RI Gelar Olimpiade Tata Rambut Asia Pasifik ke-16

NERACA

Kiblat tata rambut dan tata rias wajah dunia saat ini tengah mengarah ke Asia. Inilah saatnya para praktisi tata rambut dan tata rias wajah di seluruh Asia, khususnya Indonesia, untuk memanfaatkan momen tersebut dan meraih pasar internasional dengan meningkatkan keterampilan dan kreativitas diri masing-masing.

Bukan tidak mungkin para hair dresser Tanah Air kelak akan menjadi pentolan hair dresser yang mengisi pangung–panggung pentas kelas dunia dan menjadi ikon untuk tata rias rambut dan tata rias wajah dunia kecantikan di masa mendatang

The 16 Asia Pacific Hair and Make-up Olympics tahun ini digelar di Indonesia. Ajang olimpiade tata rambut dan tata rias bergengsi tingkat Asia Pasifik itu berlangsung 23 Oktober di Jakarta Convention Center.

Acara itu dihelat dalam ajang pameran Cosmohair Indonesia 2012 yang menghadirkan para penata rambut dan penata rias terbaik dan terpopuler di Asia Pasifik.

Dalam kesempatan tersebut menampilkan berbagai hasil tata rias serta tata rambut yang unik dan fantastis yang akan menjadi tren di tahun 2013. Olimpiade ini didukung penuh oleh Asia Pasific Hair Cosmetologist Association (APHCA) yang berkedudukan di Filipina dan beranggotakan negara-negara di Asia Pasifik. Hadir dalam kesempatan tersebut President APHCA Ricky Reyes dan President APHCA Indonesia Rudy Hadisuwarno.

Juanita Soerakoesoemah, Direktur Prakarsa Sinergi Utama selaku penyelenggara Cosmohair Indonesia 2012 mengatakan The 16 Asia Pacific Hair and Make-up Olympics diselenggarakan di Indonesia bertujuan untuk mempertemukan penata rambut dan penata rias Indonesia dengan penata rias rambut dan wajah dari negara-negara di Asia Pasifik.

“Karena sifatnya kompetisi maka ini juga menjadi kesempatan yang baik bagi para praktisi hair dresser dan penata rias untuk unjuk keahlian mereka kepada negara lain khususnya di Asia Pasifik. Selain itu menjadi ajang tukar pengalaman dan wawasan bagi para pelaku di bidang tersebut serta tidak menutup kemungkinan akan terjalin kerja sama bisnis dan kreatif di antara para praktisi tata rias dan tata rambut tersebut,” ungkap Juanita.

Olimpiade yang bertujuan untuk mempersatukan para hair and make stylist di Asia Pasifik ini diikuti oleh negara-negara di Asia Pasifik seperti Indonesia, Filipina, Thailand, Jepang, Taiwan, Mongolia, Malaysia dan Sri Lanka. Event ini didukung oleh Asia Pacific Hairdressers and Cosmetologist Association yang diketuai oleh Ricky Reyes dari Filipina. Dalam olimpiade tersebut dipertandingkan lima kategori lomba yaitu Men Hair Cutting¸ Ladies Hair Cutting, Evening Party Make-up, Bridal Make-up, dan Fantasy Make up.

Untuk kategori Men Hair Cutting diikuti oleh 21 peserta, kategori Ladies Hair Cutting sebanyak 25 peserta, kategori Evening Party Make-up diikuti 28 peserta, kategori Bridal Make-up diikuti 51 peserta, dan 11 peserta untuk kategori Fantasy Make-up.

“Seluruh peserta tersebut akan memperebutkan hadiah berupa uang tunai sebesar USD 9.000, trophy, dan transportasi serta akomodasi untuk mengunjungi Asia Pacific Hair and Make-up Olympic 2013,” ungkap Juanita.

Hadir sebagai juri untuk masing-masing kategori lomba dari Indonesia adalah Rudy Hadisuwarno, Sugi Martono, Alfons, Michael Zimbalist serta dari Negara-negara Australia, Cina, Kamboja, Filipina, Jepang, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, Taiwan dan Thailand.

Rudy Hadisuwarno menjelaskan bahwa kriteria penilaian untuk semua kategori cutting meliputi kreativitas dan teknik styling. Sementara untuk kategori make-up yang dinilai adalah teknik make-up dan kreativitas.

Menurut dia, olimpiade ini dapat menjadi jalur untuk mengembangkan potensi dunia hair dresser Tanah Air agar bisa semakin go Internasional.

“Saat ini para pelaku hair dresser di Indonesia sudah semakin berkembang dan memiliki kemampuan yang tak kalah kreatif dan inovatif dengan praktisi serupa di negara lain. Karena itu saya sangat optimistis bahwa semakin terbuka peluang bagi para hair dresser Tanah Air untuk bisa mengembangkan kariernya di tingkat yang lebih luas lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, President APHCA Ricky Reyes berharap kehadiran Asia Pacific Hair and Make-up Olympics di Indonesia membawa aroma positif bagi para praktisi hair stylist dan make-up di Indonsia.

“Selain mengadu kreativitas dan uji keterampilan, kesempatan ini ini menjadi ajang meningkatkan tali persahabatan di antara praktisi yang pada akhirnya bisa membuka peluang yang menguntungkan bagi berbagai pihak,” tegas Ricky. (agus)

BERITA TERKAIT

Menteri LHK Paparkan Kebijakan Moratorium dan Alokasi Hutan untuk Rakyat - Di Forum Asia Pacific Forestry Week, Korsel

Menteri LHK Paparkan Kebijakan Moratorium dan Alokasi Hutan untuk Rakyat Di Forum Asia Pacific Forestry Week, Korsel NERACA Incheon, Korea…

Pacific Paint Revitalisasi Pesantren Sirnarasa - Gelar Festival Religi

  NERACA   Ciamis - Indonesia dikenal sebagai masyarakat majemuk, tercermin dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda…

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Negara Berkembang Di Asia Timur dan Pasifik Melemah

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik akan sedikit melemah.…

BERITA LAINNYA DI CSR

SHARP Bersedekah Berbagi Kebahagiaan dan Ilmu

Selalu hadir berbagi di tengah masyarakat adalah komitmen yang dilakukan PT Sharp Electronics Indonesia. Kali ini perseroan melalui kegiatan tanggung…

Donasikan Kursi Roda dan Bantuan Modal - K3S Denpasar Tingkatkan Kemandiran Disabilitas

Dalam rangka memberdayakan masyarakat disabilitas untuk mandiri, Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar, Bali menyerahkan bantuan kesehatan seperti kursi…

Peduli Korban Banjir di Sultra - Kementerian Pertanian Salurkan Bantuan Rp 15 Miliar

Musibah banjir yang terjadi di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi derita bagi bangsa Indonesia, maka berangkat dari upaya meringankan beban…