Kejar Laba Rp 1,2 Triliun, Global Mediacom Gandeng Tencent

NERACA

Jakarta – Guna mencapai target perolehan laba bersih tahun sebesar Rp 1,2 triliun, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) terus melakukan ekspansi. Diantaranya, perseroan menggandeng Tencent untuk berkolaborasi sebagai mitra di bidang komunikasi online dan produk hiburan online dalam wilayah Indonesia.

Direktur Utama PT Global Media Hary Tanoesoedibjo mengatakan, kerjasama ini akan menggabungkan kekuatan antara Tencent, perusahaan jasa internet terintegrasi terbesar di China dan Global Mediacom, perusahaan media terbesar dan terintegrasi di Indonesia, “Kami menantikan untuk merealisasikan hubungan kerja yang lebih erat di masa yang akan datang," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (29/10).

Disebutkan, perseroan akan memberikan kontribusi keunggulan kompetitif yang kuat dalam mempromosikan produk dan layanan. Sementara Tencent akan memberikan pengetahuan teknis dan dukungan melalui pengalaman mereka pada industri internet di China.

Kata Hary Tanoe, salah satu aplikasi yang akan digarap adalah yang sedang popular di Indonesia dan juga di dunia, WeChat. WeChat adalah komunikasi mobile dan aplikasi jejaring sosial yang lengkap, gratis, cross-platform, dan berfitur lengkap.

Selain itu, PT Global Mediacom Tbk menargetkan laba bersihnya tumbuh 50% hingga akhir tahun 2012 menjadi Rp1,2 triliun dibandingkan tahun lalu sekira Rp700 miliar, “Sampai akhir tahun diharapkan tetap baik, karena kalau kita lihat penopangannya MNC televisi, terus channel-channel kita berkembang pesat, jadi saya berharap kita akan terus membaik, sampai akhir tahun,"ungkap Hary.

Hary menambahkan, untuk laba bersih perusahaan pertumbuhannya dinilai signifikan, sehingga diharapkan dapat tumbuh 50% dibandingkan tahun lalu, “Kalau tahun lalu Rp700 miliar lebih, tahun ini mudah-mudahan bisa Rp1,1 triliun-Rp1,2 triliun, jadi itu pertumbuhan 50% dan meningkat sangat signifikan setelah pajak," jelas Hary.

Selain itu, dia juga mengungkapkan media grupnya berkembang dengan pesat sehingga ada pertambahan direksi diperseroannya."Media group kita berkembang pesat sehingga kita tambah direksi, tujuannya agar perkembangan media bisa ditangani dengan maksimal, khususnya kita mengembangkan satu media, media berbasis internet seperti online games, sosial media, dan portal,”paparnya.

Sebagai informasi, hingga Juli lalu laba PT Global Mediacom Tbk tumbuh 20% dari Rp 544,4 miliar priode yang sama tahun lalu menjadi Rp656,6 miliar. Perolehan laba ini melebihi target yang ditetapkan sebesar 11%.

Sementara pendapatan konsolidasi tidak diaudit tumbuh sebesar 21% menjadi Rp6,3 triliun per September 2012, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,2 triliun. Sedangkan, laba bersih tumbuh 43% menjadi Rp881 miliar dari Rp617 miliar sehingga EPS bertumbuh 40% dari Rp63 menjadi Rp45. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…