Investasi Pasar Modal Alternatif Menjanjikan

NERACA

Gorontalo –Dalam rangka meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus giat melakukan edukasi dan sosialisasi. Kali ini ini pihak BEI mencoba menyakinkan masyarakat Gorontalo bila investasi pasar modal memiliki masa depan yang cukup menjanjikan dan dapat menjadi alternatif yang dipilih masyarakat Indonesia.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan BEI, Irmawaty Amran mengatakan, investasi pasar modal sudah bisa dijadikan alternatif bagi masyarakat, “Invesyasi pasar modal layak dilirik, dibanding harus melakukan investasi kekayaan riil, seperti tanah, bangunan yang resikonya lebih besar,”katanya di Gorontalo daam pelatihan pasar modal untuk wartawan, Kamis (1/11).

Menurutnya, selama ini mayoritas masyarakat Indonesia masih 'alergi' apabila mendengar kata 'saham' dan 'pasar modal', padahal jenis investasi ini tidak kalah menjanjikan. "Jika bicara soal resiko, investasi jenis apapun bisa beresiko, namun kuncinya kita harus tahu dan mengusai apa dan bagaimana sistem dalam pasar modal," ujarnya.

Dia mengatakan, pasar modal memiliki peran besar di suatu negara, karena menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni ekonomi dan keuangan, karena sifatnya yang mempertemukan dua kepentingan, yakni pihak yang kelebihan dana dan yang membutuhkan dana.

Indonesia sendiri menurutnya, memiliki potensi investor lokal yang cukup besar, dengan jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa dan produk domestik yang meningkat sebesar 33,3% dalam tiga tahun terakhir. Makin banyak masyarakat yang tertarik berinvestasi di pasar modal, maka makin kuat juga basis investor lokal dan pasar modal di Indonesia.

Dalam pelatihan yang diikuti sekitar 30 wartawan itu, pihak BEI juga memberikan pengetahuan dasar, trik dan tips bagaimana memulai investasi di pasar modal. Di Gorontalo sendiri, katanya lagi, masyarakat yang tertarik dengan jenis investasi ini, bisa berkonsultasi dan mempelajarinya di pojok BEI yang berada di Fakultas Ekonomi dan BIsnis Universitas Negeri Gorontalo.(ant/bani)

BERITA TERKAIT

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

Aliran Modal Asing Rp19,9 Triliun Masuk Ke Indonesia

    NERACA   Jakarta - Aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia periode 1-9 November 2018 cukup…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…