Sinergitas Pihak Swasta dengan Institusi Pendidikan

NERACA

SAS memberikan dukungan kepada Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk merespon permasalahan kompleks dalam isu sektor publik melalui statistik.

Statistika adalah salah satu tools untuk mengambil keputusan, namun statistik saja tidaklah cukup, apalagi jika ada kesenjangan antara data yang bisa diolah dan dataunstructureddengan menggunakan teknologi yang tersedia sekarang. Harus ada data mininguntuk mencariinsight, forecasting, text analytic,dan optimasi. Setiap data juga berbeda sehingga perlu proses analisis yang berbeda.

Sehingga untuk melakukan yang namanya analisis bisnis statistik, tidak lagi hanya mengandalkan teori statistik, tetapi diperlukan teknologi pendukung di sana. Teknologi untuk membaca dan mengumpulkan data yang diolah melalui kegiatan-kegiatan statistik, yang pada akhirnya digunakan untuk diambil keputusan.

Ketua Departemen Statistika IPB, Dr. Ir. Hari Wijayanto menuturkan bahwa pihaknya yakin jika meledaknya big data dapat membantu berbagai sektor untuk menentukan keputusan yang tepat dalam organisasi.

Akan tetapi, lanjut dia, masalahnya adalah kemampuan para ahli statistik untuk menggunakan, menganalisa dan mengetahui makna big data. Sementara itu, terdapat berbagai perusahaan yang memiliki big data dan memerlukan lulusan yang dapat membantu mereka dalam menganalisa big data untuk mendukung keputusan bisnisnya. Kondisi ini merupakan tantangan dan kesempatan bagi para ahli statistik yang dapat diatasi dengan dukungan teknologi.

Hari memaparkan, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia, pihaknya memiliki tujuan utama untuk dapat diandalkan dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan analytics yang saat ini diperlukan dalam bisnis.

“Misi kami adalah menghasilkan lulusan berkualitas yang memahami pentingnya kualitas dan produktivitas di tingkat global, yaitu lingkungan yang kompetitif,” paparnya.

Berdasarkan keperluan lapangan kerja dalam era globalisasidank-economyitu, maka pemahaman dasar calon sarjana terhadap statistika menjadi sangat penting dan mendasar, khususnya untuk memudahkan mereka dalam bekerja.

Untuk itu, dalam rangka memastikan para lulusannya memasuki dunia kerja dengan dibekali kemampuan yang saat ini menjadi permintaan jajaran atas, institute Pertanian Bogor (IPB) menggunakan SAS untuk mengajar statistika dan analitics.

IPB menggunakan SAS karena membuat para mahasiswa dapat belajar tak sekedar statistik. Dengan SAS, mahasiswa dapat belajar tentang data mining, forcasting, dan optimisasi yang canggih.

“Dalam proses belajar mengajar kami memerlukan kemampuan statistika yang luas untuk menganalisa data sets besar sumber yang berbeda, SAS memenuhi tujuan tersebut. Prosedur statistika SAS terus menerus diperbarui, sehingga memungkinkan kami untuk memperoleh analisis statistika yang melampaui keilmuan statistika dasar yang ada,” ungkap Heri.

Country Manager SAS Indonesia, Erwin Sukiato menuturkan bahwa SAS akan terus berkomitmen untuk mendukung Departemen Statistika IPB sebagai bagian dari SAS Akademik Program sejak 2011 lalu.

“Misi program tersebut adalah membantu universitas dalam memberdayakan para profesional muda bidang statistik sebagai penerus masa depan melalui teknologi yang sejalan dengan lingkungan business analytics,” katanya saat acara konferensi persnya di Bogor belum lama ini.

Hari Wijayanto mengaku, bahwa pihak IPB sudah mengenalkan SAS pada mahasiswanya sejak lama, walaupun SAS Indonesia baru 10 tahun berdiri. Sementara itu Asep Saefudin mengungkapkan bahwa SAS di IPB diperkenalkan beberapa bulan setelah berdiri di AS pada 1976.

“Yang memperkenalkan SAS di IPB pada waktu itu Andi Hakim Nasution,” kata Asep Saefudin.

Selain IPB, SAS juga digunakan untuk mengajar di ITB, Ul, Universitas Media Nusantara, dan Bakrie University.

BERITA TERKAIT

Melawan Kampanye Negatif dengan Kreatif

  Oleh : Rachmad Gibran, Pemerhati Sosial dan Politik   Kita bersyukur bangsa Indonesia memiliki anak-anak muda yang kreatif dan…

Peduli Pendidikan Lewat UFE - PermataBank Berikan Advokasi Libatkan Komunitas

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PermataBank melalui program corporate social responsibility (CSR) menggelar Unite for Education (UFE) sebagai upaya…

Pemerintah Alokasikan Rp492 Triliun untuk Pendidikan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menunjukkan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Film "Prasangka" Juarai Lomba Film Pendek Koperasi

Tiga film pendek terbaik berhasil memenangkan Lomba Film Pendek Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Oktober 2018.  Ketiga film…

Pegawai Kemenkop dan UKM Lakukan Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana

Pegawai Kementerian Koperasi dan UKM melakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.…

Presiden Setujui Pendirian Universitas Persis

      Presiden Joko Widodo menyetujui pendirian Universitas Persis sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar…