Sistem Transportasi Harus Segera Diperbaiki - Ongkos Kesehatan Tinggi

Tingkat pencemaran udara di Jakarta memiliki trend terus meningkat, walaupun sesungguhnya trend pencemaran udara Jakarta sudah membaik. Tetap saja, perlu diadakan perbaikan pada sistem transportasi yang ada. Sehingga, kendaraan yang beroperasi itu lebih bersih dan ramah lingkungan.

Karena fakta yang ada mengharuskan adanya peremajaan armada, sekarang ini kita masih sering mendapati kendaraan umum yang sebetulnya tidak laik jalan terus beroperasi. Kalau kondisi ini tidak diperbaiki, jangan harap Anda akan mendapati udara bersih di Jakarta.

Parameternya, pencemaran udara PM10 dari rata-rata tahunan hampir 90 mg/m3 (2001) menjadi sekitar 50 mg/m3 (2010) maka pada tahun 2011 – 2012 pencemaran udara Jakarta kembali beranjak naik menuju 60 mg/m3. Sedangkan, Standar Nasional adalah 50 mg/m3.

WHO punya angka sendiri untuk hal itu, standar yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia itu adalah 20 mg/m3. Juga NO2 dan O3 menjadi parameter dominan lain yang juga mengancam kesehatan warga Jakarta yang dapat menyebabkan penyakit berupa gejala pusing, mual, ISPA, astma, tekanan darah tinggi, hingga pada penyakit dalam seperti gangguan fungsi ginjal, kerusakan pada sistem syaraf, penurunan kemampuan intelektual (IQ) anak-anak, kebrutalan pada remaja, keguguran, impotensi, jantung koroner, kanker dan kematian dini.

Berdasarkan studi yang dilakukan Lembaga Penggiat Keselamatan lingkungan, beberapa tahun lalu warga Jakarta harus membayar Rp38 triliun atau Rp38.507.467.201,119 untuk biaya pengobatan karena menderita Asthmatic Bronchiale, Bronchopneunia, Acute respiratory infection, Pneumonia, Chronic Obstructive Pulmonary Disease, dan Coronary Artery Diseases yang disebabkan oleh pencemaran udara.

Angka tersebut dipercaya akan terus meningkat seiring peningkatan pencemaran udara di Jakarta. Fakta ilmiah di atas mengharuskan kita untuk segera mengambil langkah-langkah konkrit dalam pengendalian pencemaran udara. Yaitu, dengan melaksanakan agenda strategis, seperti peningkatan kualitas BBM, menerapkan kendaraan rendah emisi, low emission vehicle, mengembangkan traffic and transport management, pengetatan standar emisi, dan penegakan hukum (law enforcement).

Langkah konkrit tersebut dapat dilakukan melalui mekanisme co-benefit guna menyelesaikan masalah pencemaran udara, sekaligus penghematan konsumsi BBM dan pengurangan beban pemerintah atas subsidi BBM, selain itu diharapkan juga mampu berkontribusi memitigasi emisi rumah kaca penyebab pemanasan global.

Benefit atau manfaat dari peningkatan kualitas BBM, misalnya jika ditempuh dengan menerapkan standar kendaraan Euro 2 pada 2007, Euro 3 pada 2012 (khusus Sepeda Motor) dan Euro 4 pada tahun 2016 dan konversi BBG sektor transportasi 5% dari total populasi pada 2021.

Dengan total investment cost Rp2,3 triliun – Rp15 triliun, pada 2030 akan memperoleh manfaat berupa ecomic benefit Rp85 triliun, health benefit Rp19 triliun, production saving Rp5,9 triliun dan fuel subsidy saving Rp 62 triliun, sehingga total benefit yang diperoleh adalah Rp171 triliun. Dengan demikian sudah sepantasnyalah sistem transportasi Indonesia untuk diperbaiki. (bsak)



BERITA TERKAIT

KMT KRL Harusnya Multifungsi Transportasi

PT KCI sebagai pengelola KRL Commuterline harusnya cepat tanggap segera mengubah fungsi kartu multi trip (KMT) KRL yang sekarang berlaku…

Allianz Luncurkan Perlindungan Kesehatan Tambahan

    NERACA   Jakarta - PT Asuransi Allianz Life Indonesia melalui Allianz Health & Corporate Solutions (AHCS), memperkenalkan manfaat…

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi - Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Yang Bangkit Pasca Bencana Alam

Keseriusan pemerintah pusat untuk menyemarakkan kembali sektor pariwisata pantai dengan memberikan kemudahan kepada semua pihak yang terlibat, diantaranya mencabut larangan…

Membahas Upaya Pemulihan Pariwisata Lombok

Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) dari 16 provinsi mengikuti rapat kerja nasional di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan salah…

Bangkit Pasca Bencana Alam

Keseriusan pemerintah pusat untuk menyemarakkan kembali sektor pariwisata pantai dengan memberikan kemudahan kepada semua pihak yang terlibat, diantaranya mencabut larangan…