Tersandera Beban Utang, Laba XL Tumbuh Stagnan - Catatkan Laba Rp 2,19 Triliun

NERACA

JAKARTA – Bila laba Indosat mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 55,5% pada kuartal tiga 2012 dan hal yang sama juga dialami Telkom yang mengantongi laba naik 20,60%, sebaliknya PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan pertumbuhan laba stagnan sebesar Rp 2,19 kuartal tiga dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 2,18 triliun.

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaemi mengatakan, laba perseroan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,19 triliun pada periode Januari-September 2012, “Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) meningkat enam persen yoy menjadi Rp7,4 triliun, dengan margin 47% dan laba bersih Rp2,2 triliun selama kuartal ketiga 2012,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (31/10).

Stagnannya perolehan laba XL dipicu pula peningkatan utang sebesar Rp14,6 triliun pada akhir kuartal III-2012 dibandingkan dengan posisi di periode yang sama tahun lalu Rp9,3 triliun, “Untuk rasio utang bersih per EBITDA juga meningkat dari 0,9x menjadi 1,3x tahun ini," ujarnya.

Pada kuartal ketiga, XL juga telah mendapatkan pinjaman baru dari BCA, BTMU serta Bank Mandiri sebesar total Rp6,5 triliun, dan juga melakukan pembayaran utang sebesar Rp2,7 triliun. Selain itu, selama kuartal ketiga 2012, XL juga telah membelanjakan Rp7,2 triliun untuk investasi dengan menggunakan dana internal.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan pendapatan perusahaan naik 14% yoy menjadi Rp16 triliun. Di mana layanan data memberikan kontribusi pendapatan paling besar sebesar 60%, disusul layanan SMS 21% serta layanan voice tujuh persen yoy.

Kedepan, perseroan akan menfokuskan pada perluasan jangkauan layanan 3G. Sebagai gambaran, 73% dari sebanyak 7.828 BTS baru yang dibangun selama Januari-September 2012 merupakan node B.

Sehingga secara total, saat ini XL telah memiliki 10.620 node B, meningkat sebesar 169% dari tahun lalu sehingga total BTS (2G dan 3G) menjadi 36.101 BTS pada akhir September 2012 Upaya XL untuk mengantisipasi penurunan layanan Voice dan SMS kembali menunjukkan hasil yang memuaskan dengan pertumbuhan pendapatan layanan Voice sebesar tujuh persen yoy, dengan outgoing minutes meningkat 37% yoy. Sementara layanan SMS juga tetap mengalami pertumbuhan sebesar 21%, dengan outgoing SMS tumbuh sebesar delapan persen. (bani)

BERITA TERKAIT

Produksi TBS Sawit Sumbermas Tumbuh 33,3%

NERACA Jakarta – Emiten perkebunan, PT Sawit Sumbermas Sarana, Tbk (SSMS)  mencatatkan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) sawit sepanjang…

Momentum Ramadhan dan Lebaran - Kimia Farma Bukukan Penjualan Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Selama Ramadhan dan Lebaran, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berhasil mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 10%-20%. “Kenaikan penjualan terjadi…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 4,6 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Mei 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah mengantongi kontrak baru senilai Rp4,6 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Surya Semesta Siapkan Capex Rp 770 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp770 miliar pada…

Ketua DPR Dorong Perusahaan Go Public

Ketua DPR Bambang Soesatyo menginginkan lebih banyak lagi perusahaan yang melantai atau mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…

Tetapkan IPO Rp193 Persaham - Satyamitra Kemas Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta - PT Satyamitra Kemas Lestari (SKL) menetapkan harga penawaran umum saham perdana sebesar Rp193 per saham. Harga penawaran umum…