Pacu Dana Kelolaan, Indo Premier Luncurkan Reksa Dana Produk ETF

Targetkan Dana Rp 150 Miliar Sehari

Rabu, 31/10/2012

NERACA

Jakarta- Masih minimnya pertumbuhan investor untuk produk ETF (Exchange-Trade Fund) tidak menciutkan nyali Manajer Investasi PT Indo Premier Investment Management (IPIM) untuk memacu dana kelolaan perusahaan melalui produk reksa dana premier ETF (Exchange-Trade Fund) IDX30.

Bahkan, perusahaan tersebut memproyeksikan dapat memperoleh dana kelolaan sebesar Rp1 triliun di tahun 2014 dengan adanya produk tersebut, “Kemungkinannya sangat besar, perolehan dana kelolaan nantinya mungkin bisa sekitar Rp1-2 triliun di dua tahun ke depan.” Kata Presiden Direktur IPIM, John D. Item di Jakarta, Selasa (30/10).

John mengatakan, inovasi produk reksa dana semacam ETF akan dapat meningkatkan jumlah dan transaksi investor di pasar modal. Buktinya, kata John, saat ini pihaknya berhasil mencatatkan posisi minat jual dan beli produk reksa dana premier ETF (Exchange-Trade Fund) IDX30 sebesar Rp50 miliar pada hari pencatatan produk tersebut di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Kami yakin ETF merupakan salah satu produk investasi yang dapat dimanfaatkan investor asing maupun domestik dalam menghadapi votalitas pasar saham seperti saat ini.” ujarnya.

Menurut John, produk ETF yang transparan, fleksibel dan teknologi eksekusi yang cepat dan akurat memungkinkan investor untuk memiliki kontrol penuh pada tiap kondisi pasar. Karena itu, lanjut John, produk reksa dana ETF IDX30 bisa menjadi strategi untuk mendorong pertumbuhan investor.“Reksa dana ETF beda dengan reksa dana biasa, pengawasannya lebih ketat, terlebih dengan dicatatkannya di bursa. Tidak hanya dari Bapepam LK dan pengelola, tapi juga dari KSEI dan BEI. Bahkan untuk produk ETF, investor punya kontrol penuh terhadap investasinya.” paparnya.

Keunggulan Produk

Produk reksa dana ETF IDX 30 ini, menurut John diperdagangkan di pasar primer dan sekunder. Di pasar primer, kata dia, pihaknya menawarkan sebanyak 200 lot, sedangkan untuk sekunder, pihaknya menawarkan 30 saham unggulan dengan nilai investasi hanya sebesar Rp190 ribu dalam satu lot.

John menambahkan, ETF merupakan produk investasi berwujud reksa dana berbentuk Kontak Investasi Kolektif (KIK) yang dapat ditransaksikan/diperjualbelikan di bursa efek seperti halnya bertransaksi saham biasa. Meskipun demikian, kata John, meski memiliki peluang besar di saat kondisi perekonomian Indonesia cukup baik, untuk mengembangkan produk ETF bukan perkara mudah. Karena itu, perlu sosialisasi secara intens agar investor lebih dapat mengenal keunggulan produk tersebut.

Direktur Pengawasan BEI Urip Budi Prasetyo mengatakan, dengan hadirnya produk reksadana IDX 30 ini diharapkan bisa mendorong investor untuk mulai mengalihkan investasi mereka pada saham-saham berkapitalisasi besar dengan likuiditas yang baik.“Kita percaya ekonomi Indonesia akan tumbuh besar, jadi kenapa tidak berinvestasi dengan cara membeli saham-saham yang ada di IDX 30 melalui produk ini,” jelas Urip. (lia)