Bapepam-LK Finalisasi Soal Jam Perdagangan Saham

Rabu, 31/10/2012

NERACA

Jakarta – Rencana pemajuan jam perdagangan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun depan, tengah dalam proses finalisasi di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Bapepam-LK, Yunita Linda Sari mengatakan, saat ini aturan II-A tentang perdagangan rfek sedang dalam tahap finalisasi, “Tinggal menunggu persetujuan akhir dari Ketua Bapepam-LK. Diharapkan, aturan itu dapat dirilis dalam waktu tidak lama lagi," katanya di Jakarta, Selasa (30/10).

Menurutnya, jangka waktu proses adaptasi diperkirakan lebih cepat dibanding pemberlakuan perhitungan baru modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) pada November 2011-Februari 2012. Disebutkan, dalam aturan II-A itu tidak terdapat poin penurunan satuan lot per saham dan perubahan fraksi harga perdagangan saham, “Untuk rencana penurunan satuan lot per saham dan rencana perubahan fraksi harga akan dibahas setelah aturan II-A selesai direvisi. Jikalau nantinya akan ada pembahasan dan kemudian revisi lagi, tidak masalah karena yang program dimajukannya jam perdagangan ini tidak tertunda," kata Yunita.

Sementara Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengaku sudah siap menyambut dimajukannya waktu pembukaan perdagangan saham di BEI sebanyak 30 menit menjadi pukul 09.00 WIB dari saat ini pukul 09.30 WIB. Akan tetapi, dikatakan dia, hal itu juga perlu diikuti dengan persetujuan dan peraturan dari regulator.

Dimajukannya waktu pembukaan perdagangan bursa juga diikuti dengan diterapkannya pembentukan harga jelang penutupan perdagangan (pre closing) serta akumulasi transaksi investor setelah penutupan perdagangan (post trading), “Dari segi sistem persiapan, secara teknis kami sudah siap dan tidak ada masalah. Namun sebelum diterapkan perlu disosialisasikan terlebih dahulu ke pelaku pasar," ujarnya.

Sementara, Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun mengatakan, dimajukannya waktu awal perdagangan saham di BEI diharapkan dapat menunjang peningkatan transaksi harian. Dikemukakan, dalam rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) BEI 2013, transaksi di pasar modal ditargetkan mencapai Rp5,5 triliun ditopang penambahan jam perdagangan, rencana penurunan jumlah saham dalam satuan lot, dan target pencatatan saham perusahaan baru (IPO) sebanyak 30 perusahaan.

Hingga 23 Oktober 2012, rata-rata transaksi harian saham sekitar 119.437 kali dengan dengan volume perdagangan saham sebanyak 4,03 miliar lembar saham, senilai Rp4,42 triliun. Sebelumnya, pengamat pasar modal dari Universitas Pancasila Agus Irfani, dimajukannya jam perdagangan bursa 30 menit, secara strategis tidak sepenuhnya memberikan dampak signifikan untuk meminimalisir perdagangan semu atau spekulasi yang muncul di pasar modal, terlebih untuk meningkatkan likuiditas. “Pada intinya baik, memberi peluang besar terjadinya transaksi di pasar. Tapi itu hanya secara teknikal bukan jalan yang strategis, “katanya.

Menurut Agus, sejauh ini pasar modal Indonesia yang didominasi investor asing dan lebih banyak hot money sehingga menyebabkan likuiditas bursa Indonesia masih rendah meskipun pasar saham saat ini sangat aktif. “Pasarnya ramai, investor lokal juga sudah mulai aktif, tapi tidak berarti mendorong peningkatan likuiditas karena lebih banyak hot money.” Jelasnya. (bani)