Pan Brothers Jajaki Pinjaman Sebesar Rp 1,28 Triliun

Senin, 29/10/2012

Guna membiayai modal kerja dan belanja modal tahun depan, perusahaan garmen nasional PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menjajaki pinjaman sindikasi sebesar US$135 juta atau sekitar Rp1,28 triliun.

Informasi tersebut disampaikan IFR Asia dalam laporannya di Jakarta kemarin. Disebutkan, ANZ, HSBC, dan UOB selaku mandated lead arrangers dan bookrunners telah meluncurkan fasilitas pinjaman senilai total US$135 juta untuk Pan Brothers. Adapun HSBC bertindak sebagai agen pinjaman.

Sebelumnya, Wakil Presiden Direktur Pan Brothers Anne Patricia Susanto pernah bilang, perseroan sedang mencari pinjaman sindikasi untuk memastikan ketersediaan dana modal kerja dan belanja modal tahun depan. Perseroan menargetkan penandatanganan perjanjian pinjaman pada akhir tahun ini. Namun, dia tidak bersedia menyebutkan nilai pinjaman.

Anne hanya mengatakan, rencana perseroan mencari pinjaman sindikasi merupakan strategi untuk menyiasati ancaman seretnya likuiditas perbankan akibat krisis Eropa. Perseroan bahkan siap menjaminkan aset untuk memperoleh pinjaman.

Pan Brothers mengalokasikan 90% dana pinjaman untuk modal kerja. Sisanya akan dipakai untuk belanja modal. Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar US$2-5 juta untuk menambah 3.000 unit mesin pada 2013.

Menurut Anne, pihaknya menargetkan sebanyak 25 ribu unit mesin hingga 2015. Saat ini, total mesin yang dioperasikan oleh perseroan mencapai 16 ribu unit. Pan Brothers membidik pendapatan sebesar US$360 juta pada 2013 atau tumbuh 20% dibandingkan estimasi tahun ini sebesar US$300 juta. Kinerja perseroan akan ditopang oleh pertumbuhan organik dan anorganik.

Dia optimistis target itu tercapai, meski ekonomi Amerika Serikat dan Eropa belum pulih. Penjualan garmen perseroan ditolong oleh tingginya permintaan dari negara-negara Asia, sehingga dapat mengimbangi penurunan permintaan garmen di AS dan Eropa.

Selain meningkatkan volume produksi, Pan Brothers akan menambah lisensi merek produk fesyen. Perseroan juga akan memperluas bisnis dengan mengembangkan merek fesyen sendiri yang rencananya diluncurkan pada per tengahan 2013.

Menurut Anne, penjualan fesyen merek sendiri diharapkan berkontribusi sampai 15% terhadap total pen- dapatan perseroan dalam lima tahun mendatang. Hingga semester I-2012, Pan Brothers membukukan pendapatan sebesar Rp1,09 triliun atau meningkat 26% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp864,95 miliar. Namun, laba bersih turun 18,7% dari Rp22,24 miliar menjadi Rp18,08 miliar.

Anne mengungkapkan, penurunan laba bersih akibat peningkatan rugi kurs hingga mencapai Rp19,1 miliar. Untuk itu, perseroan berencana mengubah mata uang dalam pembukuan perseroan menjadi dolar AS. Sebab, sebagian transaksi perseroan berdenominasi dolar AS. (bani)