Regulasi Otomotif Jangan Beratkan Dunia Usaha

NERACA

Jakarta - Asosiasi Industri Sepeda Motor Nasional (AISI) optimis penjualan sepeda motor pada tahun depan akan kembali meningkat jika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada sektor industri otomotif.

“Dilihat dari kondisi saat ini, pasar sepeda motor pada 2013 akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun ini. Namun, pemerintah jangan membuat regulasi yang memberatkan dunia usaha,” kata Wakil Ketua Umum AISI, Johannes Loman di Jakarta, Rabu (31/10).

Kondisi finance company, menurut Johannes, turut mempengaruhi pasar sepeda motor. “Saat ini, finance company dalam keadaan sehat dan buying power masyarakat indonesia meningkat, sehingga tahun depan pertumbuhan sepeda motor akan positif,” ujarnya.

Selaku Executive Vice President PT Astra Honda Motor (AHM), pihaknya belum memutuskan akan merevisi berapa besar penjualan Honda hingga akhir tahun ini. “Kami masih mematok penjualan sesuai target awal sekitar 4,6 juta unit. 50% kontribusi penjualan diberikan pada segmen bebek matic seperti Beat, Vario, Spacy dan Scopy,” paparnya.

Johannes menambahkan, sepanjang Januari hingga September 2012, penjualan sepeda motor Honda telah mencapai 3,07 juta unit. “Untuk segmen bebek dan matic, kami masih menjadi pemimpin pasar. Sampai dengan bulan lalu, penjualan produk Honda mampu menyentuh 3,07 unit,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadhi Sinduwinata mengungkapkan kontribusi sektor industri sepeda motor nasional terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga akhir tahun ini mencapai Rp120 triliun didorong dengan meningkatnya permintaan di dalam negeri. "Perputaran usaha industri kendaraan bermotor memberikan sumbangan yang besar terhadap PDB. Untuk investasi yang ditanamkan mencapai US$7 miliar," kata Gunadhi.

Untuk tenaga kerja di sektor industri sepeda motor, menurut Gunadhi, mencapai jutaan orang. "Ada enam industri perakitan dan 263 industri penunjang serta 8.000 gerai purna jual dan layanan servis telah tersebar di beberapa kota. Selain itu, penyerapan tenaga kerjanya mencapai dua juta orang dan ribuan orang terlibat secara produktif menggunakan motor sebagai penunjang transportasi," paparnya.

Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang dibina, lanjut Gunadi, mencapai ratusan. "Ada enam agen pemegang merek (APM) seperti Honda, Kanzen, TVS, Yamaha, Suzuki, Kawasaki yang bermitra dengan IKM. Sampai akhir tahun, total kapasitas terpasang industri sepeda motor mencapai delapan juta unit," ujarnya.

BERITA TERKAIT

KPPU Gelar Workshop Asesmen Persaingan Usaha

KPPU Gelar Workshop Asesmen Persaingan Usaha NERACA Bandar Lampung – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kurnia Toha, membuka kegiatan…

Danai Bisnis Anak Usaha - Merdeka Copper Beri Pinjaman US$ 100 Juta

NERACA Jakarta –PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) meningkatkan nilai fasilitas pinjaman dari US$…

Anak Usaha DSNG Raih Pinjaman Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta -Anak usaha PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) yakni PT Bima Palma Nugraha dan PT Bima Agris Sawit…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penuh Inovasi, Menperin Apresiasi IKM Batik Jambi

  NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi kepada para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor batik…

KKP Nyatakan Angka Konsumsi Ikan 2018 Lampaui Target

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan angka konsumsi ikan nasional pada tahun 2018 ini diperkirakan telah melampaui…

Indonesia Latih Petani Hortikultura Timor-Leste

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia memberikan pelatihan teknis hortikultura kepada petani Timor Leste di desa Oesilo, Oecussi untuk membangun ekonomi…