Kinerja Melorot, Grup Bakrie Gagal Menuai Panen - Tiga Usaha Grup Bakrie Masih Rugi

NERACA

Jakarta–Keuntungan yang didapat PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) dengan perolehan laba bersih kuartal III-2012 sebesar Rp 252,7 miliar, tidak seirama dengan anak usahanya yang sebaliknya mencatatkan rugi.

Tercatat tiga emiten grup Bakrie yang mengalami rugi bersih di sepanjang kuartal ketiga 2012, antara lain PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (1/11).

Dijelaskan, ketiga emiten tersebut mencatat rugi bersih akibat penurunan pada pos pendapatan di masing-masing emiten dengan rentang penurunan antara 7.07%-9.71% dibandingkan di kuartal ketiga 2011. Untuk BRAU, penjualan di sembilan bulan pertama tahun ini mengalami penurunan 7,07% menjadi US$ 1,12 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat mencapai US$ 1,20 miliar.

Hal tersebut diperparah dengan beban pokok penjualan BRAU yang meningkat 7,85% menjadi US$ 763,82 juta dari US$ 708,23 juta. Akibatnya laba kotor BRAU turun 28,26% menjadi US$ 357,86 juta di kuartal ketiga 2012 dari US$ 498,85 juta di kuartal ketiga 2011.

Sementara Bakrieland, anak usaha grup Bakrie yang bergerak di sektor properti ini mengalami penurunan penghasilan usaha 9% di sepanjang kuartal ketiga 2012 menjadi Rp1,31 triliun. Sebelumnya di periode sama tahun 2011, perseroan mencatat Rp1,44 triliun. Sayangnya, beban pokok penghasilan ELTY meningkat menjadi Rp712,80 miliar dari Rp853,12 miliar.

Akibatnya laba kotor ELTY turun 1,66% menjadi Rp606,51 miliar dari Rp596,62 miliar. Namun dari sisi aset, ELTY memang mengalami pertumbuhan aset tipis 0,48% menjadi Rp17,79 triliun dari Rp17,70 triliun.

Sedangkan yang terakhir Bakrie Telecom. Pendapatan usahanya turun paling besar dibandingkan dua emiten Bakrie sebelumnya, hingga 9,71% menjadi Rp1,77 triliun dari Rp1,97 triliun. Kondisi tersebut membuat BTEL mengalami rugi usaha Rp329,55 miliar di kuartal ketiga tahun ini, lebih buruk dari rugi usaha di kuartal ketiga tahun lalu sebesar Rp2,09 triliun.

Alhasil, rugi per saham dasar perseroan semakin dalam menjadi Rp34,4 per lembar saham dari Rp17,5 per lembar saham. Kinerja buruk tersebut membuat aset BTEL menurun 5,27% menjadi Rp11,56 triliun dari Rp12,21 triliun.

Peringkat Pefindo

Meskipun tiga grup usaha Bakrie mengalami rugi, tetapi tidak mempengaruhi peringkat perseroan khususnya Bakrieland Development (ELTY). Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mempertahankan peringkat perusahaan dan obligasi I/2008-seri B yang dikeluarkan oleh PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) pada "idB"

Analis Pefindo Vony Widjaja mangatakan, ELTY masih miliki kekhawatiran terhadap tekanan likuiditas yang dihadapi Perusahaan untuk melunasi Obligasi I/2008-seri B senilai Rp280 miliar yang jatuh temponya pada 11 Maret 2013 mendatang.

Menurutnya, perseroan menyatakan telah mengalokasikan dana sebesar Rp130 miliar untuk pelunasan obligasi tersebut, sedangkan sisanya Rp150 miliar diharapkan dapat diperoleh dari aktifitas operasional perusahaan dan hasil divestasi aset non inti. "Posisi kas saat ini kas perusahaan sekitar 200 miliar pada akhir Juli 2012," ujarnya.

Perusahaan saat ini sedang dalam proses divestasi jalan tol, dan pada saat rampung, maka perusahaan tidak lagi memenuhi kewajiban untuk pembayaran hutang ke Beleggingmaatschappij Broem B.V. sebesar US$68,5 juta, karena semua hutang yang terkait dengan bisnis jalan tol akan dialihkan ke investor baru tersebut.

Kinerja BNBR

Asal tahu saja, induk usaha Bakrie PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berhasil mencatatkan keuntungan di triwulan III-2012 setelah pada periode yang sama tahun 2011 mengalami kerugian. BNBR mencatat laba bersih Rp 252,7 miliar pada periode triwulan III-2012, sedangkan pada triwulan III-2011 BNBR mencatat kerugian Rp 650 miliar.

Sementara laba bersih per saham juga tercatat positif Rp 0,39. Per triwulan III-2011 perseroan mencatat rugi bersih per saham BNBR Rp 4,95. Laba bersih perseroan ditopang dari pendapatan bersih yang tumbuh menjadi Rp 13,84 triliun. Sedangkan Laba usaha tercatat Rp 1,6 triliun.

Total aset BNBR pada triwulan III-2012 tercatat Rp 16,96 triliun atau lebih rendah dari triwulan III-2011 yang sebesar Rp 25,21 triliun. Sampai dengan triwulan III-2012 ini perseroan telah mengalami rugi kurs hingga Rp 151 miliar. Hal ini mengakibatkan membengkaknya beban perseroan yang tercatat Rp 1,2 triliun pada triwulan III-2012.

Bagian usaha dari Grup Bakrie ini belakangan ramai diberitakan. Grup Bakrie menyatakan melalui BNBR siap melepas kepemilikan sahamnya di Bumi Plc dan menawarkan opsi tukar saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).(bani)

BERITA TERKAIT

Kinerja untuk Atasi Depresiasi Rupiah Dinilai Tepat

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan kinerja yang dilakukan sejumlah lembaga dan kementerian…

Menteri Kelautan dan Perikanan - Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan…

Serapan Dana Ketahanan Pangan Sumsel Masih Rendah

Serapan Dana Ketahanan Pangan Sumsel Masih Rendah NERACA Palembang - Serapan dana ketahanan pangan di Sumatera Selatan (Sumsel) terbilang masih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jaga Stabilitas Harga, ROTI Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga stabilitas harga saham di pasar, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berencana melalukan pembelian kembali (buyback)…

Bangun Rumah Sakit Baru - Medikaloka Hermina Kuras Kocek Rp 312,5 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis dengan penetrasi pasar lebih luas lagi, PT Medikaloka Hermina Tbk berambisi terus menambah rumah…

PBRX Sisakan Rights Issue Rp 348,8 Miliar

NERACA Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) masih mengantongi dana senilai Rp384,8 miliar dari hasil penawaran umum terbatas (PUT)…