IHSG Masih Bertahan Lanjutkan Penguatan

Rabu, 31/10/2012

NERACA

Jakarta – Maraknya emiten mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif menjadi sentimen bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu yang ditutup menguat 33,233 poin (0,77%) ke level 4.364,598. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,698 poin (0,90%) ke level 754,242.

Aksi dorong beli pelaku pasar terhadap saham-saham unggulan, terutama saham perbankan memberikan dorongan indeks untuk terus mencetat rekor baru. Indeks sendiri sempat bergerak lambat diawal perdagangan.

Analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin mengatakan, laporan kinerja keuangan mampu mengerek indeks BEI di zona hijau,”Mayoritas data laporan keuangan emiten di dalam negeri menunjukkan hasil yang positif, kondisi itu salah satu pemicu pelaku pasar mengambil posisi beli di pasar saham," katanya di Jakarta, Selasa (30/10)

Dia mengemukakan, sebelumnya investor cenderung mengambil posisi "wait and see" dalam mengambil langkah mengoleksi portofolio saham di pasar modal."Investor akan melakukan investasi dengan 'moment' yang pas dan sejalan dengan bursa regional," paparnya.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi menambahkan, laporan keuangan emiten domestik kuartal III 2012 yang dirilis menjadi sentimen pergerakan indeks BEI Selasa sore. Berikutnya, James memproyeksikan indeks BEI Rabu secara teknikal akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.340-4.391 poin. Beberapa saham yang layak dikoleksi diantaranya Bank Mandiri (BMRI), Mayora (MYOR), United Tractor (UNTR) dan Semen Gresik (SMGR).

Pada perdagangan kemari, aksi borong saham berhasil mengantarkan indeks ke posisi tertingginya sepanjang masa. Saham-saham bank menjadi yang paling banyak diburu setelah melaporkan kiner yang kinclong. Indeks sektor finansial menguat 1,5%.

Posisi tertinggi indeks sebelumnya berada di level 4.353,566 setelah bertambah 16,040 poin (0,37%) pada Kamis 18 Oktober 2012 lalu. Rekor kali ini juga berlaku untuk intraday tertinggi, yaitu di 4.366,856 dari sebelumnya 4.362,343.

Investor lokal punya andil paling besar dalam pencetakan rekor. Soalnya, investor asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 125.874 kali pada volume 5,3 miliar lembar saham senilai Rp 3,971 triliun. Sebanyak 142 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 107 saham stagnan.

Sementara bursa-bursa di Asia menutup perdagangan Selasa dengan bergerak mixed. Kekhawatiran akan melambatnya ekonomi AS gara-gara Topan Sandy membuat pelaku pasar regional ragu-ragu dalam bertransaksi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 850 ke Rp 20.950, Mandom (TCID) naik Rp 800 ke Rp 9.500, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 26.150, dan Sona Topas (SONA) naik Rp 450 ke Rp 2.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.500 ke Rp 40.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 50.300, Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 300 ke Rp 6.200, dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 21.650.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 6,788 poin (0,16%) ke level 4.338,153. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,037 poin (0,14%) ke level 748,581. Indeks bergerak dalam rentang yang tipis. Aksi beli selektif dilakukan investor di saham-saham lapis dua yang kemarin sudah terkoreksi. Namun, kebanyakan investor masih akan melakukan aksi tunggu.

Saham-saham unggulan berbasis komoditas menjadi pemberat pasar modal pada perdagangan hari ini. Untungnya, invetsor masih memburu saham-saham bank dan konsumer. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 70.060 kali pada volume 2,649 miliar lembar saham senilai Rp 1,696 triliun. Sebanyak 114 saham naik, sisanya 106 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 20.600, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 26.000, Sona Topas (SONA) naik Rp 450 ke Rp 2.500, dan Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 450 ke Rp 2.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.750 ke Rp 40.550, Adira Finance (ADMF) turun Rp 500 ke Rp 11.000, Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 350 ke Rp 6.150, dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 21.650.

Sedangkan diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 0,26 poin atau 0,01% ke posisi 4.331,10. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan (LQ45) bergerak melemah 0,07 poin (0,01%) ke level 747,48, “Sentimen negatif dari laporan keuangan perusahaan di AS yang di bawah estimasi menjadi salah satu faktor IHSG BEI melemah," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono.

Di sisi lain, lanjut dia, kekhawatiran dari masalah utang Eropa kembali muncul setelah Menteri Keuangan Jerman menyatakan keraguannya terhadap Yunani yang dapat memenuhi persyaratan untuk menerima dana bantuan berikutnya.

Meski demikian, lanjut dia, pertumbuhan PDB AS serta data ekonomi kuartal III 2012 yang tumbuh dua persen lebih tinggi dari estimasi sebesar 1,8 persen diperkirakan dapat menahan sentimen negatif yang ada."Ekonomi AS kuartal ketiga didorong oleh belanja konsumen, pertahanan, dan konstruksi perumahan," kata dia.

Tercatat bursa regional di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 19,38 poin (0,09%) ke level 21.530,43, indeks Nikkei-225 naik 33,78 poin (0,38%) ke level 8.963,12, dan Straits Times menguat 0,93 poin (0,03%) ke level 3.030,54. (bani)