BEI Siap Buka Perdagangan Lebih Awal - Tingkatkan Likuditas Saham

NERACA

Jakarta- Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menyatakan telah menyetujui rencana dimajukannya jam perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Bapepam-LK, Yunita Linda Sari. “Surat keputusan jam perdagangan sudah ditandatangani oleh ketua pada 31 Oktober.”katanya di Jakarta, Kamis (01/11)

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan dengan ditandanganinya surat keputusaan penyetujuan perubahan jam perdagangan oleh pihak Bapepam LK, pembukaan jam perdagangan dipastikan akan dimajukan 30 menit lebih awal dari jam perdagangan saat ini “Pembukaan jam perdagangan akan maju dari jam 09.30 WIB menjadi 09.00 WIB,” ujarnya.

Menurut Samsul, saat ini pihaknya akan fokus melakukan sosialisasi kepada anggota bursa dan pihak terkait sambil mempersiapkan sistem internal. Rencananya, perubahan jam perdagangan tersebut, kata Samsul akan dilakukan bersamaan dengan soft launching pada pertengahan Desember 2012, dan grand launching yang akan berlangsung pada awal Januari 2013.

Seperti diinformasikan, pembukaan perdagangan akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pre opening sesi perdagangan pertama pada pukul 08.45-08.55 WIB. Sementara pada sesi 2, akan dibuka pada pukul 13.30-15.50 WIB tanpa ada pembentukan harga closing. Pre closing dilakukan pada pukul 15.55-16.00 WIB, penutupan dilakukan pada 16.00-16.05 WIB, dan post-trading pada pukul 16.05-16.15 WIB.

Target Nilai Transaksi

Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun sebelumnya mengatakan, dimajukannya waktu awal perdagangan saham di BEI diharapkan dapat menunjang peningkatan transaksi harian. Hingga 23 Oktober 2012, pihaknya mencatat, rata-rata transaksi harian saham sekitar 119.437 kali dengan dengan volume perdagangan saham sebanyak 4,03 miliar lembar saham, senilai Rp4,42 triliun.

Disebutkan dalam rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) 2013, pihak BEI menargetkan nilai transaksi di pasar modal dapat mencapai Rp5,5 triliun yang didorong dengan penambahan jam perdagangan, rencana penurunan jumlah saham dalam satuan lot, dan target pencatatan saham perusahaan baru (IPO) sebanyak 30 perusahaan.

Dimajukannya jam perdagangan bursa mendapat tanggapan dari pengamat pasar modal FE Univ. Pancasila Agus S. Irfani. Menurut dia, dengan dimajukannya jam perdagangan bursa 30 menit pada dasarnya sangat baik karena peulang pasar dalam melakukan transaksi menjadi lebih besar.

Meskipun demikian, dia menilai jika harapannya adalah menaikkan nilai transaksi yang kemudian mendorong likuiditas pasar modal, dimajukan jam perdagangan tidak menjadi angkah yang strategis. Menurut Agus, hal itu karena dana yang masuk atau diinvestasikan di pasar modal Indonesia lebih banyak hot money. Karena itu, dia menilai akan lebih efektif jika diberlakukan regulasi mengenai holding periode, di mana dengan aturan tersebut dana asing yang diinvestasikan di pasar modal bisa lebih lama bertahan sehingga membawa keuntungan yang lebih bagi pertumbuhan pasar modal. (lia)

BERITA TERKAIT

Mudahnya Buka Rekening Efek Gak Pake Ribet

Di era digital saat ini, segala sesuatunya sangat mudah dilakukan. Tengok saja inovasi layanan industri keuangan baik itu perbankan hingga…

BEI Kembali Jangkau Masyarakat Sulteng

Dalam rangka menjangkau masyarakat lebih luas lagi, terutama yang terdampak bencana alam gempa bumi pada 29 September 2018 yang lalu,…

Fokus Kembangkan Layanan - Traveloka Bantah BEI Soal Rencana IPO

NERACA Jakarta – Kabar rencana Traveloka bakal go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) direspon positif pelaku pasar. Apalagi, saat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 8,57%

NERACA Jakarta – Per Maret 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan kontrak baru senilai Rp3 triliun atau 8,57%…

Laba Bersih Sari Roti Tumbuh 123,23%

Di kuartal pertama tahun ini, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 64,85 miliar atau…

Multi Bintang Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Meski perolehan laba sepanjang tahun 2018 kemarin tertekan, emiten minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk tetap…