Industri Holtikultura Siap Ekspansi ke Singapura

NERACA

Jakarta - Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap membantu Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk menyukseskan rencana ekspor berbagai sayur - mayur ke Singapura.

Mengutip data statistik Agri - Food & Veterinary Authority of Singapura (AVA), Said menambahkan, produk hortikultura Indonesia yang masuk ke Singapura saat ini baru 4% atau 21.105 ton dari total sayur- mayur yang masuk ke Singapura, yang mencapai 487.336 ton per tahun.

"Ini momentum yang tepat untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kami sudah punya teknologi pemanfaatan serbuk sabut kelapa (coco peat) untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura di lahan kritis," ujar Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan AISKI, Ady Indra Pawennari di Jakarta, Jumat (2/11).

Kerja sama AISKI - BPPT dalam penerapan teknologi pemanfaatan coco peat untuk tanaman hortikultura ini, sudah ditandatangani antara Ketua Umum AISKI, Efli Ramli dengan Kepala BPPT Dr Ir Marzan A Iskandar. Menurut Ady, selain sebagai penyubur tanaman, coco peat memiliki sifat mudah menyerap dan menyimpan air. Ia juga memiliki pori-pori yang memudahkan pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari.

Kandungan trichoderma molds-nya, sejenis enzim dari jamur, dapat mengurangi penyakit dalam tanah dan menjaga tanah tetap gembur dan subur. Di dalam coco peat juga terkandung unsur-unsur hara dari alam yang sangat dibutuhkan tanaman, berupa Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Kalium (K), Natrium (Na) dan Fospor (P).

"Selama ini petani di Pulau Bintan banyak mengeluh kesulitan bercocok tanam karena kondisi lahan yang berbatu dan berpasir. Oleh karena itu, AISKI menawarkan coco peat sebagai solusinya. Dengan bantuan coco peat, Kepulauan Riau dapat berjaya sebagai eksportir sayur terbesar untuk Singapura," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Riau, Said Ja'far telah menargetkan ekspor berbagai jenis sayur hasil perkebunan Kabupaten Bintan ke Singapura mulai 2013. Saat ini petani di Bintan mengembangkan delapan jenis sayuran yang akan diekspor ke negeri tetangga Singapura. Kedelapan jenis sayuran tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 50 hektar.

Sementara itu, Direktur Usaha dan Investasi Direktorat Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian, Kemnetrian Pertanian, Jamil Musanif memandang, untuk memasuki pasar holtikultura Singapura tidak sulit, pemerintah Negara Singa juga terbuka dengan peluang impor buah dan sayuran Indonesia. "Sebenarnya tidak sulit, pemerintah Singapura oke saja," kata dia.

Namun, biaya distribusi hortikultura di Singapura tinggi. Saat ini, kata dia, sudah ada produk hortikultura yang diekspor ke Singapura, di antaranya sayuran dan buah-buahan dari Sumatera Barat, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah.

Tak hanya Singapura saja, beberapa negara lain juga membuka keran impor holtikultura seperti Korea dan Jepang. Bahkan pemerintah Australia membuka kembali kran impor buah dari Indonesia setelah sebelumnya melarang pemasukan impor hortikultura dari Tanah Air. "Ekspor buah sudah mulai meningkat kembali. Ke Australia misalnya, kita ekspor manggis," kata. Tahun lalu, kata dia, ekspor hortikultura sempat menurun. Namun pada 2012 mulai bangkit kembali.

Menurut dia, kualitas buah produksi dalam negeri semakin membaik, sehingga diterima ekspor ke luar negeri. "Mutu produk mereka sesuaikan dengan permintaan negara pengekspor," kata dia. Peningkatan mutu, kata dia, didorong oleh kerjasama kemitraan petani dengan pengusaha ekspotir. Eksportir membantu petani dalam memenuhi permintaan kualitas dari negara pengimpor. "Indikasi perdagangan meningkat, karena kemitraan petani dengan pengusaha semakin baik," kata dia.

BERITA TERKAIT

INDUSTRI OTOMOTIF SAMBUT POSITIF PENURUNAN BUNGA - BI Prediksi Pertumbuhan Stagnan di Triwulan II

Jakarta-Kalangan industri otomotif menyambut positif penurunan suku bunga acuan. Pasalnya, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia bisa berdampak pada penurunan…

Investasi Industri Padat Karya Terus Didorong

  NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah baru-baru ini mengeluarkan kebijakan insentif pajak terbaru berupa mini tax…

Disnakertrasn Kota Sukabumi Siap Berangkatkan Dua KK

Disnakertrasn Kota Sukabumi Siap Berangkatkan Dua KK NERACA Sukabumi - Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Sukabumi akan memberangkatkan dua…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Manufaktur - Peningkatan Investasi Perkuat Struktur Industri Elektronika

NERACA Jakarta – Industri elektronika di Indonesia diyakini akan semakin kuat struktur manufakturnya seiring masuknya sejumlah investor baru. Peningkatan investasi…

Penebaran Kembali Ikan Lokal Digelar di Magetan

NERACA Magetan – Dalam rangka mengawal misi kesejahteraan masyarakat kelautan perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan…

RUU Minerba, Daftar Inventarisasi Masalah Disinkronisasi

NERACA Jakarta – Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam Tahah Air agar dapat dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat…