Triwulan III, Laba Indofarma Capai Rp 20,033 Miliar

PT Indofarma Tbk (INAF) membukukan pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 24,05% menjadi Rp20,033 miliar dalam periode sembilan bulan 2012, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp16,098 miliar.

Direktur Utama Indofarma Jakfarudin Junus mengatakan, peningkatan ini ditopang oleh peningkatan penjualan bersih sekitar 0,09% dari Rp695,138 miliar per 30 September 2011, menjadi Rp701,542 miliar pada periode yang sama tahun ini,”Perseroan juga berhasil menurunkan beban pokok penjualan 1,47 persen menjadi Rp440,616 miliar per 30 September 2012,”katanya di Jakarta, kemarin.

BUMN obat-obatan ini mencatat peningkatan beban usaha sebesar 4,28 persen dari Rp210,287 miliar per 30 September 2012, dari Rp201,655 miliar pada periode yang sama tahun ini. Namun, perseroan mampu meraup laba usaha sebesar 9,46 persen menjadi Rp50,638 miliar.

Dalam sembilan bulan tahun ini, penghasilan bunga Indofarma turun secara signifikan sebesar 54,08 persen dari Rp919,593 juta per 30 September 2011, menjadi Rp422,263 juta pada periode yang sama 2011.

Selain itu, perseroan membukukan peningkatan rugi kurs secara signifikan sebesar 298,99% dari Rp198,686 juta per 30 September 2012, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp198,686 juta.

Kendati demikian, perseroan berhasil menurunkan kerugian penurunan nilai piutang dari Rp1,032 miliar dalam periode sembilan bulan tahun lalu menjadi Rp357,001 juta. Kerugian penyisihan persediaan juga turut menurun dari Rp6,647 miliar menjadi Rp3,008 miliar.

Per 30 September 2012, Indofarma mencatatkan liabilitas sebesar Rp529,546 miliar. Liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka panjang sekitar Rp50,555 miliar dan liabilitas jangka pendek Rp283,024 miliar. Sementara itu, total aset dalam periode sembilan bulan tahun ini mencapai Rp1,158 triliun. Hingga 31 Desember 2011, aset perseroan tercatat sebesar Rp1,114 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…

Pangkas Aset KPR Tidak Produktif - BTN Lelang 986 Unit Rumah Senilai Rp 216 Miliar

NERACA Bogor - Sebagai salah satu upaya perseroan untuk memperbaiki kualitas kredit, Bank BTN melaunching produk baru yang dibandrol nama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…