Ditopang Proyek Pemerintah, PTPP Kantongi Laba Rp 105,4 Miliar - Serius Bisnis Jalan Tol

NERACA

Jakarta- PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi mencatatkan perolehan laba bersih perseroan sampai dengan kuartal ketiga 2012 mengalami peningkatan sebesar 73% atau menjadi Rp105,4 miliar dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp60,9 miliar.

Direktur Utama PTPP, Bambang Tribowo mengatakan, pencapaian laba bersih tersebut didorong dari sektor konstruksi dan EPC (Engineering Procurement and Construction). Sementara dari segmen pemilik proyek, kata Bambang didominasi dari pemerintah dan BUMN. “Kontribusi pendapatan terbesar perseroan dari sektor konstruksi disusul sektor EPC, sedang dari segmen pemilik proyek sebesar 81% dari segmen pemerintah dan BUMN, dan 19% dari swasta,”ujarnya di Jakarta, Kamis (1/11).

Menurut Bambang, kontrak baru yang diperoleh perseroan sampai dengan September 2012 telah mencapai Rp15,2 triliun. Kontrak baru tersebut, lanjut dia, antara lain Educity Apartement Surabaya, Landmark Pluit, Bandara Kualanamu, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Labuh-Sumater.

Dari beberapa proyek tersebut, menurut Bambang, perolehan terbesar perusahaan adalah proyek Pelabuhan Tanjung Priok atau Kalibaru sebesar Rp8,2 triliun yang berasal dari PT Pelindo II. Sementara di bidang EPC, lanjut Bambang, perseroan telah melaksanakan beberapa proyek power plant dan pertambangan (mining) yaitu PLTG 65 mw Talang Duku Palembang, PLTU 2x7 mw Lampung Tengah, PLTGU 3x40 mw KDL Cilegon, PLTMG 100 mw Duri Riau, serta PLTMG 90 mw Sei Gelam Jambi yang merupakan proyek listrik tenaga mikro gas pertama di Indonesia. Rencananya, proses pengerjaan proyek tersebut dapat diselesaikan pada Mei 2014.

Terbitkan Obligasi

Bambang menilai, iklim usaha yang dinilai cukup baik, ditunjukkan dari minat investor yang saat ini melirik untuk berinvestasi pada pembangunan jalan tol. Selain itu pangsa pasar di tahun 2013 juga diproyeksikan akan mengalami peningkatan. Karena itu, pihaknya berencana akan menerbitkan obligasi sebesar Rp600 miliar di tahun mendatang. “Rencana obligasi mungkin di tahun depan, sekitar Rp600 miliar. Tapi sejauh ini kami belum menunjuk underwriter-nya.” ujarnya.

Dia juga menambahkan, pihaknya optimistis proyeksi perolehan laba di tahun 2013 bisa mencapai sekitar Rp370 miliar. Pasalnya, untuk order book sepanjang tahun 2012 tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp28,4 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya mencatakan Rp18,4 triliun. Di tahun 2013, lanjut dia diproyeksikan bisa mencapai Rp 32,7 juta, dan target pemasaran sekitar 19,7 triliun.“Perhitungannya didasarkan atas hasil pemasaran di tahun ini plus carry over tahun 2011 dan 2010.” ujarnya.

Untuk hasil investasi perusahaan pada pembangkit PLTG 65 mw Talang Duku Palembang, menurut Bambang, perusahaan turut memberikan sumbangsih listrik pada acara sea games beberapa waktu lalu, dan recurring income dari proyek tersebut terealisasi pada tahun ini.

Sementara partisipasi perseroan dalam pembangunan infrastruktur, kata dia, juga cukup besar antara lain Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Juata Samarinda, Bandara Sultan Taha Jambi, dan Bandara Kualanamu Medan.

Sedangkan untuk pelabuhan laut antara lain Teluk Bayur Sumatera Barat, Teluk Lamong Jawa Timur, New Tanjung Priok Jakarta, serta beberapa jalan tol, “Strategi pertumbuhan kami diarahkan pada pertumbuhan kinerja dari empat pilar bisnis, yaitu konstruksi, properti, EPC dan investasi yang didukung dengan program efisiensi, pengembangan SDM, dan manajemen risiko,”tandasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Blue Bird Bukukan Laba Bersih Rp334,67 miliar - Ditopang Volume Operasional Armada

NERACA Jakarta – Di tengah sengitnya berebut pasar transportasi dengan perusahaan transportasi berbasis online, PT Blue Bird Tbk (BIRD) masih…

Tol Trans Jawa, Jakarta-Surabaya Ditempuh 10 Jam

    NERACA   Surabaya - Waktu tempuh antara Jakarta ke Surabaya yang berjarak 760 kilometer dapat ditempuh paling lama…

Gubernur Banten Minta Hambatan Proyek Strategis Segera Diatasi

Gubernur Banten Minta Hambatan Proyek Strategis Segera Diatasi NERACA Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim meminta kepada pihak terkait dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…