dia juga menambahkan, beberapa investor masih mengambil posisi ambil untung (profit taking). Hasil kinerja emiten kuartal ketiga tampaknya sudah terefleksikan pada pergerakan harga dalam beberapa hari terakhir.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 276,33 poin (1,27%) ke level 22.098,20, indeks Nikkei-225 naik 113,40 poin (1,27%) ke level 9.060,27, dan Straits Times menguat 18,93 poin (0,62%) ke level 3.045,25. (bani)

BERITA TERKAIT

Laju IHSG Awal Pekan Terkoreksi 0,65%

Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah…

BEI Jatuhkan Sanksi Denda Rp 200 Juta AISA - Telat Beri Laporan Keuangan

NERACA Jakarta - Selain perdagangan sahamnya masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kini PT Tiga Pilar Sejahtera Foods…

Rp7,1 Triliun Dana Asing Masuk Ke Pasar Keuangan

  NERACA Jakarta - Modal asing yang masuk ke pasar keuangan terutama melalui Surat Berharga Negara mencapai Rp7,1 triliun dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jaga Stabilitas Harga, ROTI Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga stabilitas harga saham di pasar, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berencana melalukan pembelian kembali (buyback)…

Bangun Rumah Sakit Baru - Medikaloka Hermina Kuras Kocek Rp 312,5 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis dengan penetrasi pasar lebih luas lagi, PT Medikaloka Hermina Tbk berambisi terus menambah rumah…

PBRX Sisakan Rights Issue Rp 348,8 Miliar

NERACA Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) masih mengantongi dana senilai Rp384,8 miliar dari hasil penawaran umum terbatas (PUT)…