Ketika Politisi Bersuara Keras Selamatkan Telkomsel

Digugat Pailit

Senin, 29/10/2012

NERACA

Jakarta – Kendatipun lembaga Dewan Perkawilan Daerah (DPR) dituding menjadi sapi perah BUMN, tidak membuat ragu bagi politisi di DPR untuk bersuara mengawasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini. Salah satunya, suara lantang yang disampaikan Ketua DPR RI Marzuki Ali yang meminta pemerintah menyelematkan Telkomsel dari pailit.

Kata Marzuki, pemerintah harus menyelamatkan Telkomsel dari pailit. Hal ini karena aset negara di perusahaan tersebut bernilai triliunan rupiah, “Ini harus kita kroscek. Tekomsel punya aset negara yang triliunan, harus diselamatkan. Saya lihat ada skenario merampok aset-aset BUMN. Ini harus ada kepedulian," ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Marzuki juga menyebut, dalam kasus gugatan pailit yang menimpa Telkomsel oleh PT Primajaya, di mana PT tersebut adalah sebuah yayasan olahraga. "Kenapa PT Primajaya dikasih kerjaan oleh Telkomsel? PT itu menyatakan yayasan olahraga yang ingin memberikan pelatihan kepada atlet, makanya dikasih kerjaan," tandasnya

Karena itu, tidak pantas Primajaya mengajukan pailit ke Telkomsel. Oleh karena itu, Marzuki menilai, Komisi Yudisial (KY) harus mengevaluasi keputusan hakim tentang kreditur, “Kedua harus dilihat dulu siapa PT itu saya dapat informasi yang punya Tommy. Kalau benar harus dilihat dulu apakah benar ke Yayasan Olahraga,”tegasnya.

Pendapatan Telkom

Selain itu, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mencatat pertumbuhan kinerja triwulan III-2012 yang ditandai dengan peningkatan pendapatan usaha sebesar Rp56,9 triliun atau naik Rp4,0 triliun atau 7,6% sedangkan laba bersih mencapai Rp10 triliun atau naik 19,3%.

Peningkatan pendapatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pelanggan seluler dan penjualan tinggi dalam Layanan Data, Internet dan Information Technology (IT). Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, layanan data, internet dan IT mencatat rekor dan menjadi growth driver yang penting bagi dan didukung adanya penambahan jumlah pelanggan seluler yang signifikan di tengah kondisi persaingan pasar yang keras.

Arief menambahkan, untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan dan untuk mengembangkan bisnis data center Telkom melalui anak perusahaannya, yakni Telkomsigma telah mengakuisisi data center di daerah Sentul Jawa Barat. Telkom sudah menguasai 3.800 m2 data center tersebut.

Telkom, lanjut Arief, juga berencana memiliki 24.000 m2 data center. Peningkatan pendapatan tersebut antara lain disumbang dari melonjaknya pendapatan Data, Internet dan Jasa Teknologi Informatika yang mencapai Rp20,1 triliun, meningkat sebesar Rp2,1 triliun atau tumbuh 12,2% serta pendapatan interkoneksi yang mencapai Rp3,1 triliun, meningkat sebesar Rp463 miliar atau tumbuh 17,6% dibanding periode yang sama pada 2011.

Pendapatan dari layanan seluler diakui masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan Telkom, diikuti oleh Data, Internet dan IT Services sebagai kontributor kedua terbesar dengan pertumbuhan 6,5% dibandingkan Triwulan II-2012 lalu.“Kami sangat gembira melihat adanya peningkatan drastis jumlah pelanggan broadband, hal ini menunjukkan keberhasilan dalam melakukan investasi infrastruktur high-speed internet yang diiringi dengan penurunan biaya sejalan dengan program cost controlling yang kami lakukan,” tambah Arief. (bani)