Agung Podomoro Bukukan Penjualan Rp 4,2 Triliun

Kinerja Kuartal III

Rabu, 31/10/2012

NERACA

Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan penjualan sebesar Rp 4,2 triliun sampai dengan September 2012, meningkat 27.3% dibandingkan Rp 3,3 triliun pada tahun 2011. Marketing sales selama periode ini mayoritas dikontribusikan oleh Green Bay Pluit dan Podomoro City, termasuk Podomoro City Extension.

Direktur Utama dan CEO APLN Trihatma Kusuma Haliman mengatakan, pihaknya mencatatkan penjualan yang melebihi prediksi awal karena terus mengakuisisi lebih banyak proyek, "Pada awal tahun ini, kami memperkirakan marketing sales perusahaan akan mencapai Rp 4,3 triliun, namun kini kami yakin marketing sales akan mencapai lebih dari Rp 5,0 triliun,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (30/10).

Selain itu, perseroan juga mencatatkan penjualan dan pendapatan kuartal III-2012 sebesar Rp 3.515,7 miliar atau meningkat 31,6% dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2.671,1 miliar. Perusahaan properti ini menjelaskan, kenaikan penjualan sebesar 31,6% ditopang dari penjualan Green Bay Pluit dan Green Lake Sunter.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan pendapatan berulang meningkat menjadi 17% kuatal III-2012 atau meningkat 10,7% melampaui perkiraan awal perusahaan tahun lalu dengan dikonsolidasikannya hasil operasi Plaza Balikpapan.

Kata Trihatma Kusuma, perolehan kinerja yang positif ini sudah diprediksi pada awal tahun dan tahun 2012 menjadi tahun yang luar biasa, "Hingga September 2012, kami telah meningkatkan penjualan dan pendapatan perusahaan sebesar 32%, dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 52% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,"ujarnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan bila preseroan saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan pendapatan berulang yang saat ini telah memberikan kontribusi sebesar 17%. Pencapaian yang diatas perkiraan ini dikarenakan penjualan yang lebih cepat sesuai penyelesaian proyek kami yang lebih cepat. Kami yakin performansi yang bagus ini akan berlanjut hingga akhir tahun.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan laba kotor meningkat menjadi Rp 1.605,9 miliar pada periode ini, tumbuh 52,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Marjin laba kotor meningkat menjadi 45,7%, dikarenakan meningkatnya marjin laba kotor dari pendapatan berulang dan penjualan strata. Laba yang tersedia bagi pemilik entitas induk tumbuh 52,1% menjadi Rp 682,7 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 448,8 miliar. (bani)