Nilai Ekspor Sawit Kemungkinan Stagnan

NERACA

Jakarta - Nilai ekspor minyak sawit mentah hingga akhir tahun ini kemungkinan tak melebihi realisasi tahun lalu sebesar US$19 miliar akibat tren penurunan harga komoditas itu sejak awal semester II/2012.

Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan dari segi volume, ekspor hingga akhir tahun kemungkinan meningkat dibandingkan capaian tahun lalu sebanyak 16,5 juta ton. “Tahun ini produksi meningkat, volume ekspor sampai September meningkat, mestinya dari segi nilai juga meningkat. Tapi belum tentu juga karena ada tren penurunan harga CPO,” ujarnya, Kamis (1/11).

Hal itu melihat realisasi ekspor Januari-September 2012 yang mencapai US$13 juta ton atau rata-rata US$1,44 juta ton per bulan. Angka ini naik sekitar 2% dibandingkan dengan capaian periode sama tahun lalu. Kenaikan volume ekspor itu ditopang oleh produksi yang diperkirakan mencapai 26 juta ton hingga akhir tahun atau meningkat dari produksi tahun lalu yang hanya 23,5 juta ton.

Selain itu, masih ada permintaan dari sejumlah negara tujuan, seperti China dan India di tengah pengurangan jumlah permintaan karena pemangkasan program biodiesel di kawasan itu. Namun, tren penurunan harga mulai semester II/2012 membuat ekspor CPO tak membukukan nilai yang menggembirakan.

Memasuki paruh kedua tahun ini, harga crude palm oil (CPO) terus berangsur turun dari kisaran US$900 per ton ke level US$700 per ton kendati saat ini harga bahan minyak nabati itu bergerak di kisaran US$800 per ton. Padahal, harga rata-rata 2011 mencapai US$1.125 per ton.

Mengutip Bloomberg, kontrak untuk pengiriman CPO Januari kemarin naik 1,3% menjadi RM2.528 atau US$828 per metrik ton di Malaysia Derivatives Exchange. Perbaikan data manufaktur China yang memunculkan spekulasi bahwa ekonomi membaik di negara pembeli CPO terbesar kedua itu telah mengangkat harga komoditas tersebut.

Produksi Meningkat

Sementara itu, Ketua Presidium Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun mengungkapkan produksi minyak sawit mentah atau "crude palm oil" Indonesia diperkirakan naik sekitar dua jutaan ton pada 2013 dibanding produksi 2012 yang berkisar 25 juta ton lebih. "Penambahan produksi itu berasal dari hasil TBM (tanaman belum menghasilkan) menjadi TM (tanaman menghasilkan) pada tahun depan," kata Derom.

Dengan bertambah banyaknya produksi CPO Indonesia, tentu saja diharapkan harga jual pada tahun depan juga bisa pulih dari tahun ini yang tren turun akibat krisis global. "Memang ada keraguan harga bisa naik pada tahun depan mengingat krisis di Eropa dan termasuk AS masih berkepanjangan hingga tahun depan.Tapi harus tetap optimis," katanya.

Menurut dia, optimisme harus tetap dijaga apalagi negara produsen sawit lainnya yakni Malaysia dan Thailand tetap sepakat untuk melakukan berbagai cara untuk mempertahankan harga jual tetap bagus khususnya di tingkat petani. Dia menyebutkan, untuk Indonesia, pemerintah harus menekan bea keluar (BK) CPO, dan termasuk meningkatkan penggunaan biodiesel di dalam negeri.

Dengan penggunaan biodiesel yang semakin banyak, maka ketergantungan ekspor juga bisa ditekan sehingga harga jual stabil dan bagus. "Saat harga CPO rendah, penggunaan menjadi biodiesel sebenarnya sangat menguntungkan," katanya.

Dia memberi contoh, pada tahun 2007-2008, banyak biodiesel di ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat. Mengenai produksi CPO tahun ini, kata Bangun, diperkirakan tidak sampai 25,9 juta ton seperti yang diperkirakan pada awalnya akibat faktor cuaca. "Memang masih tetap di atas 25 juta ton, tapi saya kira tidak sampai 25,9 juta ton seperti prediksi awal," katanya.

Pada 2011 produksi CPO Indonesia sebanyak 24,1 juta ton. Tidak sampainya produksi CPO seperti yang diperkirakan pada awalnya sebesar 25,9 juta ton disebabkan faktor anomali cuaca yang bukan saja berpengaruh pada perubahan waktu panen, tetapi juga menurunkan produksi.

BERITA TERKAIT

Manjakan Investor Dorong Ekspor

Oleh: Sarwani Kata ekspor sudah seperti mantra yang sering diucapkan untuk mengurai masalah kurangnya aliran dolar AS ke Tanah Air…

PNM Jambi Gelar Pelatihan Klasterisasi Petani Sawit

PNM Jambi Gelar Pelatihan Klasterisasi Petani Sawit NERACA Jambi - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) cabang Jambi gelar pelatihan dan…

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Produk Unggulan Indonesia Dipromosikan di Australia

NERACA Jakarta – Produk usaha kecil menengah (UKM) unggulan Indonesia dipromosikan di pasar Australia melalui kerja sama Smesco Indonesia dengan…

Niaga Daring - Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna…

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…