Hypermart Dorong Peningkatan Laba Matahari 20%

Senin, 29/10/2012

NERACA

Jakarta- PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatatkan pendapatan pada kuartal ketiga 2012 menjadi Rp 2,4 triliun dari Rp 1,99 triliun. Hal tersebut disampaikan manajemen perseroan di Bursa Efek Indonesia pada akhir pekan kemarin.

Menurut pihaknya, kinerja tersebut mendorong peningkatan laba sebesar 20% atau menjadi Rp29,01 miliar dari Rp22,4 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Terjadinya peningkatan kinerja keuangan tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan bisnis makanan (Matahari Food Business/MFB).

Untuk total penjualan, perseroan mencatat memperoleh penjualan sebesar Rp2,4 triliun, dan sebesar Rp2,37 triliun berasal dari unit bisnis perseroan, Hypermart. Sementara untuk kontribusi pendapatan bisnis hiburan melalui Timezone mengalami pertumbuhan sebesar 19% atau sebesar Rp84 miliar dan pendapatan bisnis lainnya berkontribusi sebesar Rp38 miliar.

Presiden Direktur Matahari Putra Prima, Benjamin Mailool mengatakan, Hypermart memberikan kontribusi yang paling besar terhadap kinerja perseroan, yaitu sebesar 95%. Pembukaan gerai-gerai baru Hypermart selama semester pertama tahun ini, kata Mailool terbukti membawa dampak positif terhadap total pendapatan yang berhasil diperoleh PT Matahari Putra Prima Tbk.

Adapun faktor lain yang mempengaruhi pencapaian tersebut, lanjut dia sangat erat kaitannya dengan tingkat pertumbuhan comparable stores yang kuat atau sebesar 8% dengan penjualan makanan sebagai kontributor utama.

Divestasi Aset

Sebelumnya Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk, Danny Konjongian mengatakan, pihaknya telah menyetujui untuk melakukan divestasi aset dan bisnis non-inti senilai Rp3,2 yang ditargetkan bisa selesai sebelum kuartal pertama 2013.

Kata Danny, divestasi tersebut dilakukan sebagai langkah strategis dan komitmen untuk lebih fokus dan intens dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis inti ritel hypemart atau food division yang merupakan kontributor utama pendapatan perseroan.

Lebih lanjut Danny mengatakan, perseroan melakukan divestasi bisnis inti seperti Timezone, Times Bookstore, restoran dan properti kepada perusahaan terafiliasi PT Multipolar Tbk (MLPL). Perseroan diproyeksikan akan mengalami kelebihan likuiditas dana dan kapitalisasi modal sehingga perseroan akan mengoptimalisasi rencana penggunaan untuk pelunasan total hutang bank Rp2,4 triliun jika diperlukan. Selain itu, perseroan juga akan menyisihkan Rp3,4 triliun untuk distribusi ke pemegang saham melalui pembagian deviden Rp1 triliun dan pengurangan modal Rp2,4 triliun. (lia)