Emiten Consumer Goods Saling Kejar Pertumbuhan Laba - Laba Indofood Capai Rp 3,84 Triliun

NERACA

Jakarta– Berkah membaiknya daya beli masyarkat, memberikan dampak positif bagi kinerja emiten consumer goods. Alhasilnya, emiten produsen makanan saling berlomba-lomba mencatatkan laba sebesar mungkin. Salah satunya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang berhasil bukukan total laba komprehensif Rp3,84 triliun atau naik tipis 0,77% bila dibandingkan perolehan di periode sama tahun sebelumnya Rp3,81 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (31/10). Dijelaskan, perolehan ini didorong oleh penjualan bersih yang naik 10,30% menjadi Rp37,25 triliun hingga September 2012.

Sementara itu, laba bruto perseroan naik dari Rp9,58 triliun di September 2011 menjadi Rp10,30 triliun hingga September 2012. Hasil tersebut otomastis membuat beban penjualan perseroan juga ikut naik menjadi Rp2,97 triliun hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp2,61 triliun.

Sedangkan pada pos pendapatan operasi lain perseroan juga tercatat naik menjadi Rp309,58 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp215,70 miliar. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi 290 hingga kuartal ketiga 2012 dari periode sama sebelumnya 265. Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp23,77 triliun pada 30 September 2012 dari periode 31 Desember 2011 sebesar Rp21,97 triliun.

Sebelumnya, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencetak laba kuartal tiga 2012 unaudit naik 20,73% menjadi Rp3,65 triliun dari periode sama 2011 sebesar Rp3,02 triliun. Kenaikan laba bersih diikuti peningkatan penjualan bersih sebesar 17,44% menjadi Rp20,34 triliun dari periode sama 2011 sebesar Rp17,32 triliun.

Sementara laba per saham dasar naik menjadi Rp479 hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp397. Adapun harga pokok penjualan naik menjadi Rp9,97 triliun, YoY dari Rp8,43 triliun. Laba bruto naik menjadi Rp10,36 triliun, YoY dari Rp8,88 triliun.

Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp7,31 triliun pada 30 September 2012 dari periode 31 Desember 2011 sebesar Rp6,80 triliun. Ekuitas naik menjadi Rp5,10 triliun dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp3,68 triliun. Sedangkan kas dan setara kas naik menjadi Rp843,29 miliar pada 30 September 2012 dari akhir 2011 sebesar Rp336,14 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata - Oleh ; Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Beberapa waktu lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi kwartal III 2018 tumbuh 5,17%. Data itu juga menyebutkan kontribusi terbesar…

BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,1 Triliun ke PLN

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk Program 35.000…

Medco Energi Pacu Ekspansi Bisnis Minyak - Private Placement Rp 1,54 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, emiten pertambangan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) bakal menggelar private…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…