Akhir Pekan, IHSG Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Bila bursa saham di Asia ditutup menguat, sebaliknya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore ditutup melemah akibat aksi ambil untung yang dilakukan investor. IHSG ditutup terkoreksi 14,929 poin (0,34%) ke level 4.335,362. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 3,433 poin (0,46%) ke level 747,688.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, indeks BEI terkoreksi sejak diawal perdagangan akibat aksi ambil untung pelaku pasar, “Data inflasi Oktober 2012 yang cukup rendah sebesar 0,16% serta neraca perdagangan yang surplus gagal mengangkat indeks BEI ke area positif," katanya di Jakarta, Kamis (1/11).

Dia menambahkan, investor masih mengambil posisi ambil untung (profit taking). Hasil kinerja emiten kuartal ketiga tampaknya sudah terefleksikan pada pergerakan harga dalam beberapa hari terakhir.

Selain dari dalam negeri, lanjut dia, pasar saham juga tengah menunggu data pengangguran AS yang akan diumumkan. Diperkirakan angka pengangguran Oktober akan naik menjadi 7,9% dari bulan lalu yang sebesar 7,8%. Berikutnya, dia memperoyeksikan indeks BEI Jum’at akhir pekan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran "support-resistance" pada 4.301-4.350 poin.

Pada perdagangan kemarin, tiga sektor menjadi penopang jatuhnya bursa, yaitu indeks sektor industri dasar, konsumer dan perdagangan. Sayangnya tujuh sektor masih jatuh dipimpin oleh sektor aneka industri sehingga indeks gagal balik arah ke zona hijau.

Aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) oleh broker CLSA Indonesia (KZ) senilai Rp 816 miliar membuat nilai transaksi bursa hari ini naik cukup tinggi. Transaksi tersebut dilakukan di pasar negosiasi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 123.516 kali pada volume 7,827 miliar lembar saham senilai Rp 6,234 triliun. Sebanyak 90 saham naik, sisanya 133 saham turun, dan 110 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia rata-rata bertahan di zona hijau hingga Kamis sore, kecuali pasar saham Singapura yang masih terjebak di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 800 ke Rp 41.450, Indocement (INTP) naik Rp 750 ke Rp 22.550, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 54.750, dan Indosat (ISAT) naik Rp 500 ke Rp 7.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 13.500 ke Rp 143.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 48.200, XL Axiata (EXCL) turun Rp 500 ke Rp 6.350, dan Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 23.400.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup melemah 30,001 poin (0,69%) ke level 4.320,290. Sementara Indeks LQ45 merosot 5,618 poin (0,75%) ke level 745,503. Seluruh sektor kompak melemah di teritori negatif, dipimpin oleh saham-saham di sektor infrastruktur. Saham-saham unggulan dan lapis dua terkena tekanan jual.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 60,832 kali pada volume 5,451 miliar lembar saham senilai Rp 2,999 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 134 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 41.100, Adira Finance (ADMF) naik Rp 200 ke Rp 11.400, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 150 ke Rp 6.150, dan Indocement (INTP) naik Rp 150 ke Rp 21.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.350 ke Rp 47.800, XL Axiata (EXCL) turun Rp 500 ke Rp 6.350, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 14.600, dan Bayan (BYAN) turun Rp 300 ke Rp 10.200.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 18,54 poin atau 0,43% ke posisi 4.331,75. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,73 poin (0,63%) ke level 746,39.

Analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi mengatakan, hasil pertemuan antara menteri-menteri keuangan di zona Euro untuk membahas rencana pemberian "bailout" Yunani dan diumumkannya data Purchasing Manager AS memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks BEI, “Selain itu, antisipasi terhadap dirilisnya data 'initial jobless claims' AS dapat menjadi sentimen tambahan," kata James Wahjudi.

Oleh karena itu, diawal dirinya memperkirakan secara teknikal indeks BEI diproyeksikan bergerak mixed di kisaran 4.330-4.385 poin. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 36,43 poin (0,17%) ke level 21.678,25, indeks Nikkei-225 naik 3,90 poin (0,04%) ke level 8.932,19, dan Straits Times melemah 16,18 poin (0,53%) ke level 3.022,19. (bani)

BERITA TERKAIT

Laju IHSG Belum Beranjak dari Zona Merah

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa (11/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tertahan di…

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

Awal Pekan Ini, BEI Suspensi Saham Renuka

NERACA Jakarta - Setelah masuk pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, awal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk…

Restrukturisasi TAXI Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang obligasi (RUPO) PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI), para pemegang obligasi akhirnya menyetujui paket restrukturisasi…

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…